MALANG KOTA – Uji coba pembukaan Lapangan Rampal untuk umum dinilai gagal karena belum memenuhi protokol kesehatan. Warga yang berolahraga banyak ditemukan tidak memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan. Imbasnya, lapangan ini kembali ditutup pada Kamis (30/7) lalu. Penutupan itu dikuatkan adanya tulisan: Rampal Ditutup untuk Umum yang diletakkan di gerbang masuk sisi timur.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang di Lapangan Rampal juga, Sabtu (1/8) pukul 10.00, juga sedang dibangun sejumlah fasilitas penunjang protokol kesehatan. Di antaranya menambah cuci tangan dan area physical distancing. Semua aktivitas olahraga juga dilakukan di luar pagar.

Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson yang dikonfirmasi membenarkan soal penutupan kembali Lapangan Rampal. ”Betul, sejak Kamis siang ditutup lagi karena masa uji cobanya sudah lewat,” terangnya.

Dia menambahkan ditutupnya lapangan tersebut ialah guna penambahan fasilitas menjelang transisi new normal. ”Ini makanya kami juga masih mencari format pelaksanaan yang aman. Oleh karenanya kami masih terus berkoordinasi dan melakukan evaluasi dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang,” tambah Tommy.

Dia menyebut bila beberapa rekomendasi fasilitas sudah mulai dicicil. ”Rekomendasi dan saran dari disporapar antara lain tambah lagi fasilitas cuci tangan dan area physical distancing,” sebutnya.

Dengan rekomendasi tersebut, Tommy menyebut akan menjadi pilot project sarana olahraga dengan protokol kesehatan. ”Semoga saja bisa jadi pilot project, kami juga ingin memberikan rasa aman dan nyaman untuk warga yang berolahraga di sini,” tutup Tommy.

Pewarta: Biyan Mudzaky H
Foto: Rubianto
Editor: Hendarmono Al S