MALANG KOTA – Protokol kesehatan berlaku juga untuk moda transportasi bus. Penumpang tak hanya wajib mengenakan masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer, melewati bilik disinfektan, tapi juga harus membawa surat sehat.
“Harus membawa surat keterangan sehat dari tim medis,” tegas Kepala Pengelola Administrasi Terminal Arjosari Agus Ruskandi kemarin.
Dari pantauan Radar Malang di Terminal Arjosari, Rabu (1/7), terlihat petugas Dishub (dinas perhubungan) mengecek satu persatu penumpang yang akan naik bus.
Mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan dapat teguran. Bahkan, jika bandel tidak mematuhi protokol kesehatan, bisa saja diminta turun dari bus.
Namun, kemarin tidak ada penumpang yang kategori bandel. Semua penumpang sudah bermasker dan menjalankan protokol mulai cuci tangan dan cek suhu badan.
Sementara itu, meski sudah hampir new normal, jumlah penumpang di Terminal Arjosari belum ada kenaikan signifikan. Angkutan bus yang beroperasi pun baru 40 persen saja.
Selama 24 jam Selasa (30/6) misalnya, terdata ada 24 angkutan kota antar provinsi (AKAP) yang masuk dengan 100 penumpang. Sedangkan bus berangkat hanya 20 unit dengan 153 penumpang. Pada antar kota dalam provinsi (AKDP), kedatangan bus sejumlah 161 unit dengan penumpang 117 orang. Keberangkatan bus sejumlah 151 unit dengan 341 penumpang saja. ”Yang beroperasi hanya 40 persen saja,” kata Agus.
Menurut dia, bus AKAP berasal dari Semarang, Solo, dan Denpasar. Sementara bus AKDP berasal dari Surabaya, Probolinggo, Blitar, dan Tambak Oso Wilangun. Dari beberapa tujuan terminal tersebut, AKAP tujuan Denpasar sama sekali belum beroperasi. Tidak ada bus yang datang maupun berangkat. Sementara untuk AKDP paling banyak tujuan Surabaya.
Pewarta: Ilmi
Foto: Darmono
Editor: Abdul Muntholib/Indra M