alexametrics
23 C
Malang
Tuesday, 28 June 2022

Malang Raya “Divonis” PSBB, Mall Cuma Buka Sampai Jam 19.00

MALANG – Pemerintah pusat memutuskan untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala besar untuk dua pulau, Jawa dan Bali. Di Jawa Timur, dua daerah yang “divonis” PSBB adalah Kota Surabaya dan Malang Raya meliputi Kota Malang, kabupaten Malang dan Kota Batu.

Kebijakan yang berlaku mulai 11 hingga 25 Januari tersebut membatasi lima aktivitas di masyarakat demi menghindari penyebaran Covid-19 yang lebih masif.

Pembatasan pertama adalah membatasi Work From Office (WFO). WFO hanya menjadi 25 persen dan Work From Home (WFH) menjadi 75 persen.

Kedua, kegiatan belajar mengajar masih akan daring. Ketiga, sektor esensial khusus kebutuhan pokok masih akan beroperasi 100 persen namun dengan protokol kesehatan.

Keempat, dilakukan pembatasan jam buka pusat perbelanjaan alias mal sampai jam 19.00 WIB. Untuk restoran 25 persen dan pemesanan makanan harus take away dan delivery bisa tetap buka.

Kelima, konstruksi masih tetap berjalan 100 persen dengan protokol kesehatan ketat dan rumah ibadah dibatasi 50 persen. Fasilitas umum ditutup sementara dan moda transportasi diatur lebih jauh.

Pemberlakuan PSBB tersebut didasarkan pada beberapa parameter, salah satunya adalah persentase kematian akibat Covid-19, maksimal 3 persen. Di Kota Malang, pada 5 Januari 2021, persentase kematian mencapai 9,8 persen. Total hingga Selasa (5/1/2021), angka kematian pasien Covid-19 di Kota Malang sebanyak 386 orang dari jumlah total kasus Covid-19 di Kota Malang sebanyak 3.924 orang atau 9,84 persen.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Malang, Nur Widianto mengatakan, semua pasien Covid-19 di Kota Malang yang meninggal memiliki penyakit penyerta atau komorbid. “Penyebabnya komorbid. Ada penyakit penyertanya, didominasi diabetes dan hipertensi,” kata Nur Widianto.

Kondisi yang sama juga terlihat di Kota Batu, pada Desember 2020 lalu, tercatat persentase kematian akibat Covid-19 menyentuh angka 8 persen.

Selain persentase kematian, “vonis” PSBB dijatuhkan pada daerah yang memenuhi kriteria meliputi, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional yaitu 82 persen, tingkat kasus aktif di bawah rata-rata tingkat kasus aktif nasional yaitu 14 persen, dan tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) untuk ICU dan isolasi yang di atas 70 persen.

“Penerapan pembatasan secara terbatas tersebut dilakukan di provinsi Jawa Bali, karena di seluruh provinsi tersebut memenuhi seluruh parameter yang ditetapkan,” ujar Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers pada Rabu (6/1/2021).

Pewarta: Inifia

MALANG – Pemerintah pusat memutuskan untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala besar untuk dua pulau, Jawa dan Bali. Di Jawa Timur, dua daerah yang “divonis” PSBB adalah Kota Surabaya dan Malang Raya meliputi Kota Malang, kabupaten Malang dan Kota Batu.

Kebijakan yang berlaku mulai 11 hingga 25 Januari tersebut membatasi lima aktivitas di masyarakat demi menghindari penyebaran Covid-19 yang lebih masif.

Pembatasan pertama adalah membatasi Work From Office (WFO). WFO hanya menjadi 25 persen dan Work From Home (WFH) menjadi 75 persen.

Kedua, kegiatan belajar mengajar masih akan daring. Ketiga, sektor esensial khusus kebutuhan pokok masih akan beroperasi 100 persen namun dengan protokol kesehatan.

Keempat, dilakukan pembatasan jam buka pusat perbelanjaan alias mal sampai jam 19.00 WIB. Untuk restoran 25 persen dan pemesanan makanan harus take away dan delivery bisa tetap buka.

Kelima, konstruksi masih tetap berjalan 100 persen dengan protokol kesehatan ketat dan rumah ibadah dibatasi 50 persen. Fasilitas umum ditutup sementara dan moda transportasi diatur lebih jauh.

Pemberlakuan PSBB tersebut didasarkan pada beberapa parameter, salah satunya adalah persentase kematian akibat Covid-19, maksimal 3 persen. Di Kota Malang, pada 5 Januari 2021, persentase kematian mencapai 9,8 persen. Total hingga Selasa (5/1/2021), angka kematian pasien Covid-19 di Kota Malang sebanyak 386 orang dari jumlah total kasus Covid-19 di Kota Malang sebanyak 3.924 orang atau 9,84 persen.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Malang, Nur Widianto mengatakan, semua pasien Covid-19 di Kota Malang yang meninggal memiliki penyakit penyerta atau komorbid. “Penyebabnya komorbid. Ada penyakit penyertanya, didominasi diabetes dan hipertensi,” kata Nur Widianto.

Kondisi yang sama juga terlihat di Kota Batu, pada Desember 2020 lalu, tercatat persentase kematian akibat Covid-19 menyentuh angka 8 persen.

Selain persentase kematian, “vonis” PSBB dijatuhkan pada daerah yang memenuhi kriteria meliputi, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional yaitu 82 persen, tingkat kasus aktif di bawah rata-rata tingkat kasus aktif nasional yaitu 14 persen, dan tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) untuk ICU dan isolasi yang di atas 70 persen.

“Penerapan pembatasan secara terbatas tersebut dilakukan di provinsi Jawa Bali, karena di seluruh provinsi tersebut memenuhi seluruh parameter yang ditetapkan,” ujar Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers pada Rabu (6/1/2021).

Pewarta: Inifia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/