alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Panglima TNI Puji Kemampuan Tim Tracer Covid Kabupaten Malang

MALANG – Petugas tracer di masa pandemi Covid-19 sekarang ini memiliki peran penting. Karena dari tangan mereka, sebaran Covid-19 bisa dideteksi dan datanya sangat berguna untuk langkah pencegahan.

Menjadi tracer Covid-19 tersebut menjadi tugas tambahan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing-masing kecamatan. Mereka bersinergi dengan puskesmas dan pihak kecamatan dalam pemetaan sebaran CoVid-19.

”Anggota harus tanggap serta profesional dalam melakukan pelacakan pasien Covid-19 menggunakan aplikasi Silacak dan Inarisk,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengecek kesiapan para Tracer Covid-19 wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang di Ballroom Hotel Santika, Kota Malang, Minggu (8/1).

Hadi juga memuji kemampuan tracer di Kabupaten Malang dalam menjalankan tugasnya. “Dengan aplikasi Silacak ini bisa mempermudah para Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam melakukan laporan agar mencapai jumlah standart tracing yang ditetapkan WHO,” ujarnya.

Hadi menjelaskan, aplikasi Silacak adalah program penguatan tracing dalam penanganan Pandemi Covid-19 yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Panglima TNI juga sempat mengecek akurasi data yang diperoleh tim tracer wilayah Kepanjen. Hasilnya, diketahui data sementara terlacak sebanyak 15 jumlah kasus positif dan mereka sedang melaksanakan isolasi terpusat di Jatirejoyoso.

“Babinsa dan Babinkamtibmas ibarat Upin dan Ipin dalam membantu penanganan penyebaran Covid 19 ini, harus selalu bersinergi dengan pihak kesehatan dan aparat kecamatan maupun desa setempat,” tutupnya.

Untuk diketahui bahwa Babinsa dan Babinkamtibmas yang menjadi tracer ini bertugas membantu pihak dinas kesehatan dalam melakukan tracing terhadap orang yang melakukan kontak erat dengan orang yang terpapar Covid-19. Tracer digital merupakan upaya bersama dalam meningkatkan rasio pelacakan sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG – Petugas tracer di masa pandemi Covid-19 sekarang ini memiliki peran penting. Karena dari tangan mereka, sebaran Covid-19 bisa dideteksi dan datanya sangat berguna untuk langkah pencegahan.

Menjadi tracer Covid-19 tersebut menjadi tugas tambahan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing-masing kecamatan. Mereka bersinergi dengan puskesmas dan pihak kecamatan dalam pemetaan sebaran CoVid-19.

”Anggota harus tanggap serta profesional dalam melakukan pelacakan pasien Covid-19 menggunakan aplikasi Silacak dan Inarisk,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengecek kesiapan para Tracer Covid-19 wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang di Ballroom Hotel Santika, Kota Malang, Minggu (8/1).

Hadi juga memuji kemampuan tracer di Kabupaten Malang dalam menjalankan tugasnya. “Dengan aplikasi Silacak ini bisa mempermudah para Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam melakukan laporan agar mencapai jumlah standart tracing yang ditetapkan WHO,” ujarnya.

Hadi menjelaskan, aplikasi Silacak adalah program penguatan tracing dalam penanganan Pandemi Covid-19 yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Panglima TNI juga sempat mengecek akurasi data yang diperoleh tim tracer wilayah Kepanjen. Hasilnya, diketahui data sementara terlacak sebanyak 15 jumlah kasus positif dan mereka sedang melaksanakan isolasi terpusat di Jatirejoyoso.

“Babinsa dan Babinkamtibmas ibarat Upin dan Ipin dalam membantu penanganan penyebaran Covid 19 ini, harus selalu bersinergi dengan pihak kesehatan dan aparat kecamatan maupun desa setempat,” tutupnya.

Untuk diketahui bahwa Babinsa dan Babinkamtibmas yang menjadi tracer ini bertugas membantu pihak dinas kesehatan dalam melakukan tracing terhadap orang yang melakukan kontak erat dengan orang yang terpapar Covid-19. Tracer digital merupakan upaya bersama dalam meningkatkan rasio pelacakan sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/