alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Dentuman Misterius Bakal Berlanjut, BMKG Malang Minta Warga Tenang

MALANG KOTA – Dentuman misterius yang selama ini menghantui warga Malang Raya akhirnya terungkap dari mana asalnya, yakni thunderstorm atau badai petir. Kepala BMKG Geofisika Malang, Mamuri, menjelaskan fenomena tersebut diprediksi bakal sering terjadi selama wilayah Malang Raya masih diselimuti cuaca ekstrem.

“Prediksi fenomena tersebut sampai kapan, jadi tergantung kumpulan awan yang terbentuk. Selama ada awan CB (Cumulosnibus) yang mengakibatkan badai petir, dentuman itu bisa saja terulang kembali,” ujar Mamuri kepada Radar Malang Kamis (4/1).

“Ditambah saat ini masih puncak musim hujan dan cuaca ekstrem, kemungkinan awan CB terbentuk sangat besar dan peluang dentuman itu berulang kembali juga besar.” tambahnya.

Terkait badai La Nina yang mengakibatkan curah hujan semakin tinggi. Mamuri juga mengiyakan fenomena tersebut sebagai salah satu penyebab dentuman misterius yang terjadi di Malang Raya.

“Terkait badai La Nina, karena iklim ini kan saling terkait. Jadi pasti ada hubungannya satu sama lain. Curah hujan tinggi mengakibatkan terbentuknya awan CB dan awan tersebut yang menyebabkan thunderstorm atau badai petir,” terang Mamuri.

Lebih lanjut, Mamuri juga memberikan himbauan kepada masyarakat Malang Raya bahwa sumber dentuman misterius itu belum final, tapi paling mendekati kebenarannya. Ia berharap masyarakat tetap tenang dan selalu waspada pada kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini.

“Pertama, sumber dentuman dari petir belum final, namun peluang kebenarannya paling besar. Jadi kita masih lanjutkan penyelidikan. Untuk yang kedua himbauannya kepada masyarakat agar tetap tenang, namun harus waspada selama cuaca ekstrem saat ini. Hindari wilayah berpotensi banjir dan tanah longsor,” pungkasnya.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Dentuman misterius yang selama ini menghantui warga Malang Raya akhirnya terungkap dari mana asalnya, yakni thunderstorm atau badai petir. Kepala BMKG Geofisika Malang, Mamuri, menjelaskan fenomena tersebut diprediksi bakal sering terjadi selama wilayah Malang Raya masih diselimuti cuaca ekstrem.

“Prediksi fenomena tersebut sampai kapan, jadi tergantung kumpulan awan yang terbentuk. Selama ada awan CB (Cumulosnibus) yang mengakibatkan badai petir, dentuman itu bisa saja terulang kembali,” ujar Mamuri kepada Radar Malang Kamis (4/1).

“Ditambah saat ini masih puncak musim hujan dan cuaca ekstrem, kemungkinan awan CB terbentuk sangat besar dan peluang dentuman itu berulang kembali juga besar.” tambahnya.

Terkait badai La Nina yang mengakibatkan curah hujan semakin tinggi. Mamuri juga mengiyakan fenomena tersebut sebagai salah satu penyebab dentuman misterius yang terjadi di Malang Raya.

“Terkait badai La Nina, karena iklim ini kan saling terkait. Jadi pasti ada hubungannya satu sama lain. Curah hujan tinggi mengakibatkan terbentuknya awan CB dan awan tersebut yang menyebabkan thunderstorm atau badai petir,” terang Mamuri.

Lebih lanjut, Mamuri juga memberikan himbauan kepada masyarakat Malang Raya bahwa sumber dentuman misterius itu belum final, tapi paling mendekati kebenarannya. Ia berharap masyarakat tetap tenang dan selalu waspada pada kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini.

“Pertama, sumber dentuman dari petir belum final, namun peluang kebenarannya paling besar. Jadi kita masih lanjutkan penyelidikan. Untuk yang kedua himbauannya kepada masyarakat agar tetap tenang, namun harus waspada selama cuaca ekstrem saat ini. Hindari wilayah berpotensi banjir dan tanah longsor,” pungkasnya.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/