alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

2.750 Petugas Malang Raya Bersiap Halau Pemudik Mulai Besok

MALANG KOTA – Ini warning bagi anda yang berniat untuk tetap mudik ke wilayah Malang raya. Petugas dari Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu sudah memastikan kesiapannya untuk menerapkan aturan larangan mudik, yang bakal berlaku mulai besok (6/5) hingga 17 Mei nanti.

Bila ditotal, ada 2.750 petugas gabungan dari Malang raya yang akan disiagakan untuk menjaga 35 pos. Dari tiga daerah di Malang raya, Kabupaten Malang menjadi wilayah yang bakal menyiagakan paling banyak petugas. Total ada 1.800 personil gabungan yang akan diturunkan untuk menjaga 20 pos pengamanan. Rinciannya terdiri dari 5 pos check point di jalan utama, 5 pos skala kecil yang digunakan untuk menjaga jalan tikus, 3 pos pelayanan dan 7 posko mudik observasi.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menjelaskan bila 5 titik pos check point itu berada di exit Tol Singosari, Jalan raya Kepuharjo Karangploso, exit Tol Pakis, Exit Tol lawang, dan Terminal Karangkates. ”Kendaraan yang berasal dari luar daerah aglomerasi akan kami putar balikkan,” kata dia. Meski daerah-daerah yang masuk wilayah aglomerasi tetap diperbolehkan masuk, ia menyebut bila pemeriksaan tetap akan dilakukan. Sistemnya dilakukan secara acak. ”Nanti semuanya akan kami berhentikan. Dan akan kami rapid tes. Jika reaktif, akan kami sediakan ruang untuk isolasi selama 5 x 24 jam. Setelahnya akan kami rapid lagi, jika sudah non reaktif, akan kami arahkan untuk kembali ke daerah asalnya,” imbuhnya.

Sementara Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, merinci bila di Kota Malang bakal disiagakan 450 petugas gabungan yang akan menjaga sejumlah pos. ”Nanti ada 6 pos pengamanan dan 1 pos pelayanan,” kata dia kemarin (4/5). Satu pos pelayanan terdapat di Simpang Tiga Universitas Brawijaya (jembatan Soekarno Hatta). Sementara pos pengamanannya ada di PDAM Lama, Stasiun Malang Kotabaru, Terminal Landungsari, Kacuk barat, Simpang Panji Suroso dan Mitra 1 (Alun-Alun).

Ditambahkan Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution, sewaktu-waktu pihaknya juga akan melakukan penyekatan di Exit Tol Madyopuro. Namun pemeriksaan disana tidak digelar selama 24 jam penuh. ”Bila memang ditemukan (pelanggar), maka akan disuruh putar balik,” kata dia. Dengan begitu, total ada 8 pos yang akan mendapat pengawasan dari petugas gabungan di Kota Malang. Dan seperti diketahui, pengawasan di pos-pos itu akan difokuskan pada warga-warga di luar wilayah aglomerasi atau rayon Malang raya.

Sementara itu, kekhawatiran terhadap adanya warga yang mencuri start mudik terbukti benar. Salah satunya tersaji kemarin (4/5) di Kota Batu. Uji coba penyekatan yang dilakukan di Pos Pendem mulai pukul 09.00 berhasil menjaring puluhan kendaraan dari luar wilayah aglomerasi atau rayon Malang raya. Total ada 43 kendaraan yang diperiksa petugas. Dari jumlah itu, 13 kendaraan diantaranya diminta untuk putar balik.

”Tadi ditemui adanya kendaraan yang berasal dari wilayah seperti Surabaya, Madura, Kediri dan lainnya. Itu (semua) kami minta putar balik, ini sebagai awalan (uji coba),” kata Kasat Lantas Polres Batu, AKP Indah Citra Fitriani SIK. Ia mengakui bila pihaknya masih sering menemui kendaraan dari luar wilayah Malang raya yang mencuri start untuk mudik. (rmc/nug/ulf/fik/adn/biy/by)

MALANG KOTA – Ini warning bagi anda yang berniat untuk tetap mudik ke wilayah Malang raya. Petugas dari Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu sudah memastikan kesiapannya untuk menerapkan aturan larangan mudik, yang bakal berlaku mulai besok (6/5) hingga 17 Mei nanti.

