alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Usai Titip Kunci ke Menantu, Nenek Tercebur Sumur Sedalam 4 Meter

KROMENGAN – Nasib nahas menimpa Astanem, warga Jalan Tirtonadi, Kromengan, Kabupaten Malang. Usai menitipkan kunci ke menantunya Waidi, 52, nenek berusia 62 tahun ini terjebur sumur di belakang rumah sedalam 4 meter pada Jumat (4/12) dini hari, pukul 03.00 WIB.

Kapolsek Kromengan AKP Sapto Siswahyudi mengatakan, kronologi kejadian bermula saat Waidi yang tertidur di depan televisi bersama kedua anaknya terbangun karena Astanem tiba-tiba menyelipkan kunci di punggungnya sekira jam 03.00 WIB. Kemudian korban menuju belakang rumah.

“Karena curiga, saksi membuntuti korban sampai ke kamar mandi. Selanjutnya saksi mendengar suara orang tercebur sumur, kemudian saksi meminta tolong untuk menyelamatkan korban,” terangnya.

Lebih lanjut Sapto mengatakan, Astanem terjatuh ke dalam sumur yang sudah tidak dipakai dan tertutup triplek tipis. Ketika Waidi mendatangi lokasi sumur yang berdekatan dengan kamar mandi itu, ia mendapati triplek sudah jebol dan Astanem sudah di dalam sumur.

Ketika berhasil diselamatkan, Astanem masih hidup, ditandai dengan nadinya yang masih berdetak. Tetapi ketika dibawa ke rumah sakit, Astanem menghembuskan nafas terakhirnya.

“Hingga saat ini masih diduga sebagai kecelakaan. Sebab tidak ada benda yang hilang dari lemari Astanem. Untuk lebih lanjut, masih kami selidiki,” kata Sapto.

Namun keluarga korban menolak jenazah Astanem untuk diotopsi. Pihak keluarga juga menerima kejadian ini hanya kecelakaan semata. “Keluarga korban juga bersedia membuat pernyataan,” tutupnya.

Pewarta: Septianur Aji Hariyanto, Errica Vannie A

KROMENGAN – Nasib nahas menimpa Astanem, warga Jalan Tirtonadi, Kromengan, Kabupaten Malang. Usai menitipkan kunci ke menantunya Waidi, 52, nenek berusia 62 tahun ini terjebur sumur di belakang rumah sedalam 4 meter pada Jumat (4/12) dini hari, pukul 03.00 WIB.

Kapolsek Kromengan AKP Sapto Siswahyudi mengatakan, kronologi kejadian bermula saat Waidi yang tertidur di depan televisi bersama kedua anaknya terbangun karena Astanem tiba-tiba menyelipkan kunci di punggungnya sekira jam 03.00 WIB. Kemudian korban menuju belakang rumah.

“Karena curiga, saksi membuntuti korban sampai ke kamar mandi. Selanjutnya saksi mendengar suara orang tercebur sumur, kemudian saksi meminta tolong untuk menyelamatkan korban,” terangnya.

Lebih lanjut Sapto mengatakan, Astanem terjatuh ke dalam sumur yang sudah tidak dipakai dan tertutup triplek tipis. Ketika Waidi mendatangi lokasi sumur yang berdekatan dengan kamar mandi itu, ia mendapati triplek sudah jebol dan Astanem sudah di dalam sumur.

Ketika berhasil diselamatkan, Astanem masih hidup, ditandai dengan nadinya yang masih berdetak. Tetapi ketika dibawa ke rumah sakit, Astanem menghembuskan nafas terakhirnya.

“Hingga saat ini masih diduga sebagai kecelakaan. Sebab tidak ada benda yang hilang dari lemari Astanem. Untuk lebih lanjut, masih kami selidiki,” kata Sapto.

Namun keluarga korban menolak jenazah Astanem untuk diotopsi. Pihak keluarga juga menerima kejadian ini hanya kecelakaan semata. “Keluarga korban juga bersedia membuat pernyataan,” tutupnya.

Pewarta: Septianur Aji Hariyanto, Errica Vannie A

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/