alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Sehari Tambah 15 Kasus Covid, Kabupaten Malang Urutan 9 se-Jatim

KABUPATEN – Rekor baru penambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terekam pada Minggu (5/7). Sebanyak 15 pasien positif baru bertambah dalam kurun satu hari. Penambahan ini menjadi yang tertinggi sepanjang masa darurat korona di Kabupaten Malang, sebab rekor sebelumnya penambahan kasus tertinggi adalah 13 pasien dalam sehari.
Data Satgas Covid-19 Kabupaten Malang mencatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif sampai malam ini mencapai 251 orang. Penambahan 15 kasus tersebut berasal dari sembilan kecamatan. Masing-masing satu kasus di Kecamatan Ngajum, Gondanglegi, Wajak, Pagelaran, Kromengan, Lawang, dan Pakisaji. Sementara penambahan terbanyak terjadi di dua kecamatan yakni Singosari dan Kepanjen dengan jumlah pasien terkonfirmasi masing-masing 4 orang.
Bupati Malang yang juga Pembina Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, Drs H M Sanusi, menuturkan bahwa penambahan jumlah kasus positif tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Malang.
“Semua daerah terus mengalami penambahan, Kabupaten Malang sekarang masuk 10 besar (jumlah kasus tertinggi) di Jawa Timur, peringkat sembilan. Ya kami terus evaluasi,” kata Sanusi.
Bupati Malang itu menyampaikan, sampai saat ini pihaknya terus mengoptimalkan kerjasama dengan perguruan tinggi guna menangani dan menekan penambahan jumlah kasus utamanya di wilayah zona merah. Diantaranya yakni Kecamatan Singosari, Kecamatan Lawang, Kecamatan Karangploso, dan Dau.
“Sesuai dengan perintah Presiden Jokowi kepada Gubernur, pemerintah daerah diminta untuk melibatkan tim pakar dan perguruan tinggi. Dan ini sudah kami laksanakan,” jelas Sanusi.
Catatan Radar Malang, empat perguruan tinggi yang telah digandeng pemkab yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang (Unisma), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
“Singosari dikawal oleh UB, Lawang dikawal oleh UIN, Karangploso oleh Unisma, dan Dau oleh UMM,” tambah Sanusi.
Ditanya soal kesanggupannya untuk memenuhi target presiden yakni menurunkan jumlah pasien Covid-19 dalam kurun waktu dua minggu, Sanusi masih optimistis. “Kami lihat saja nanti, kalau nggak cukup ya diperpanjang,” jawabnya.
Pewarta: Farik Fajarwati
Foto: Dok Radar Malang
Editor: Hendarmono Al Sidarto

KABUPATEN – Rekor baru penambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terekam pada Minggu (5/7). Sebanyak 15 pasien positif baru bertambah dalam kurun satu hari. Penambahan ini menjadi yang tertinggi sepanjang masa darurat korona di Kabupaten Malang, sebab rekor sebelumnya penambahan kasus tertinggi adalah 13 pasien dalam sehari.
Data Satgas Covid-19 Kabupaten Malang mencatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif sampai malam ini mencapai 251 orang. Penambahan 15 kasus tersebut berasal dari sembilan kecamatan. Masing-masing satu kasus di Kecamatan Ngajum, Gondanglegi, Wajak, Pagelaran, Kromengan, Lawang, dan Pakisaji. Sementara penambahan terbanyak terjadi di dua kecamatan yakni Singosari dan Kepanjen dengan jumlah pasien terkonfirmasi masing-masing 4 orang.
Bupati Malang yang juga Pembina Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, Drs H M Sanusi, menuturkan bahwa penambahan jumlah kasus positif tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Malang.
“Semua daerah terus mengalami penambahan, Kabupaten Malang sekarang masuk 10 besar (jumlah kasus tertinggi) di Jawa Timur, peringkat sembilan. Ya kami terus evaluasi,” kata Sanusi.
Bupati Malang itu menyampaikan, sampai saat ini pihaknya terus mengoptimalkan kerjasama dengan perguruan tinggi guna menangani dan menekan penambahan jumlah kasus utamanya di wilayah zona merah. Diantaranya yakni Kecamatan Singosari, Kecamatan Lawang, Kecamatan Karangploso, dan Dau.
“Sesuai dengan perintah Presiden Jokowi kepada Gubernur, pemerintah daerah diminta untuk melibatkan tim pakar dan perguruan tinggi. Dan ini sudah kami laksanakan,” jelas Sanusi.
Catatan Radar Malang, empat perguruan tinggi yang telah digandeng pemkab yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang (Unisma), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
“Singosari dikawal oleh UB, Lawang dikawal oleh UIN, Karangploso oleh Unisma, dan Dau oleh UMM,” tambah Sanusi.
Ditanya soal kesanggupannya untuk memenuhi target presiden yakni menurunkan jumlah pasien Covid-19 dalam kurun waktu dua minggu, Sanusi masih optimistis. “Kami lihat saja nanti, kalau nggak cukup ya diperpanjang,” jawabnya.
Pewarta: Farik Fajarwati
Foto: Dok Radar Malang
Editor: Hendarmono Al Sidarto

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/