alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

PPKM Terus Turun, IKK Kota Malang Terus Naik

MALANG KOTA – Adanya kelonggaran dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 berdampak signifikan pada sektor perekonomian masyarakat Kota Malang. Salah satunya terlihat dari IKK (Indeks Keyakinan Konsumen) yang berangsur pulih. Hasil survei Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (Kpw) Malang terkait IKK selama Oktober lalu meningkat 21 persen.

Deputi Kepala Perwakilan BI KPw Malang Cicilia Melly mengatakan, IKK Kota Malang per Oktober lalu mencapai 123 persen. Sementara di bulan sebelumnya berada di angka 102,5 persen. Artinya, kenaikan tersebut mengindikasikan inflasi di Kota Malang cenderung stabil dan kegiatan ekonomi masyarakat berangsur pulih.

“Meningkatnya ketersediaan lapangan pekerjaan mengindikasikan bahwa kegiatan ekonomi di masyarakat mulai membaik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” kata Melly saat dikonfirmasi Selasa(2/11).

Melly menambahkan, faktor penurunan level PPKM dari 3 ke 2 sejak awal Oktober menjadi faktor terpenting. Sebab kelonggaran kegiatan ekonomi berdampak ke pemulihan ekonomi. Melly memprediksi kenaikan IKK bakal naik lagi di bulan November ini. Sebab melihat perekonomian di Kota Malang yang dominasi sektor pariwisata juga telah dibuka perlahan.

Tak hanya itu, lapangan pekerjaan yang mulai terbuka di beberapa perusahaan juga turut berimbas. Jumlah IKK sebesar 123 persen tersebut menurut Melly sama seperti Februari 2020 atau sebelum pandemi Covid-19 merebak. Bisa disimpulkan bahwa perekonomian Kota Malang berangsur pulih. “Jika melihat tabel (IKK) per bulan, prediksi bulan ini setidaknya sama seperti sebelum pandemi,” ucap Melly.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Erny Fatma Setyoharini mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2021 sebesar 0,75 persen. Serta tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2021 terhadap Oktober 2020) sebesar 1,40 persen. Sehingga bisa dibilang inflasi Kota Malang mengalami peningkatan.

“Peningkatan terjadi di kelompok makanan dan minuman, ya bisa dibilang ada peningkatan jika dibanding bulan lalu yang mengalami deflasi,” katanya.

Terkait IKK yang dirilis oleh BI KPw Malang, Erny menyebut perlahan tapi pasti ekonomi Kota Malang mulai tumbuh. Sebab penurunan level PPKM menjadi penyebabnya. Selain itu, faktor daya beli masyarakat juga berpengaruh karena pendapatan mulai kembali normal.

Wanita yang pernah menjadi Kepala BPS Blitar itu juga memprediksi kondisi inflasi di Kota Malang terkendali di bulan November. Sebab, keadaan perekonomian masyarakat sudah ada kelonggaran. Erny berharap kondisi Covid-19 tak terlalu parah. “Kalau Covid-19 naik lagi bisa berdampak signifikan, seperti yang terjadi saat PPKM darurat Juli lalu,” tandasnya. (adn/nay/rmc)

MALANG KOTA – Adanya kelonggaran dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 berdampak signifikan pada sektor perekonomian masyarakat Kota Malang. Salah satunya terlihat dari IKK (Indeks Keyakinan Konsumen) yang berangsur pulih. Hasil survei Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (Kpw) Malang terkait IKK selama Oktober lalu meningkat 21 persen.

Deputi Kepala Perwakilan BI KPw Malang Cicilia Melly mengatakan, IKK Kota Malang per Oktober lalu mencapai 123 persen. Sementara di bulan sebelumnya berada di angka 102,5 persen. Artinya, kenaikan tersebut mengindikasikan inflasi di Kota Malang cenderung stabil dan kegiatan ekonomi masyarakat berangsur pulih.

“Meningkatnya ketersediaan lapangan pekerjaan mengindikasikan bahwa kegiatan ekonomi di masyarakat mulai membaik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” kata Melly saat dikonfirmasi Selasa(2/11).

Melly menambahkan, faktor penurunan level PPKM dari 3 ke 2 sejak awal Oktober menjadi faktor terpenting. Sebab kelonggaran kegiatan ekonomi berdampak ke pemulihan ekonomi. Melly memprediksi kenaikan IKK bakal naik lagi di bulan November ini. Sebab melihat perekonomian di Kota Malang yang dominasi sektor pariwisata juga telah dibuka perlahan.

Tak hanya itu, lapangan pekerjaan yang mulai terbuka di beberapa perusahaan juga turut berimbas. Jumlah IKK sebesar 123 persen tersebut menurut Melly sama seperti Februari 2020 atau sebelum pandemi Covid-19 merebak. Bisa disimpulkan bahwa perekonomian Kota Malang berangsur pulih. “Jika melihat tabel (IKK) per bulan, prediksi bulan ini setidaknya sama seperti sebelum pandemi,” ucap Melly.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Erny Fatma Setyoharini mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2021 sebesar 0,75 persen. Serta tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2021 terhadap Oktober 2020) sebesar 1,40 persen. Sehingga bisa dibilang inflasi Kota Malang mengalami peningkatan.

“Peningkatan terjadi di kelompok makanan dan minuman, ya bisa dibilang ada peningkatan jika dibanding bulan lalu yang mengalami deflasi,” katanya.

Terkait IKK yang dirilis oleh BI KPw Malang, Erny menyebut perlahan tapi pasti ekonomi Kota Malang mulai tumbuh. Sebab penurunan level PPKM menjadi penyebabnya. Selain itu, faktor daya beli masyarakat juga berpengaruh karena pendapatan mulai kembali normal.

Wanita yang pernah menjadi Kepala BPS Blitar itu juga memprediksi kondisi inflasi di Kota Malang terkendali di bulan November. Sebab, keadaan perekonomian masyarakat sudah ada kelonggaran. Erny berharap kondisi Covid-19 tak terlalu parah. “Kalau Covid-19 naik lagi bisa berdampak signifikan, seperti yang terjadi saat PPKM darurat Juli lalu,” tandasnya. (adn/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/