alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Infrastruktur Dijatah Rp 260 Miliar, Jalibar Kebagian Rp 3 Miliar

KEPANJEN – Anggaran infrastruktur tahun ini di Kabupaten Malang memang besar, yakni mencapai Rp 260 miliar. Tapi perbaikan maupun peningkatan jalan tidak bisa langsung digarap. Sebab, banyak ruas yang pengerjaannya harus melalui lelang.

Karena itu, keluhan masyarakat atas banyaknya jalan berlubang di sepanjang Jalur Lingkar Barat (Jalibar) direspons dengan penambalan sementara. Pantauan wartawan koran ini di lokasi, beberapa pekerja tampak menutup lubang jalan dengan bebatuan. Setelah lubang tertutup, aspal yang sudah dipanaskan tersebut lantas disiramkan ke lubang jalan tersebut. Mobil alat berat dipakai untuk menghaluskan permukaan tambalan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Suwignyo mengatakan, pihaknya melakukan penambalan jalan sejak 4 April lalu. Penambalan jalan itu dilakukan sebagai solusi awal.

Sebenarnya, kata Suwignyo, pihaknya sudah merancang peningkatan jalan di sepanjang Jalibar. Nilai proyeknya mencapai Rp 3 miliar, sehingga harus melalui proses lelang. ”Hari ini (kemarin, 5/4) juga lanjut proses penambalan jalan,” kata Suwignyo ditemui di sela-sela menambal jalan.

Menurutnya, penambalan jalan adalah pengerjaan yang bisa dilakukan secara mendadak. Sebab, nilainya tidak lebih dari Rp 200 juta. Bahkan bisa kurang. Itu tergantung jumlah lubang yang perlu ditambal.

Karena nilai kontraknya di bawah Rp 200 juta, maka pengerjaan bisa melalui proses penunjukan langsung (PL). ”Ini termasuk (paket) pemeliharaan rutin,” beber pejabat eselon III A Pemkab Malang itu.

Suwignyo memaparkan, tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran peningkatan Jalibar sekitar Rp 3 miliar. Anggaran tersebut sudah masuk Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) DPUBM 2022. Begitu muncul pemenang lelang, Jalibar bisa langsung digeber hot mix.

Dia mengatakan, saat ini proses bidding masih bergulir secara terbuka. Peserta lelang harus memenuhi banyak persyaratan. Pemenangnya ditentukan berdasarkan pemenuhan persyaratan dan nilai lelang terendah. ”Saat ini proses lelang, nilainya Rp 3 miliar tahun 2022 ini,” katanya.

Suwignyo memastikan, peningkatan jalan di ruas sepanjang jalibar bakal rampung tahun ini. Untuk proses lelangnya saja, dia memperkirakan tuntas dalam waktu beberapa bulan ke depan. ”Kami perkirakan pertengahan Mei depan sudah ada pemenang lelang. Sekaligus langsung pengerjaan,” tambahnya.

Selama menunggu proses lelang, kata Suwignyo, DPUBM menggiatkan sapu lubang. Sehingga jalan yang berlubang bisa ditambal sementara sembari menunggu peningkatan.(fin/dan)

 

KEPANJEN – Anggaran infrastruktur tahun ini di Kabupaten Malang memang besar, yakni mencapai Rp 260 miliar. Tapi perbaikan maupun peningkatan jalan tidak bisa langsung digarap. Sebab, banyak ruas yang pengerjaannya harus melalui lelang.

Karena itu, keluhan masyarakat atas banyaknya jalan berlubang di sepanjang Jalur Lingkar Barat (Jalibar) direspons dengan penambalan sementara. Pantauan wartawan koran ini di lokasi, beberapa pekerja tampak menutup lubang jalan dengan bebatuan. Setelah lubang tertutup, aspal yang sudah dipanaskan tersebut lantas disiramkan ke lubang jalan tersebut. Mobil alat berat dipakai untuk menghaluskan permukaan tambalan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Suwignyo mengatakan, pihaknya melakukan penambalan jalan sejak 4 April lalu. Penambalan jalan itu dilakukan sebagai solusi awal.

Sebenarnya, kata Suwignyo, pihaknya sudah merancang peningkatan jalan di sepanjang Jalibar. Nilai proyeknya mencapai Rp 3 miliar, sehingga harus melalui proses lelang. ”Hari ini (kemarin, 5/4) juga lanjut proses penambalan jalan,” kata Suwignyo ditemui di sela-sela menambal jalan.

Menurutnya, penambalan jalan adalah pengerjaan yang bisa dilakukan secara mendadak. Sebab, nilainya tidak lebih dari Rp 200 juta. Bahkan bisa kurang. Itu tergantung jumlah lubang yang perlu ditambal.

Karena nilai kontraknya di bawah Rp 200 juta, maka pengerjaan bisa melalui proses penunjukan langsung (PL). ”Ini termasuk (paket) pemeliharaan rutin,” beber pejabat eselon III A Pemkab Malang itu.

Suwignyo memaparkan, tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran peningkatan Jalibar sekitar Rp 3 miliar. Anggaran tersebut sudah masuk Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) DPUBM 2022. Begitu muncul pemenang lelang, Jalibar bisa langsung digeber hot mix.

Dia mengatakan, saat ini proses bidding masih bergulir secara terbuka. Peserta lelang harus memenuhi banyak persyaratan. Pemenangnya ditentukan berdasarkan pemenuhan persyaratan dan nilai lelang terendah. ”Saat ini proses lelang, nilainya Rp 3 miliar tahun 2022 ini,” katanya.

Suwignyo memastikan, peningkatan jalan di ruas sepanjang jalibar bakal rampung tahun ini. Untuk proses lelangnya saja, dia memperkirakan tuntas dalam waktu beberapa bulan ke depan. ”Kami perkirakan pertengahan Mei depan sudah ada pemenang lelang. Sekaligus langsung pengerjaan,” tambahnya.

Selama menunggu proses lelang, kata Suwignyo, DPUBM menggiatkan sapu lubang. Sehingga jalan yang berlubang bisa ditambal sementara sembari menunggu peningkatan.(fin/dan)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/