Bila ditotal, ada 2.750 petugas gabungan dari Malang raya yang akan disiagakan untuk menjaga 35 pos. Dari tiga daerah di Malang raya, Kabupaten Malang menjadi wilayah yang bakal menyiagakan paling banyak petugas. Total ada 1.800 personil gabungan yang akan diturunkan untuk menjaga 20 pos pengamanan. Rinciannya terdiri dari 5 pos check point di jalan utama, 5 pos skala kecil yang digunakan untuk menjaga jalan tikus, 3 pos pelayanan dan 7 posko mudik observasi.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menjelaskan bila 5 titik pos check point itu berada di exit Tol Singosari, Jalan raya Kepuharjo Karangploso, exit Tol Pakis, Exit Tol lawang, dan Terminal Karangkates. ”Kendaraan yang berasal dari luar daerah aglomerasi akan kami putar balikkan,” kata dia. Meski daerah-daerah yang masuk wilayah aglomerasi tetap diperbolehkan masuk, ia menyebut bila pemeriksaan tetap akan dilakukan. Sistemnya dilakukan secara acak. ”Nanti semuanya akan kami berhentikan. Dan akan kami rapid tes. Jika reaktif, akan kami sediakan ruang untuk isolasi selama 5 x 24 jam. Setelahnya akan kami rapid lagi, jika sudah non reaktif, akan kami arahkan untuk kembali ke daerah asalnya,” imbuhnya.

Sementara Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, merinci bila di Kota Malang bakal disiagakan 450 petugas gabungan yang akan menjaga sejumlah pos. ”Nanti ada 6 pos pengamanan dan 1 pos pelayanan,” kata dia kemarin (4/5). Satu pos pelayanan terdapat di Simpang Tiga Universitas Brawijaya (jembatan Soekarno Hatta). Sementara pos pengamanannya ada di PDAM Lama, Stasiun Malang Kotabaru, Terminal Landungsari, Kacuk barat, Simpang Panji Suroso dan Mitra 1 (Alun-Alun).

Ditambahkan Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution, sewaktu-waktu pihaknya juga akan melakukan penyekatan di Exit Tol Madyopuro. Namun pemeriksaan disana tidak digelar selama 24 jam penuh. ”Bila memang ditemukan (pelanggar), maka akan disuruh putar balik,” kata dia. Dengan begitu, total ada 8 pos yang akan mendapat pengawasan dari petugas gabungan di Kota Malang. Dan seperti diketahui, pengawasan di pos-pos itu akan difokuskan pada warga-warga di luar wilayah aglomerasi atau rayon Malang raya.

Sementara itu, kekhawatiran terhadap adanya warga yang mencuri start mudik terbukti benar. Salah satunya tersaji kemarin (4/5) di Kota Batu. Uji coba penyekatan yang dilakukan di Pos Pendem mulai pukul 09.00 berhasil menjaring puluhan kendaraan dari luar wilayah aglomerasi atau rayon Malang raya. Total ada 43 kendaraan yang diperiksa petugas. Dari jumlah itu, 13 kendaraan diantaranya diminta untuk putar balik.

”Tadi ditemui adanya kendaraan yang berasal dari wilayah seperti Surabaya, Madura, Kediri dan lainnya. Itu (semua) kami minta putar balik, ini sebagai awalan (uji coba),” kata Kasat Lantas Polres Batu, AKP Indah Citra Fitriani SIK. Ia mengakui bila pihaknya masih sering menemui kendaraan dari luar wilayah Malang raya yang mencuri start untuk mudik. (rmc/nug/ulf/fik/adn/biy/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru