alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Tak Kunjung Membaik, Jari Siswa Korban Bullying SMPN 16 Diamputasi

KOTA MALANG – Nasib malang menimpa MS, 13 tahun SMPN 16 Malang. Belum tuntas traumanya karena diduga dibully 7 temannya. Hari ini (4/2), MS harus menjalani operasi amputasi jari tengah sebelah kanan. Kondisi ini
“Jarinya sudah mati rasa. Setelah diobservasi hasilnya harus diamputasi, karena bagian ujungnya sudah mati rasa,” ujar Paman MS, Taufik, Selasa (4/2) di RS Lavalette.
MS dijadwalkan operasi sore ini pukul 18.00. Bagian jari tengah itu akan dipotong kukunya. Sebelum dioperasi terlihat kukunya memang sudah menghitam.
“Nanti dipotong sedikit ujungnya, sampai garis di bawah kuku. Lalu lihat perkembangan apakakah perlu dipotong lagi atau tidak, semoga tidak,” sambungnya.
Sebelum menjalani operasi, MS harus berpuasa seharian. Taufik bercerita MS sempat ingin minum karena kehausan. “Dia tadi sudah nggak tahan lihat air kepengin minum tapi kan nggak boleh,” cerita dia.
Soal kondisi psikologis, pihak keluarga mengaku semalam telah memberikan pemahaman kepada MS. Didampingi psikolog, MS akhirnya menyetujui adanya operasi amputasi.
“Ponakan saya itu memang diam. Kalau ada apa-apa gitu dia ya tertutup orangnya. Makannya kalau suruh cerita kronologi saya nggak bisa, karena masih susah cerita dia,” ungkapnya.
Dalam kasus ini, Taufik hanya berharap jalan keluar yang terbaik. Soal proses hukum yang dijalani ia mengaku manut saja. Yang terpenting baginya saat ini adalah psikologis keponakannya.
“Semoga ada efek jera dan pertanggungjawaban Apalagi kalau sudah sampe masuk ke ranah hukum itu di luar kami sebagai keluarga. Kami menghargai mediasi sehingga tidak melapor,” beber Taufik.
Sementara di luar RS Lavalette, sejumlah organisasi melakukan doa bersama untuk MS. Belasan perwakilan organisasi salah satunya juga dari Women Crisis Center by Dian Mutiara. Mereka berdoa bersama keluarga MS.
“Kita mendoakan agar operasi yang dijalankan MS lancar begitu juga proses hukumnya semoga dilancarkan. Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Agar para orang tua yang anaknya bersekolah dijamin keamanan dan kenyamanannya,” kata Ketua WCC, Sri Wahyuningsih.
Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia

KOTA MALANG – Nasib malang menimpa MS, 13 tahun SMPN 16 Malang. Belum tuntas traumanya karena diduga dibully 7 temannya. Hari ini (4/2), MS harus menjalani operasi amputasi jari tengah sebelah kanan. Kondisi ini
“Jarinya sudah mati rasa. Setelah diobservasi hasilnya harus diamputasi, karena bagian ujungnya sudah mati rasa,” ujar Paman MS, Taufik, Selasa (4/2) di RS Lavalette.
MS dijadwalkan operasi sore ini pukul 18.00. Bagian jari tengah itu akan dipotong kukunya. Sebelum dioperasi terlihat kukunya memang sudah menghitam.
“Nanti dipotong sedikit ujungnya, sampai garis di bawah kuku. Lalu lihat perkembangan apakakah perlu dipotong lagi atau tidak, semoga tidak,” sambungnya.
Sebelum menjalani operasi, MS harus berpuasa seharian. Taufik bercerita MS sempat ingin minum karena kehausan. “Dia tadi sudah nggak tahan lihat air kepengin minum tapi kan nggak boleh,” cerita dia.
Soal kondisi psikologis, pihak keluarga mengaku semalam telah memberikan pemahaman kepada MS. Didampingi psikolog, MS akhirnya menyetujui adanya operasi amputasi.
“Ponakan saya itu memang diam. Kalau ada apa-apa gitu dia ya tertutup orangnya. Makannya kalau suruh cerita kronologi saya nggak bisa, karena masih susah cerita dia,” ungkapnya.
Dalam kasus ini, Taufik hanya berharap jalan keluar yang terbaik. Soal proses hukum yang dijalani ia mengaku manut saja. Yang terpenting baginya saat ini adalah psikologis keponakannya.
“Semoga ada efek jera dan pertanggungjawaban Apalagi kalau sudah sampe masuk ke ranah hukum itu di luar kami sebagai keluarga. Kami menghargai mediasi sehingga tidak melapor,” beber Taufik.
Sementara di luar RS Lavalette, sejumlah organisasi melakukan doa bersama untuk MS. Belasan perwakilan organisasi salah satunya juga dari Women Crisis Center by Dian Mutiara. Mereka berdoa bersama keluarga MS.
“Kita mendoakan agar operasi yang dijalankan MS lancar begitu juga proses hukumnya semoga dilancarkan. Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Agar para orang tua yang anaknya bersekolah dijamin keamanan dan kenyamanannya,” kata Ketua WCC, Sri Wahyuningsih.
Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/