alexametrics
22 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Kalian Adalah Pasukan Pendarat, Camkan Itu..!

MALANG- Upacara pembaretan sebanyak 273 prajurit Remaja Korps Marinir dilakukan oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto di Desa Tulungrejo, Donomulyo, Kab. Malang Jawa Timur, Jumat (05/082022). Prajurit sebanyak itu antara lain terdiri dari 25 Perwira Remaja AAL Angkatan LXVII dan 248 Tamtama Remaja Angkatan XLI/I Korps Marinir.

“Diiringi gemuruh ombak besar tak henti menghantam kerasnya karang hitam yang kokoh Pantai Baruna, dari tempat inilah akan lahir dan dikukuhkan prajurit Remaja Korps Marinir yang tangguh, militan, serta pantang menyerah,” ujar Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto kepada para prajurit.

Sebelum menyandang Baret Ungu, para prajurit ini telah lulus tahapan pendidikan yang berat. Selama 12 bulan ditempa mulai dari Puslatdiksarmil, Kodikmar dengan 90 hari latihan meliputi tahap komando, tahap laut, tahap hutan, gerilya lawan gerilya dan lintas medan sejauh 300 KM yang dikenal dengan Limed Banyuwangi -Surabaya, serta kursus pemantapan selama satu bulan di Komando Latih Korps Marinir melengkapi bekal ilmu sebagai pasukan pendarat Korps Marinir.

Dalam amanatnya, disampaikan Dankormar, upacara pembaretan ini bukanlah sekadar rangkaian seremonial semata. Salah satu implementasi pembinaan tradisi kultural dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam bentuk pembinaan karakter, penanaman rasa kebanggaan, kehormatan diri dan kencintaan korps.

Dari acara ini merupakan salah satu pembuktian bahwa angkatan laut sangat serius dalam membangun kekuatan Matra Laut menjadi lebih professional, modern dan tangguh selaras dengan tujuan dan penekanan Kasal Laksamana TNI Angkatan Laut Yudo Margono.

“Pemakaian baret ungu Korps Marinir bukan hanya sebagai simbol identitas diri, namun mengamanahkan tuntutan untuk selalu menjaga kehormatan dan kebanggaan Korps dalam tugas dan pengabdian sebagai garda terdepan bangsa. Tentunya dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa konsekuensi, menjadi seorang prajurit Korps Marinir menuntut tanggung jawab untuk berperilaku dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai luhur tuntunan prajurit Korps Marinir sebagai landasan moral dalam setiap penugasan. Oleh karena itu jaga dan pelihara kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit-prajurit petarung yang profesional, religius, humanis dan handal di segala medan operasi, memiliki karakter, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kebenaran dan kejujuran, serta rela untuk berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

“Selamat bergabung di Korps Baret Ungu, kalian adalah pasukan pendarat, camkan itu, dari pantai kalian menyerbu dituntut untuk bertempur dan nyawa sebagai taruhannya, jangan cengeng jadilah prajurit militan dan profesional”, pungkasnya. Turut hadir pada acara pembaretan Danpasmar 2, Dankodikmar, Kadepmar AAL, Dankolatmar, Danlanmar Surabaya, Dankolak serta Dansatlak jajaran Pasmar 2. (*/mas)

MALANG- Upacara pembaretan sebanyak 273 prajurit Remaja Korps Marinir dilakukan oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto di Desa Tulungrejo, Donomulyo, Kab. Malang Jawa Timur, Jumat (05/082022). Prajurit sebanyak itu antara lain terdiri dari 25 Perwira Remaja AAL Angkatan LXVII dan 248 Tamtama Remaja Angkatan XLI/I Korps Marinir.

“Diiringi gemuruh ombak besar tak henti menghantam kerasnya karang hitam yang kokoh Pantai Baruna, dari tempat inilah akan lahir dan dikukuhkan prajurit Remaja Korps Marinir yang tangguh, militan, serta pantang menyerah,” ujar Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto kepada para prajurit.

Sebelum menyandang Baret Ungu, para prajurit ini telah lulus tahapan pendidikan yang berat. Selama 12 bulan ditempa mulai dari Puslatdiksarmil, Kodikmar dengan 90 hari latihan meliputi tahap komando, tahap laut, tahap hutan, gerilya lawan gerilya dan lintas medan sejauh 300 KM yang dikenal dengan Limed Banyuwangi -Surabaya, serta kursus pemantapan selama satu bulan di Komando Latih Korps Marinir melengkapi bekal ilmu sebagai pasukan pendarat Korps Marinir.

Dalam amanatnya, disampaikan Dankormar, upacara pembaretan ini bukanlah sekadar rangkaian seremonial semata. Salah satu implementasi pembinaan tradisi kultural dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam bentuk pembinaan karakter, penanaman rasa kebanggaan, kehormatan diri dan kencintaan korps.

Dari acara ini merupakan salah satu pembuktian bahwa angkatan laut sangat serius dalam membangun kekuatan Matra Laut menjadi lebih professional, modern dan tangguh selaras dengan tujuan dan penekanan Kasal Laksamana TNI Angkatan Laut Yudo Margono.

“Pemakaian baret ungu Korps Marinir bukan hanya sebagai simbol identitas diri, namun mengamanahkan tuntutan untuk selalu menjaga kehormatan dan kebanggaan Korps dalam tugas dan pengabdian sebagai garda terdepan bangsa. Tentunya dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa konsekuensi, menjadi seorang prajurit Korps Marinir menuntut tanggung jawab untuk berperilaku dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai luhur tuntunan prajurit Korps Marinir sebagai landasan moral dalam setiap penugasan. Oleh karena itu jaga dan pelihara kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit-prajurit petarung yang profesional, religius, humanis dan handal di segala medan operasi, memiliki karakter, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kebenaran dan kejujuran, serta rela untuk berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

“Selamat bergabung di Korps Baret Ungu, kalian adalah pasukan pendarat, camkan itu, dari pantai kalian menyerbu dituntut untuk bertempur dan nyawa sebagai taruhannya, jangan cengeng jadilah prajurit militan dan profesional”, pungkasnya. Turut hadir pada acara pembaretan Danpasmar 2, Dankodikmar, Kadepmar AAL, Dankolatmar, Danlanmar Surabaya, Dankolak serta Dansatlak jajaran Pasmar 2. (*/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/