alexametrics
23 C
Malang
Tuesday, 28 June 2022

Punya Alat PCR, Hasil Tes Swab di Kota Malang Bakal Lebih Cepat

KOTA MALANG – Jangan kaget bila angka kasus positif Covid-19 di Kota Malang bakal melonjak signifikan dalam waktu dekat.

Lonjakan itu, salah satunya bisa dipicu kecepatan hasil tes swab. Hari ini, Pemkot Malang menerima bantuan alat PCR (polymerase chain reaction) swab dari Sampoerna yang bekerja sama dengan Yayasan Stapa Center.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, selama ini hasil tes swab baru diketahui setelah 15 hari. “Dengan PCR ini, jika hari ini dilakukan swab, sorenya sudah tahu hasilnya,” jelas Sutiaji.

Dengan begini, maka Pemkot Malang bisa lebih efektif menerapkan 3T. Yakni training, tracing, dan treatment.

“Memang ini yang saya tunggu-tunggu karena penyebaran Covid-19 ini masif,” imbuhnya.

Selama ini, kata Sutiaji, untuk tes swab, Pemkot Malang mengandalkan laboratorium yang ada di RSUB, maupun RSSA.

“Kalau kita punya, khusus untuk Kota Malang, mungkin kita concern pada PCR kita sendiri saja,” tambahnya.

Sebelum alat PCR digunakan, Pemkot akan memberi pelatihan kepada tiga orang. Alat PCR akan diletakkan di RSUD Kota Malang.

“Kami sudah lihat. Kami butuh ruangan yang tegangan negatif,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Stapa Center  Agus Rahmatullah mengatakan bahwa bantuan untuk Pemkot Malang tidak sebatas PCR saja. Tapi juga ada 100 paket APD (alat pelindung diri).

“Harapan kami seperti yang disampaikan oleh Bapak Sutiaji, bahwa PCR ini dapat mempercepat proses swab yang ada di Kota Malang,” jelas Agus.

Pewarta: Ilmi Arifah

Foto: Laoh Mahfud

Editor: Indra M

KOTA MALANG – Jangan kaget bila angka kasus positif Covid-19 di Kota Malang bakal melonjak signifikan dalam waktu dekat.

Lonjakan itu, salah satunya bisa dipicu kecepatan hasil tes swab. Hari ini, Pemkot Malang menerima bantuan alat PCR (polymerase chain reaction) swab dari Sampoerna yang bekerja sama dengan Yayasan Stapa Center.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, selama ini hasil tes swab baru diketahui setelah 15 hari. “Dengan PCR ini, jika hari ini dilakukan swab, sorenya sudah tahu hasilnya,” jelas Sutiaji.

Dengan begini, maka Pemkot Malang bisa lebih efektif menerapkan 3T. Yakni training, tracing, dan treatment.

“Memang ini yang saya tunggu-tunggu karena penyebaran Covid-19 ini masif,” imbuhnya.

Selama ini, kata Sutiaji, untuk tes swab, Pemkot Malang mengandalkan laboratorium yang ada di RSUB, maupun RSSA.

“Kalau kita punya, khusus untuk Kota Malang, mungkin kita concern pada PCR kita sendiri saja,” tambahnya.

Sebelum alat PCR digunakan, Pemkot akan memberi pelatihan kepada tiga orang. Alat PCR akan diletakkan di RSUD Kota Malang.

“Kami sudah lihat. Kami butuh ruangan yang tegangan negatif,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Stapa Center  Agus Rahmatullah mengatakan bahwa bantuan untuk Pemkot Malang tidak sebatas PCR saja. Tapi juga ada 100 paket APD (alat pelindung diri).

“Harapan kami seperti yang disampaikan oleh Bapak Sutiaji, bahwa PCR ini dapat mempercepat proses swab yang ada di Kota Malang,” jelas Agus.

Pewarta: Ilmi Arifah

Foto: Laoh Mahfud

Editor: Indra M

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/