alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

BMKG Rilis Fakta Baru Dentuman di Malang, Tropospheric Ducting

RADAR MALANG – Usai menyebut thunderstorm sebagai sumber dentuman di Malang beberapa hari lalu, kini Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) merilis temuan baru. Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyebut, fenomena tersebut adalah tropospheric ducting.

Melansir dari akun Instagram @daryonobmkg, pada Jumat (5/2), fenomena tropospheric ducting merupakan kondisi dimana terdapat kiriman petir yang datang dari tempat yang sangat jauh.

“Menjawab misteri suara dentuman: Di sini tidak mendung tak ada petir kok ada dentuman? Ini fenomena “tropospheric ducting”, kiriman petir dari tempat sangat jauh,” tulisnya.

Tropospheric ducting adalah kondisi dimana lapisan udara dingin tertindih oleh udara hangat atau disebut dengan temperature inversion, kondisi ini membuat suara petir tdk menyebar tetapi menjalar ke muka bumi.

“Sehingga suara petir menjadi lebih kuat meski jarak sangat jauh mengikuti saluran audio yang disebut tropospheric ducting,” jelas Daryono

Dentuman yang terjadi di wilayah Malang dan sekitarnya itu memang menimbulkan teka-teki bagi beberapa orang. Lantaran suara dentuman itu terjadi secara tiba-tiba tanpa diikuti adanya petir.

Unggahan Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG itu dinilai dapat memecahkan berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh masyarakat. Sehingga postingan tersebut menuai banyak komentar warganet.

“Alhamdulillah kl memang ada penjelasan logis nya..,” tulis @veenach

“Alhamdulillah akhirnya sudah ada penjelasannya. Sy tinggal di Maluku utara tapi ikut khawatir mendengar kabar beberapa hari lalu tentang bunyi dentuman di malang… semoga semua dalam lindungan Allah SWT. Aamiin,” kata @sayuti_abdullah

“terima kasih mas atas pencerahannya,” tambah @abanginfoofficial.

Penulis : Anggi Dianing

RADAR MALANG – Usai menyebut thunderstorm sebagai sumber dentuman di Malang beberapa hari lalu, kini Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) merilis temuan baru. Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyebut, fenomena tersebut adalah tropospheric ducting.

Melansir dari akun Instagram @daryonobmkg, pada Jumat (5/2), fenomena tropospheric ducting merupakan kondisi dimana terdapat kiriman petir yang datang dari tempat yang sangat jauh.

“Menjawab misteri suara dentuman: Di sini tidak mendung tak ada petir kok ada dentuman? Ini fenomena “tropospheric ducting”, kiriman petir dari tempat sangat jauh,” tulisnya.

Tropospheric ducting adalah kondisi dimana lapisan udara dingin tertindih oleh udara hangat atau disebut dengan temperature inversion, kondisi ini membuat suara petir tdk menyebar tetapi menjalar ke muka bumi.

“Sehingga suara petir menjadi lebih kuat meski jarak sangat jauh mengikuti saluran audio yang disebut tropospheric ducting,” jelas Daryono

Dentuman yang terjadi di wilayah Malang dan sekitarnya itu memang menimbulkan teka-teki bagi beberapa orang. Lantaran suara dentuman itu terjadi secara tiba-tiba tanpa diikuti adanya petir.

Unggahan Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG itu dinilai dapat memecahkan berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh masyarakat. Sehingga postingan tersebut menuai banyak komentar warganet.

“Alhamdulillah kl memang ada penjelasan logis nya..,” tulis @veenach

“Alhamdulillah akhirnya sudah ada penjelasannya. Sy tinggal di Maluku utara tapi ikut khawatir mendengar kabar beberapa hari lalu tentang bunyi dentuman di malang… semoga semua dalam lindungan Allah SWT. Aamiin,” kata @sayuti_abdullah

“terima kasih mas atas pencerahannya,” tambah @abanginfoofficial.

Penulis : Anggi Dianing

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/