alexametrics
26.1 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Aksi Galang Dana Untuk UKT Mahasiswa UB Dibubarkan Satpol PP

MALANG KOTA – Belasan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Resah Universitas Brawijaya (Amarah UB) melakukan aksi kemanusiaan pada Selasa (2/2). Aksi yang dilakukan di Gerbang UB jalan Soekarno-Hatta itu dimaksudkan untuk memberikan bantuan kepada sesama mahasiswa yang tidak bisa membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Namun di tengah aksi galang dana tersebut, Satpol PP Kota Malang datang dan membubarkan aksi mereka.

Rafi Nugraha, Koordinator Aksi Amarah UB mengatakan, ia kesal dengan pembubaran yang dilakukan oleh Satpol PP. Pasalnya mereka sudah sering melakukan galang dana, tetapi tidak pernah dibubarkan.

“Kami melakukan galang dana ini untuk penyaluran langsung ke mahasiswa yang benar-benar membutuhkan jadi kita membuka posko mahasiswa. Dari yang mendaftarkan diri, nanti dari situ baru kita salurkan. Tetapi kita cek dulu validasinya berdasarkan berkas yang ada. Misal dia ada berkas surat kematian orangtua, PHK, dan bukti lain, “terangnya.

Hingga hari ini ada 35 orang mahasiswa yang mendaftarkan diri di posko. Mayoritas mereka punya keluhan sama ada yang tidak bisa bayar sama sekali ada yang kesulitan bayar. “Golongan tertinggi golongan 6. Tapi mayoritas ada yang sudah dapat keringanan UKT sebesar Rp 500 ribu. Tapi itu nggak ngaruh, Rp 500 ribu kalau asalnya dari 6 koma berapa juta,” paparnya.

Suwadi, Anggota Satpol PP yang melakukan pembubaran mengatakan bahwa sementara aksi dibubarkan dulu untuk minta izin. “Kami arahkan dulu ke bidang Kesra untuk meminta izin. Semua penggalangan dana ini harus ada izin, meskipun untuk bencana sekalipun. Biar kami tahu dengan jelas, ini dari mana kemudian kemana,” ujarnya.

Ia juga menuturkan, bahwa ini bukan pertama kalinya mereka membubarkan aksi galang dana. “Sudah sering tiap hari, sebelumnya bencana alam di NTT. Ternyata 4 grup itu belum ada izin,” ujarnya.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Belasan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Resah Universitas Brawijaya (Amarah UB) melakukan aksi kemanusiaan pada Selasa (2/2). Aksi yang dilakukan di Gerbang UB jalan Soekarno-Hatta itu dimaksudkan untuk memberikan bantuan kepada sesama mahasiswa yang tidak bisa membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Namun di tengah aksi galang dana tersebut, Satpol PP Kota Malang datang dan membubarkan aksi mereka.

Rafi Nugraha, Koordinator Aksi Amarah UB mengatakan, ia kesal dengan pembubaran yang dilakukan oleh Satpol PP. Pasalnya mereka sudah sering melakukan galang dana, tetapi tidak pernah dibubarkan.

“Kami melakukan galang dana ini untuk penyaluran langsung ke mahasiswa yang benar-benar membutuhkan jadi kita membuka posko mahasiswa. Dari yang mendaftarkan diri, nanti dari situ baru kita salurkan. Tetapi kita cek dulu validasinya berdasarkan berkas yang ada. Misal dia ada berkas surat kematian orangtua, PHK, dan bukti lain, “terangnya.

Hingga hari ini ada 35 orang mahasiswa yang mendaftarkan diri di posko. Mayoritas mereka punya keluhan sama ada yang tidak bisa bayar sama sekali ada yang kesulitan bayar. “Golongan tertinggi golongan 6. Tapi mayoritas ada yang sudah dapat keringanan UKT sebesar Rp 500 ribu. Tapi itu nggak ngaruh, Rp 500 ribu kalau asalnya dari 6 koma berapa juta,” paparnya.

Suwadi, Anggota Satpol PP yang melakukan pembubaran mengatakan bahwa sementara aksi dibubarkan dulu untuk minta izin. “Kami arahkan dulu ke bidang Kesra untuk meminta izin. Semua penggalangan dana ini harus ada izin, meskipun untuk bencana sekalipun. Biar kami tahu dengan jelas, ini dari mana kemudian kemana,” ujarnya.

Ia juga menuturkan, bahwa ini bukan pertama kalinya mereka membubarkan aksi galang dana. “Sudah sering tiap hari, sebelumnya bencana alam di NTT. Ternyata 4 grup itu belum ada izin,” ujarnya.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/