alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Kebijakan Matikan PJU di Malang Jadi Polemik, Begini Saran Akademisi

MALANG KOTA – Kebijakan Pemkot Malang mematikan PJU (Penerangan Jalan Umum) di sejumlah ruas jalan mulai pukul 20.00 WIB menuai polemik. Banyak warga yang memprotes turunan dari pelaksanaan PPKM Darurat tersebut.

Meskipun bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat pada malam hari, namun kebijakan tersebut tak bisa berdiri sendiri. “Tujuannya sendiri (mematikan PJU) sudah bagus, namun akan lebih efektif lagi jika ditempatkan petugas di lapangan yang bisa mengendalikan mobilitas masyarakat,” ujar Kepala Laboratorium Transportasi dan Pengindraan Jauh Universitas Brawijaya (UB) Hendi Bowo Putro Senin (5/7).

Hendi menambahkan, jika hanya mematikan PJU saja, hal itu tersebut malah dapat menyebabkan peningkatkan kasus kecelakaan dan kejahatan di malam hari. “Dengan kebijakan mematikan lampu itu malah ditakutkan rawan terjadinya kecelakaan. Risiko pejalan kaki dan sepeda bisa tertabrak lebih besar ketika lampu dimatikan,” jelasnya.

Selain itu, tindak kejahatan jalanan atau begal dan tindakan asusila juga dikhawatirkan akan meningkat. Diketahui, beberapa taman atau tempat di wilayah Kota Malang sering dijadikan sebagai tempat berpacaran bagi pasangan muda-mudi.

“Bisa dilihat sendiri, mulai jam 8 malam di sekitar Suhat, Ijen atau Semeru malah banyak yang mojok (pacaran). Ketika lampu dimatikan, seperti memberikan mereka kesempatan untuk berbuat tidak benar (asusila),” pungkas Hendi.

Pewarta: Andika

MALANG KOTA – Kebijakan Pemkot Malang mematikan PJU (Penerangan Jalan Umum) di sejumlah ruas jalan mulai pukul 20.00 WIB menuai polemik. Banyak warga yang memprotes turunan dari pelaksanaan PPKM Darurat tersebut.

Meskipun bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat pada malam hari, namun kebijakan tersebut tak bisa berdiri sendiri. “Tujuannya sendiri (mematikan PJU) sudah bagus, namun akan lebih efektif lagi jika ditempatkan petugas di lapangan yang bisa mengendalikan mobilitas masyarakat,” ujar Kepala Laboratorium Transportasi dan Pengindraan Jauh Universitas Brawijaya (UB) Hendi Bowo Putro Senin (5/7).

Hendi menambahkan, jika hanya mematikan PJU saja, hal itu tersebut malah dapat menyebabkan peningkatkan kasus kecelakaan dan kejahatan di malam hari. “Dengan kebijakan mematikan lampu itu malah ditakutkan rawan terjadinya kecelakaan. Risiko pejalan kaki dan sepeda bisa tertabrak lebih besar ketika lampu dimatikan,” jelasnya.

Selain itu, tindak kejahatan jalanan atau begal dan tindakan asusila juga dikhawatirkan akan meningkat. Diketahui, beberapa taman atau tempat di wilayah Kota Malang sering dijadikan sebagai tempat berpacaran bagi pasangan muda-mudi.

“Bisa dilihat sendiri, mulai jam 8 malam di sekitar Suhat, Ijen atau Semeru malah banyak yang mojok (pacaran). Ketika lampu dimatikan, seperti memberikan mereka kesempatan untuk berbuat tidak benar (asusila),” pungkas Hendi.

Pewarta: Andika

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/