alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Mudahkan Wisatawan, Tim KKN UM Pasang Sign System di Bedengan Dau

MALANG – Tim KKN Sinambung LP2M Universitas Negeri Malang (UM) melakukan pemasangan sign system di bumi perkemahan Bedengan Dau, Kabupaten Malang. Tim yang terdiri dari antara lain Bobby Aland, Rhamadani Ryan, Afnan Hari, dan kawan-kawan, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing lapang (DPL) Andika Bagus Nur Rahma Putra SPd MPd memasang rambu-rambu yang bertujuan untuk memudahkan wisatawan saat berkunjung ke tempat wisata outdoor tersebut.

Sign system atau tanda informasi merupakan alat komunikasi untuk mengetahui area, ruangan maupun suatu lokasi. Sign system juga dapat diartikan sebagai kumpulan tanda-tanda yang dirancang untuk memberikan informasi berupa identifikasi, direction (arah), larangan dan himbauan kepada pengunjung untuk mengatur ketertiban suatu daerah atau lokasi.

Sistem rambu atau tanda informasi ini memiliki peran penting yang diperuntukkan agar aktivitas masyarakat dipermudah, khususnya dalam kawasan objek wisata. Sebuah sign system bisa memiliki tanda sesuai kebudayaan masyarakat sekitar.

Pemasangan sign system tersebut dibarengi dengan edukasi berjudul “Pentingnya Sign System Bagi Kawasan Objek Wisata Bumi Perkemahan Bedengan”. Dalam acara ini, mahasiswa UM tersebut tidak hanya melakukan sosialisasi dari mulut ke mulut, tetapi pada Sabtu (3/4) juga melakukan pemasangan beberapa sign system di beberapa titik, seperti musala, toilet, dan aula.

Sign system yang dipasang oleh Mahasiswa UM tersebut merupakan jenis sign system Directional Sign (penanda arah) dan Identification Sign (tanda pengenal). Desain yang digunakan memiliki arti tersendiri, di mana warna orange tersebut mengacu pada komoditas utama di desa Selorejo yaitu berupa sebuah jeruk. Warna orange juga dipakai untuk visibilitas yang baik di dalam sebuah hutan yang didominasi oleh warna hijau. Material yang digunakan adalah menggunakan kayu ukuran 30 cm x 30 cm dengan ketebalan 2,5 cm dan stiker laminating dengan ukuran 30 cm x 30 cm.

Proses pemasangan sign system ini masih tergolong sederhana dengan melalui berbagai tahapan. Tahap awal yaitu menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, seperti sign system itu sendiri, tali, stiker penunjuk arah, serta alat penggantung (paku atau sejenisnya).

Selanjutnya tali dipasang pada ujung kiri atas dan kanan atas sign system, lalu pemasangan stiker penunjuk arah yang diletakkan di bawah icon (sebagai lambang lokasi). Yang terakhir yaitu sign system dipasang menggunakan tali yang digantungkan dengan alat penggantung (paku atau sejenisnya).

Penulis: Defi Maria

MALANG – Tim KKN Sinambung LP2M Universitas Negeri Malang (UM) melakukan pemasangan sign system di bumi perkemahan Bedengan Dau, Kabupaten Malang. Tim yang terdiri dari antara lain Bobby Aland, Rhamadani Ryan, Afnan Hari, dan kawan-kawan, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing lapang (DPL) Andika Bagus Nur Rahma Putra SPd MPd memasang rambu-rambu yang bertujuan untuk memudahkan wisatawan saat berkunjung ke tempat wisata outdoor tersebut.

Sign system atau tanda informasi merupakan alat komunikasi untuk mengetahui area, ruangan maupun suatu lokasi. Sign system juga dapat diartikan sebagai kumpulan tanda-tanda yang dirancang untuk memberikan informasi berupa identifikasi, direction (arah), larangan dan himbauan kepada pengunjung untuk mengatur ketertiban suatu daerah atau lokasi.

Sistem rambu atau tanda informasi ini memiliki peran penting yang diperuntukkan agar aktivitas masyarakat dipermudah, khususnya dalam kawasan objek wisata. Sebuah sign system bisa memiliki tanda sesuai kebudayaan masyarakat sekitar.

Pemasangan sign system tersebut dibarengi dengan edukasi berjudul “Pentingnya Sign System Bagi Kawasan Objek Wisata Bumi Perkemahan Bedengan”. Dalam acara ini, mahasiswa UM tersebut tidak hanya melakukan sosialisasi dari mulut ke mulut, tetapi pada Sabtu (3/4) juga melakukan pemasangan beberapa sign system di beberapa titik, seperti musala, toilet, dan aula.

Sign system yang dipasang oleh Mahasiswa UM tersebut merupakan jenis sign system Directional Sign (penanda arah) dan Identification Sign (tanda pengenal). Desain yang digunakan memiliki arti tersendiri, di mana warna orange tersebut mengacu pada komoditas utama di desa Selorejo yaitu berupa sebuah jeruk. Warna orange juga dipakai untuk visibilitas yang baik di dalam sebuah hutan yang didominasi oleh warna hijau. Material yang digunakan adalah menggunakan kayu ukuran 30 cm x 30 cm dengan ketebalan 2,5 cm dan stiker laminating dengan ukuran 30 cm x 30 cm.

Proses pemasangan sign system ini masih tergolong sederhana dengan melalui berbagai tahapan. Tahap awal yaitu menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, seperti sign system itu sendiri, tali, stiker penunjuk arah, serta alat penggantung (paku atau sejenisnya).

Selanjutnya tali dipasang pada ujung kiri atas dan kanan atas sign system, lalu pemasangan stiker penunjuk arah yang diletakkan di bawah icon (sebagai lambang lokasi). Yang terakhir yaitu sign system dipasang menggunakan tali yang digantungkan dengan alat penggantung (paku atau sejenisnya).

Penulis: Defi Maria

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/