alexametrics
22.9 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Ketua Koperasi Artha Prima Turen Dituntut 2,6 Tahun

KEPANJEN – Anjar Juli Kuswati bakal mendapatkan vonis dari hakim Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen Klas 1B. Kemarin (3/1) wanita yang menjabat sebagai ketua Koperasi Artha Prima Turen itu menjalani sidang dengan agenda tuntutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman 2 tahun dan 6 bulan penjara.

JPU Rendy Aditya Putra SH dalam persidangan menuntut Anjar dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Itu sesuai Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Tuntutan itu sendiri merupakan ganjaran atas perbuatannya dalam rentang waktu 2017 hingga 2020 yang menggandeng Sugianto selaku pengawas koperasi yang sudah divonis 3 tahun bui pada 6 Oktober 2021.

Kala itu, dua orang dari koperasi yang kini sudah ditutup itu diduga melakukan penipuan terhadap Toni Surya Hartanto dengan total kerugian Rp 2,5 miliar. Sebelumnya disebutkan korban Toni dan Sugianto adalah teman akrab.

Sugianto menawarkan investasi berupa penyertaan modal usaha di koperasi yang dia kelola. Korban Toni pun tertarik dan secara bertahap menyetor dana kepada Sugianto mulai Rp 500 juta di tahun pertama sampai 2019.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Kanjuruhan di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Kepanjen, penyetoran pertama dalam bentuk bilyet simpanan berjangka dilakukan pada 7 September 2017 lalu dengan nominal Rp. 500 juta. Kemudian pada 22 September 2017 korban menyetor tiga kali yakni Rp 250 juta dua kali, dan Rp 500 juta. Pada 9 April 2018, Toni kembali menyetor Rp 500 juta, sampai penyetoran terakhir pada 25 Juni 2018 dengan nominal yang sama. Total kerugian mencapai Rp 2,5 miliar akhirnya diketahui masuk ke rekening Bank BCA milik Sugianto.

Lalu di mana peran Anjar? Terdakwa yang meyakinkan korban untuk tidak terlalu mempertanyakan ke mana uangnya. Hal ini dilakukan dengan mengeluarkan kembali bilyet simpanan berjangka yang memiliki cap koperasi dan tanda tangan Anjar, yang sebelumnya keluar pada saat transaksi.

Kecurigaan korban muncul saat tahun 2020 ingin menarik dananya dan merasa dipersulit oleh Sugianto. Meski bunga 1 persen untuk simpanan selalu didapat, setelah ditelusuri ke Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang, simpanan milik Toni tidak masuk dalam pencatatan koperasi. Setelah Sugianto ditangkap oleh Polda Jatim, giliran ketua koperasi yang diciduk.

Kuasa hukum Toni, Imam Muslih SH berharap hasil akhir dari persidangan ini bisa menyerupai tuntutan. “Jangan sampai jauh dari tuntutan,” ujar dia. (biy/dan)

KEPANJEN – Anjar Juli Kuswati bakal mendapatkan vonis dari hakim Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen Klas 1B. Kemarin (3/1) wanita yang menjabat sebagai ketua Koperasi Artha Prima Turen itu menjalani sidang dengan agenda tuntutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman 2 tahun dan 6 bulan penjara.

JPU Rendy Aditya Putra SH dalam persidangan menuntut Anjar dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Itu sesuai Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Tuntutan itu sendiri merupakan ganjaran atas perbuatannya dalam rentang waktu 2017 hingga 2020 yang menggandeng Sugianto selaku pengawas koperasi yang sudah divonis 3 tahun bui pada 6 Oktober 2021.

Kala itu, dua orang dari koperasi yang kini sudah ditutup itu diduga melakukan penipuan terhadap Toni Surya Hartanto dengan total kerugian Rp 2,5 miliar. Sebelumnya disebutkan korban Toni dan Sugianto adalah teman akrab.

Sugianto menawarkan investasi berupa penyertaan modal usaha di koperasi yang dia kelola. Korban Toni pun tertarik dan secara bertahap menyetor dana kepada Sugianto mulai Rp 500 juta di tahun pertama sampai 2019.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Kanjuruhan di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Kepanjen, penyetoran pertama dalam bentuk bilyet simpanan berjangka dilakukan pada 7 September 2017 lalu dengan nominal Rp. 500 juta. Kemudian pada 22 September 2017 korban menyetor tiga kali yakni Rp 250 juta dua kali, dan Rp 500 juta. Pada 9 April 2018, Toni kembali menyetor Rp 500 juta, sampai penyetoran terakhir pada 25 Juni 2018 dengan nominal yang sama. Total kerugian mencapai Rp 2,5 miliar akhirnya diketahui masuk ke rekening Bank BCA milik Sugianto.

Lalu di mana peran Anjar? Terdakwa yang meyakinkan korban untuk tidak terlalu mempertanyakan ke mana uangnya. Hal ini dilakukan dengan mengeluarkan kembali bilyet simpanan berjangka yang memiliki cap koperasi dan tanda tangan Anjar, yang sebelumnya keluar pada saat transaksi.

Kecurigaan korban muncul saat tahun 2020 ingin menarik dananya dan merasa dipersulit oleh Sugianto. Meski bunga 1 persen untuk simpanan selalu didapat, setelah ditelusuri ke Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang, simpanan milik Toni tidak masuk dalam pencatatan koperasi. Setelah Sugianto ditangkap oleh Polda Jatim, giliran ketua koperasi yang diciduk.

Kuasa hukum Toni, Imam Muslih SH berharap hasil akhir dari persidangan ini bisa menyerupai tuntutan. “Jangan sampai jauh dari tuntutan,” ujar dia. (biy/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/