alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 23 January 2022

Jangan Kuatir, Desember Ini Deadline Tuntas Jalan Berlubang

KEPANJEN –  Upaya percepatan pemeliharaan jalan berlubang segera dikebut Pemkab Malang. Ini menyusul tewasnya salah satu pengendara yang mengalami kecelakaan akibat terperosok jalan berlubang di Jalan Raya Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kamis lalu (2/12).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat menargetkan, seluruh lubang jalan yang masuk kategori prioritas untuk ditutup bakal tuntas ditambal pada pertengahan Desember ini. “Kami sudah masukkan dalam skala prioritas perubahan anggaran keuangan (PAK),” kata Wahyu.

Pejabat eselon IIA itu tidak memungkiri bahwa pelaksanaan pemeliharaan jalan tersebut tergolong terlambat. Penyebabnya, dalam mekanisme PAK APBD 2021 pihaknya harus melakukan perubahan penjabaran sampai tiga kali. “Jadi agak mundur dan dok PAK-nya juga mundur. Ini berdampak terhadap proses administrasi pelelangannya,” sambung dia.

Meski realitanya pelaksanaan pemeliharaan melalui tahap penunjukkan langsung (PL), Wahyu menuturkan bahwa secara administrasi proses tersebut tetap harus dilakukan. “Maka ini kami percepat melalui PU Bina Marga agar segera melaksanakan pemeliharaan pada ruas yang masuk kategori prioritas itu,” jelas Alumnus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Ir Romdhoni mengatakan, anggaran pemeliharaan yang dialokasikan DPUBM tahun ini mencapai Rp 50 miliar. Namun belum semua ruas jalan yang mengalami kerusakan parah dapat ditangani secara maksimal.(iik/dan)

KEPANJEN –  Upaya percepatan pemeliharaan jalan berlubang segera dikebut Pemkab Malang. Ini menyusul tewasnya salah satu pengendara yang mengalami kecelakaan akibat terperosok jalan berlubang di Jalan Raya Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kamis lalu (2/12).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat menargetkan, seluruh lubang jalan yang masuk kategori prioritas untuk ditutup bakal tuntas ditambal pada pertengahan Desember ini. “Kami sudah masukkan dalam skala prioritas perubahan anggaran keuangan (PAK),” kata Wahyu.

Pejabat eselon IIA itu tidak memungkiri bahwa pelaksanaan pemeliharaan jalan tersebut tergolong terlambat. Penyebabnya, dalam mekanisme PAK APBD 2021 pihaknya harus melakukan perubahan penjabaran sampai tiga kali. “Jadi agak mundur dan dok PAK-nya juga mundur. Ini berdampak terhadap proses administrasi pelelangannya,” sambung dia.

Meski realitanya pelaksanaan pemeliharaan melalui tahap penunjukkan langsung (PL), Wahyu menuturkan bahwa secara administrasi proses tersebut tetap harus dilakukan. “Maka ini kami percepat melalui PU Bina Marga agar segera melaksanakan pemeliharaan pada ruas yang masuk kategori prioritas itu,” jelas Alumnus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Ir Romdhoni mengatakan, anggaran pemeliharaan yang dialokasikan DPUBM tahun ini mencapai Rp 50 miliar. Namun belum semua ruas jalan yang mengalami kerusakan parah dapat ditangani secara maksimal.(iik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru