alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Ketahui Tiga Jenis Petir, Thunderstorm di Malang Masuk Kategori Mana?

MALANG KOTA – Dentuman misterius yang ditengarai akibat badai petir alias thunderstorm masih menyisakan beberapa pertanyaan dari masyarakat awam. Salah satunya yakni, mereka beranggapan jika terjadi badai petir seharusnya ada kilatan cahaya yang terlihat.

“Kalau petir, kok nggak ada kilatan cahaya sama sekali,” tanya Reni Indrisari, salah satu warga Kota Kota Malang yang memberanikan memeriksa langit malam kala dentuman terjadi.

Menanggapi hal itu, Kepala BMKG Geofisika Malang, Mamuri menjelaskan, secara umum, petir terbagi dalam 3 jenis. Pertama petir berada pada satu awan yang sama, kedua petir yang terjadi pada awan berbeda dan terakhir paling bahaya, petir yang menyambar ke tanah,” jelas Mamuri kepada Radar Malang Kamis (4/1).

jenis petir yang merambat ke tanah inilah yang seringkali mengakibatkan munculnya kilatan cahata. Pada kasus dentuman di Malang dan sekitarnya, diprediksi petir hanya berada di atas langit, berada di awan yang sama atau di awan yang berbeda.

“Petir tak turun ke tanah, sehingga tidak ada kilatan cahaya, tapi bunyinya merambat di atas langit sehingga terdengar seperti dentuman,” tambahnya.

Mamuri menambahkan, petir yang hanya berada di atas langit tidak membahayakan aktifitas warga. Maka dari itu, ia berharap masyarakat Malang Raya tetap bersikap tenang terkait fenomena alam tersebut.

“Badai petir kemarin sepertinya hanya di atas, antara awan dengan awan. Jadi tidak ada pengaruhnya dengan barang-barang elektronik maupun handphone. Untuk warga Malang Raya diharap tenang, akan tetapi harus selalu waspada terkait cuaca ekstrim yang bisa memicu bencana alam seperti tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang,” pungkas Mamuri.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Dentuman misterius yang ditengarai akibat badai petir alias thunderstorm masih menyisakan beberapa pertanyaan dari masyarakat awam. Salah satunya yakni, mereka beranggapan jika terjadi badai petir seharusnya ada kilatan cahaya yang terlihat.

“Kalau petir, kok nggak ada kilatan cahaya sama sekali,” tanya Reni Indrisari, salah satu warga Kota Kota Malang yang memberanikan memeriksa langit malam kala dentuman terjadi.

Menanggapi hal itu, Kepala BMKG Geofisika Malang, Mamuri menjelaskan, secara umum, petir terbagi dalam 3 jenis. Pertama petir berada pada satu awan yang sama, kedua petir yang terjadi pada awan berbeda dan terakhir paling bahaya, petir yang menyambar ke tanah,” jelas Mamuri kepada Radar Malang Kamis (4/1).

jenis petir yang merambat ke tanah inilah yang seringkali mengakibatkan munculnya kilatan cahata. Pada kasus dentuman di Malang dan sekitarnya, diprediksi petir hanya berada di atas langit, berada di awan yang sama atau di awan yang berbeda.

“Petir tak turun ke tanah, sehingga tidak ada kilatan cahaya, tapi bunyinya merambat di atas langit sehingga terdengar seperti dentuman,” tambahnya.

Mamuri menambahkan, petir yang hanya berada di atas langit tidak membahayakan aktifitas warga. Maka dari itu, ia berharap masyarakat Malang Raya tetap bersikap tenang terkait fenomena alam tersebut.

“Badai petir kemarin sepertinya hanya di atas, antara awan dengan awan. Jadi tidak ada pengaruhnya dengan barang-barang elektronik maupun handphone. Untuk warga Malang Raya diharap tenang, akan tetapi harus selalu waspada terkait cuaca ekstrim yang bisa memicu bencana alam seperti tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang,” pungkas Mamuri.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/