alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Kasus Konten YouTube, Polres Malang Tetapkan Gus Idris Jadi Tersangka

MALANG – Gegara konten YouTube, Idris Al Marbawy atau akrab disapa Gus Idris akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Malang. Menyusul hasil gelar perkara kasus video penembakan terhadap dirinya yang diduga hoaks. Namun pengasuh Pondok Pesantren di Ngajum, Kabupaten Malang itu belum dilakukan penahanan.

Gus Idris resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Malang setelah dilakukan gelar perkara Selasa pekan lalu (29/6). Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi membenarkan kabar penetapan tersangka tersebut. “Iya mas, kami telah menetapkan Gus Idris (sebagai tersangka) dalam perkara ini,” terangnya melalui pesan singkat whatsapp Senin malam (5/7).

Donny menyatakan pihaknya belum melakukan penahanan terhadap pengasuh Ponpes Thoriqul Jannah, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum itu. Rencananya, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lagi kepada tersangka. “Besok ada pemeriksaan lagi,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Blitar tersebut.

Sebelumnya, kasus video penembakan yang diduga hoaks tersebut dilaporkan beberapa pihak ke Polres Malang. Di antaranya Forum Pemuda Milenial Malang Selatan (Fordammas), LTN-NU Kabupaten Malang, Satkorcab Banser Kabupaten Malang, Duta Pancasila hingga LSM Lingga Nusantara pada 9 April silam.

Seperti diketahui, kasus tersebut bermula dari kehebohan di jagad medsos saat akun YouTube Kurabatok TV memposting video berisi kejadian seolah-olah Gus Idris menjadi korban penembakan.

Namun berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, video tersebut diduga hanya settingan untuk konten Youtube. Selain itu, saat dicek kembali di kanal YouTube Kurabatok TV, konten tersebut sudah tidak ditemukan lagi.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG – Gegara konten YouTube, Idris Al Marbawy atau akrab disapa Gus Idris akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Malang. Menyusul hasil gelar perkara kasus video penembakan terhadap dirinya yang diduga hoaks. Namun pengasuh Pondok Pesantren di Ngajum, Kabupaten Malang itu belum dilakukan penahanan.

Gus Idris resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Malang setelah dilakukan gelar perkara Selasa pekan lalu (29/6). Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi membenarkan kabar penetapan tersangka tersebut. “Iya mas, kami telah menetapkan Gus Idris (sebagai tersangka) dalam perkara ini,” terangnya melalui pesan singkat whatsapp Senin malam (5/7).

Donny menyatakan pihaknya belum melakukan penahanan terhadap pengasuh Ponpes Thoriqul Jannah, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum itu. Rencananya, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lagi kepada tersangka. “Besok ada pemeriksaan lagi,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Blitar tersebut.

Sebelumnya, kasus video penembakan yang diduga hoaks tersebut dilaporkan beberapa pihak ke Polres Malang. Di antaranya Forum Pemuda Milenial Malang Selatan (Fordammas), LTN-NU Kabupaten Malang, Satkorcab Banser Kabupaten Malang, Duta Pancasila hingga LSM Lingga Nusantara pada 9 April silam.

Seperti diketahui, kasus tersebut bermula dari kehebohan di jagad medsos saat akun YouTube Kurabatok TV memposting video berisi kejadian seolah-olah Gus Idris menjadi korban penembakan.

Namun berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, video tersebut diduga hanya settingan untuk konten Youtube. Selain itu, saat dicek kembali di kanal YouTube Kurabatok TV, konten tersebut sudah tidak ditemukan lagi.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/