alexametrics
33C
Malang
Sunday, 18 April 2021

Kasus Dugaan Berita Bohong Gus Idris, Polres Malang Periksa 6 Saksi

MALANG – Polres Malang sudah memeriksa sedikitnya enam orang saksi dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong video Gus Idris. Namun dari enam orang yang juga tim kreatif pemilik nama lengkap Idris Al Marbawy itu, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, pemeriksaan enam orang tersebut, semuanya masih berstatus saksi. “Belum sejauh itu (jadi tersangka). Kami masih klarifikasi, kami juga melakukan langkah berikutnya. Kami harus berkoordinasi dengan dirkrimsus, lalu dirkrimum untuk mendalami keseluruhan,” ujar AKBP Hendri Umar, saat dikonfirmasi, Sabtu (6/3). Ia menyebut, kasus yang dilaporkan Forum Pemuda Milenial Malang Selatan (Fordamas) ini juga masuk kategori sensitif. “Karena itu, kami menyadari bahwa hal ini harus disikapi secara bijak dan harus dengan tepat,” tambahnya.

Baca juga : Polres Malang Seriusi Laporan Dugaan Berita Bohong Gus Idris

Disisi lain pihaknya akan bekerja secara proporsional dan profesional dengan selalu melihat perkembangan dinamika yang ada di masyarakat. “Apabila kami melihat ada kemungkinan kejahatan yang terjadi dan ternyata memang masyarakat dirugikan, dan ada masyarakat yang melaporkan terkait perkara ini pasti kami akan tindaklanjuti,” tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Fordamas menganggap Gus Idris yangb berdakwah berplatfom Youtube merupakan salah satu tokoh masyarakat. Sehingga layak jika masyarakat merasa resah apabila ada pemberitaan penembakan terhadap ulama.

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG – Polres Malang sudah memeriksa sedikitnya enam orang saksi dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong video Gus Idris. Namun dari enam orang yang juga tim kreatif pemilik nama lengkap Idris Al Marbawy itu, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, pemeriksaan enam orang tersebut, semuanya masih berstatus saksi. “Belum sejauh itu (jadi tersangka). Kami masih klarifikasi, kami juga melakukan langkah berikutnya. Kami harus berkoordinasi dengan dirkrimsus, lalu dirkrimum untuk mendalami keseluruhan,” ujar AKBP Hendri Umar, saat dikonfirmasi, Sabtu (6/3). Ia menyebut, kasus yang dilaporkan Forum Pemuda Milenial Malang Selatan (Fordamas) ini juga masuk kategori sensitif. “Karena itu, kami menyadari bahwa hal ini harus disikapi secara bijak dan harus dengan tepat,” tambahnya.

Baca juga : Polres Malang Seriusi Laporan Dugaan Berita Bohong Gus Idris

Disisi lain pihaknya akan bekerja secara proporsional dan profesional dengan selalu melihat perkembangan dinamika yang ada di masyarakat. “Apabila kami melihat ada kemungkinan kejahatan yang terjadi dan ternyata memang masyarakat dirugikan, dan ada masyarakat yang melaporkan terkait perkara ini pasti kami akan tindaklanjuti,” tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Fordamas menganggap Gus Idris yangb berdakwah berplatfom Youtube merupakan salah satu tokoh masyarakat. Sehingga layak jika masyarakat merasa resah apabila ada pemberitaan penembakan terhadap ulama.

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru