alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Gunung Raung Tremor, Pos Pantau Sebut Tak Ada Ledakan Besar

RADAR MALANG – Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas Gunung Raung terus mengalami peningkatan, yang terbaru, suara gemuruh kembali terdengar oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada pagi hari tadi.

Melansir dari Jawa Pos, Rabu (3/2), Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG, Nia Haerani mengungkapkan, bahwa suara gemuruh tersebut bersumber dari aktivitas getaran gelombang yang dihasilkan saat magma (batuan cair pijar dan gas) keluar melalui lubang kepundan gunung api ke permukaan. Hal itu merupakan fenomena yang umum terjadi pada gunung api. Menurutnya, pada pengamatan yang dilakukan PVBMG, cahaya api juga terlihat di Gunung Raung.

“Untuk aktivitas kegempaan, pada Rabu (3/2) pukul 00.00–06.00 WIB terekam tremor menerus dengan amplitudo 5–32 mm,” tutur Nia.

Sementara itu, masyarakat sekitar mengaku bahwa gemuruh yang berulang kali terjadi pada malam dan siang hari beberapa waktu lalu juga terdengar sangat jelas.

“Sangat terdengar jelas. Kemarin satu jam ada 30 kali gemuruh. Tapi sekarang sudah lebih sepertinya,” ucap Agung, salah satu warga Kecamatan Sempu.

Sebelumnya, 20 Januari lalu status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Jember, Banyuwangi, dan Bondowoso di Jawa Timur ini ditetapkan berada di level II atau waspada.

Kemudian, menjelang awal Februari, gunung berketinggian 3.332 mdpl itu juga sempat mengalami erupsi dan gempa menerus (microtremor).

Bersamaan dengan meningkatnya aktivitas Gunung Raung, di wilayah Malang Raya juga terdengar dentuman yang sempat membuat masyarakat heboh. Banyak yang mengira dentuman tersebut berasal dari Gunung Raung.

Akan tetapi, Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung memberikan informasi bahwa gemuruh dari gunung tersebut tidak akan terdengar hingga ke Malang. Selain jaraknya yang jauh, gemuruh di Raung tidak sampai menimbulkan dentuman keras.

“Tidak sampai lah ke Malang. Karena jaraknya jauh, ratusan kilometer,” kata Burhan Alethea, petugas PPGA Raung.

Ia menambahkan, suara gemuruh dipastikan terdengar hingga daerah yang berdekatan dengan kawah Gunung Raung, seperti Jember dan Bondowoso.

Mengenai dentuman yang terdengar di Malang Raya, sampai saat ini belum ada pihak yang berani mengonfirmasi kepastian sumber suara tersebut.

Penulis : Gilang Ilham

RADAR MALANG – Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas Gunung Raung terus mengalami peningkatan, yang terbaru, suara gemuruh kembali terdengar oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada pagi hari tadi.

Melansir dari Jawa Pos, Rabu (3/2), Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG, Nia Haerani mengungkapkan, bahwa suara gemuruh tersebut bersumber dari aktivitas getaran gelombang yang dihasilkan saat magma (batuan cair pijar dan gas) keluar melalui lubang kepundan gunung api ke permukaan. Hal itu merupakan fenomena yang umum terjadi pada gunung api. Menurutnya, pada pengamatan yang dilakukan PVBMG, cahaya api juga terlihat di Gunung Raung.

“Untuk aktivitas kegempaan, pada Rabu (3/2) pukul 00.00–06.00 WIB terekam tremor menerus dengan amplitudo 5–32 mm,” tutur Nia.

Sementara itu, masyarakat sekitar mengaku bahwa gemuruh yang berulang kali terjadi pada malam dan siang hari beberapa waktu lalu juga terdengar sangat jelas.

“Sangat terdengar jelas. Kemarin satu jam ada 30 kali gemuruh. Tapi sekarang sudah lebih sepertinya,” ucap Agung, salah satu warga Kecamatan Sempu.

Sebelumnya, 20 Januari lalu status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Jember, Banyuwangi, dan Bondowoso di Jawa Timur ini ditetapkan berada di level II atau waspada.

Kemudian, menjelang awal Februari, gunung berketinggian 3.332 mdpl itu juga sempat mengalami erupsi dan gempa menerus (microtremor).

Bersamaan dengan meningkatnya aktivitas Gunung Raung, di wilayah Malang Raya juga terdengar dentuman yang sempat membuat masyarakat heboh. Banyak yang mengira dentuman tersebut berasal dari Gunung Raung.

Akan tetapi, Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung memberikan informasi bahwa gemuruh dari gunung tersebut tidak akan terdengar hingga ke Malang. Selain jaraknya yang jauh, gemuruh di Raung tidak sampai menimbulkan dentuman keras.

“Tidak sampai lah ke Malang. Karena jaraknya jauh, ratusan kilometer,” kata Burhan Alethea, petugas PPGA Raung.

Ia menambahkan, suara gemuruh dipastikan terdengar hingga daerah yang berdekatan dengan kawah Gunung Raung, seperti Jember dan Bondowoso.

Mengenai dentuman yang terdengar di Malang Raya, sampai saat ini belum ada pihak yang berani mengonfirmasi kepastian sumber suara tersebut.

Penulis : Gilang Ilham

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/