alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Ruang Isolasi Penuh, RS Lavalette Malang Tak Terima Pasien Covid-19

MALANG KOTA – RS (Rumah Sakit) Lavalette untuk sementara tidak menerima pasien positif Covid-19 yang harus menjalani rawat inap. Sebab, ruang isolasi rumah sakit sudah penuh. Sementara di RSSA (RSUD dr Saiful Anwar) situasinya hampir sama.
Untuk menangani Covid-19, RS Lavalette memiliki ruang isolasi dengan kapasitas 28 bed. Dalam sepekan ini, seluruhnya sudah terisi.
“Penuh terus. Untuk sementara kami belum bisa memasukkan pasien baru,” kata dia.
Setiap pasien, kata dia, biasanya menjalani perawatan di ruang isolasi selama 14 hari. Bahkan, untuk pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta, durasinya bisa lebih lama.
Opsi menambah bed juga tidak bisa dilakukan oleh rumah sakit.  ”Untuk penambahan ruang isolasi itu kembali keterbatasan tenaga. Meskipun ruang isolasi ditambah, kalau tenaga tidak ada, ya tak akan berfungsi,” kata dia.
Sementara itu, di RSSA Malang, dari 34 bed, 31 di antaranya sudah terisi.
”Makanya kami masih menunggu operasional paviliun,” ujar Kabag Humas RSSA Malang Donny Iryan kemarin.
Seperti diketahui, paviliun RSSA tengah disiapkan untuk menjadi pusat perawatan pasien Covid-19.
Pemindahan pasien dari ruang pinere ke paviliun, rencananya dilakukan mulai Sabtu besok (4/7). ”Tapi, itu opsional, kami harus menunggu kepastian,” imbuh dia.
Pewarta: Arlita Ulya
Editor: Indra M

MALANG KOTA – RS (Rumah Sakit) Lavalette untuk sementara tidak menerima pasien positif Covid-19 yang harus menjalani rawat inap. Sebab, ruang isolasi rumah sakit sudah penuh. Sementara di RSSA (RSUD dr Saiful Anwar) situasinya hampir sama.
Untuk menangani Covid-19, RS Lavalette memiliki ruang isolasi dengan kapasitas 28 bed. Dalam sepekan ini, seluruhnya sudah terisi.
“Penuh terus. Untuk sementara kami belum bisa memasukkan pasien baru,” kata dia.
Setiap pasien, kata dia, biasanya menjalani perawatan di ruang isolasi selama 14 hari. Bahkan, untuk pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta, durasinya bisa lebih lama.
Opsi menambah bed juga tidak bisa dilakukan oleh rumah sakit.  ”Untuk penambahan ruang isolasi itu kembali keterbatasan tenaga. Meskipun ruang isolasi ditambah, kalau tenaga tidak ada, ya tak akan berfungsi,” kata dia.
Sementara itu, di RSSA Malang, dari 34 bed, 31 di antaranya sudah terisi.
”Makanya kami masih menunggu operasional paviliun,” ujar Kabag Humas RSSA Malang Donny Iryan kemarin.
Seperti diketahui, paviliun RSSA tengah disiapkan untuk menjadi pusat perawatan pasien Covid-19.
Pemindahan pasien dari ruang pinere ke paviliun, rencananya dilakukan mulai Sabtu besok (4/7). ”Tapi, itu opsional, kami harus menunggu kepastian,” imbuh dia.
Pewarta: Arlita Ulya
Editor: Indra M

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/