alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Sekali Dalam Setahun, Fenomena Halo Sapa Warga Malang

RADAR MALANG – Fenomena halo atau lingkar cahaya berbentuk cincin terjadi pada Senin (1/11). Peristiwa tersebut tepatnya terjadi selama 15 menit sejak pukul 10.00 WIB. Fenomena Halo biasa terjadi ketika suhu di langit sedang dingin bertemu dengan panas matahari. Cincin tersebut terbentuk akibat awan jenis cirrus stratus sedang menggantung di langit.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Karangploso Ahmad Lutfi mengatakan, fenomena tersebut merupakan siklus tahunan. Fenomena tersebut juga tak memiliki arti tanda bahaya. Sehingga, masyarakat tak perlu khawatir dengan fenomena tersebut.

“Jadi itu (fenomena Halo) hanya terjadi saat awan cirrus stratus saja, dan syarat lain kondisi langit sedang dingin,” papar Lutfi.

Lutfi menambahkan fenomena halo sering muncul di sepanjang daerah front. Pada awan ini juga terdapat kristal-kristal es yang menyebabkan terjadi pelangi di cincin halo matahari. Peristiwa ini tak hanya terjadi di pagi atau siang hari. Namun terkadang juga terjadi pada malam hari ketika bulan purnama.

BMKG Stasiun Karangploso mencatat, fenomena ini biasa terjadi sekali tiap tahunnya dan dianggap wajar. Namun masyarakat juga harus berhati-hati ketika melihat fenomena tersebut. “Karena cahaya matahari kalau terkena mata bisa menyebabkan buta maka harus hati-hati,” saran Lutfi. (adn/abm/rmc)

RADAR MALANG – Fenomena halo atau lingkar cahaya berbentuk cincin terjadi pada Senin (1/11). Peristiwa tersebut tepatnya terjadi selama 15 menit sejak pukul 10.00 WIB. Fenomena Halo biasa terjadi ketika suhu di langit sedang dingin bertemu dengan panas matahari. Cincin tersebut terbentuk akibat awan jenis cirrus stratus sedang menggantung di langit.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Karangploso Ahmad Lutfi mengatakan, fenomena tersebut merupakan siklus tahunan. Fenomena tersebut juga tak memiliki arti tanda bahaya. Sehingga, masyarakat tak perlu khawatir dengan fenomena tersebut.

“Jadi itu (fenomena Halo) hanya terjadi saat awan cirrus stratus saja, dan syarat lain kondisi langit sedang dingin,” papar Lutfi.

Lutfi menambahkan fenomena halo sering muncul di sepanjang daerah front. Pada awan ini juga terdapat kristal-kristal es yang menyebabkan terjadi pelangi di cincin halo matahari. Peristiwa ini tak hanya terjadi di pagi atau siang hari. Namun terkadang juga terjadi pada malam hari ketika bulan purnama.

BMKG Stasiun Karangploso mencatat, fenomena ini biasa terjadi sekali tiap tahunnya dan dianggap wajar. Namun masyarakat juga harus berhati-hati ketika melihat fenomena tersebut. “Karena cahaya matahari kalau terkena mata bisa menyebabkan buta maka harus hati-hati,” saran Lutfi. (adn/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/