alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Di Kantor Radar Malang, Kapolres Ungkap Minimnya Personel

MALANG KOTA – Saat mengunjungi kantor Jawa Pos Radar Malang, kemarin (4/3) Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat SH SIK MH mengaku kaget dengan luasnya wilayah Bumi Kanjuruhan. Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu merasa jumlah personelnya tidak sebanding dengan luas wilayah kerjanya. Karena itu, dia menyadari bahwa polisi tidak bisa bekerja sendiri, sehingga harus menggandeng media.

“Saya tanya bagian SDM Polres Malang, sampai berapa jumlah personel kita. Tidak sampai 1.200 orang. Sementara warga Kabupaten hampir 3 juta jiwa. Kalau bicara police ratio, 1 banding 2500 warga, pakai teori apa pun susah. Karena itu, hal pertama yang saya lakukan adalah meminta dukungan media,” ujar Ferli saat berdiskusi ringan dengan Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya.

Dukungan yang dia butuhkan, terutama soal keamanan masyarakat dan kesehatan. Dalam bidang kesehatan, Ferli sangat mengharap dukungan untuk percepatan vaksinasi. Pria kelahiran 1982 itu memperhatikan, Kabupaten Malang sempat terjadi gap penyelesaian antara dosis 1 dan 2. Jarak vaksinasi dosis 1 terlalu jauh dengan dosis 2. “Kami lihat Polres Malang sedang berjibaku soal vaksinasi,” tegas perwira asal Palembang itu.

Ferli berharap Radar Malang turut mendorong upaya percepatan vaksinasi. Sehingga, Kabupaten Malang bisa tuntas 100 persen capaian vaksinasi dosis 2 maupun booster.

Alumnus Akpol 2004 ini juga menyebut pentingnya kontrol media massa mainstream. Sebab menurut dia masyarakat saat ini sedang berada di tengah lautan hoaks dan disinformasi. “Saya berharap Radar Malang tetap menjadi jangkar kebenaran. Karena hanya lewat media mainstream, gelombang disinformasi dan hoaks media sosial bisa diredakan,” kata Ferli yang didampingi Kasatlantas AKP Agung Fitriansyah, Kasatreskrim AKP Donny K Baralangi, dan Kasi Humas Iptu Achmad Taufik.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya menyebut, tantangan Ferli adalah memahami karakter masyarakat. “Malang itu majemuk. Sejak dulu, sudah berdatangan banyak orang luar. Malang pada umumnya, termasuk Kabupaten Malang adalah heterogen. Sehingga heterogenitas masyarakat inilah tantangan Pak Kapolres,” jelas Tauhid yang didampingi General Manager Don Virgo.

Sebagai media massa, dia mengatakan, Radar Malang siap mendorong kemajuan masyarakat Malang yang majemuk ini. Untuk mendorong kemajuan itu, Tauhid memastikan Radar Malang tetap berpegang pada fungsi pers. Yaitu mengedukasi, menghibur, memberi informasi, dan kontrol sosial.

Misalnya mengedukasi soal vaksinasi dan menangkal hoaks. Serta mendorong kontrol sosial agar masyarakat terbangun. “Prinsipnya, kami mendorong kemajuan. Tidak hanya kontrol sosial, tetapi juga fungsi pers lainnya,” katanya.(fin/dan)

MALANG KOTA – Saat mengunjungi kantor Jawa Pos Radar Malang, kemarin (4/3) Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat SH SIK MH mengaku kaget dengan luasnya wilayah Bumi Kanjuruhan. Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu merasa jumlah personelnya tidak sebanding dengan luas wilayah kerjanya. Karena itu, dia menyadari bahwa polisi tidak bisa bekerja sendiri, sehingga harus menggandeng media.

“Saya tanya bagian SDM Polres Malang, sampai berapa jumlah personel kita. Tidak sampai 1.200 orang. Sementara warga Kabupaten hampir 3 juta jiwa. Kalau bicara police ratio, 1 banding 2500 warga, pakai teori apa pun susah. Karena itu, hal pertama yang saya lakukan adalah meminta dukungan media,” ujar Ferli saat berdiskusi ringan dengan Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya.

Dukungan yang dia butuhkan, terutama soal keamanan masyarakat dan kesehatan. Dalam bidang kesehatan, Ferli sangat mengharap dukungan untuk percepatan vaksinasi. Pria kelahiran 1982 itu memperhatikan, Kabupaten Malang sempat terjadi gap penyelesaian antara dosis 1 dan 2. Jarak vaksinasi dosis 1 terlalu jauh dengan dosis 2. “Kami lihat Polres Malang sedang berjibaku soal vaksinasi,” tegas perwira asal Palembang itu.

Ferli berharap Radar Malang turut mendorong upaya percepatan vaksinasi. Sehingga, Kabupaten Malang bisa tuntas 100 persen capaian vaksinasi dosis 2 maupun booster.

Alumnus Akpol 2004 ini juga menyebut pentingnya kontrol media massa mainstream. Sebab menurut dia masyarakat saat ini sedang berada di tengah lautan hoaks dan disinformasi. “Saya berharap Radar Malang tetap menjadi jangkar kebenaran. Karena hanya lewat media mainstream, gelombang disinformasi dan hoaks media sosial bisa diredakan,” kata Ferli yang didampingi Kasatlantas AKP Agung Fitriansyah, Kasatreskrim AKP Donny K Baralangi, dan Kasi Humas Iptu Achmad Taufik.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya menyebut, tantangan Ferli adalah memahami karakter masyarakat. “Malang itu majemuk. Sejak dulu, sudah berdatangan banyak orang luar. Malang pada umumnya, termasuk Kabupaten Malang adalah heterogen. Sehingga heterogenitas masyarakat inilah tantangan Pak Kapolres,” jelas Tauhid yang didampingi General Manager Don Virgo.

Sebagai media massa, dia mengatakan, Radar Malang siap mendorong kemajuan masyarakat Malang yang majemuk ini. Untuk mendorong kemajuan itu, Tauhid memastikan Radar Malang tetap berpegang pada fungsi pers. Yaitu mengedukasi, menghibur, memberi informasi, dan kontrol sosial.

Misalnya mengedukasi soal vaksinasi dan menangkal hoaks. Serta mendorong kontrol sosial agar masyarakat terbangun. “Prinsipnya, kami mendorong kemajuan. Tidak hanya kontrol sosial, tetapi juga fungsi pers lainnya,” katanya.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/