alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Siang Ini, Jembatan Pelangi Diresmikan

KEPANJEN – Jembatan Pelangi di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur bakal diresmikan hari ini (7/4). Jika tidak ada aral melintang, peresmian akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM.

Jembatan yang biaya pembangunannya menghabiskan Rp 24,7 miliar tersebut merupakan akses utama menuju wisata Pantai Balekambang. Sebelum jembatan pelangi dibangun, para wisatawan kerap mengeluhkan akses menuju Pantai Balekambang, terutama saat melintasi jurang mayit di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Kawasan jurang mayit sangat membahayakan karena melintasi turunan terlalu curam. Saat berada di turunan curam, tidak sedikit kendaraan yang tidak kuat menanjak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Romdhoni melalui Sekdin Suwignyo mengatakan, jembatan ini dibangun menggunakan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sistem penganggarannya multiyear (tahun jamak).

“Proyek berlangsung sejak 2017 dan berakhir pada 2021. Jika tak ada perubahan, maka besok (hari ini) akan diresmikan oleh Bu Gubernur bersama Pak Bupati,” ujar Suwignyo, kemarin.

Dari data yang dihimpun koran ini, jembatan ini sepanjang 120 meter dengan lebar sekitar 7 meter. Proses pembangunannya melalui lima tahap. Tahun pertama, DPUBM membangun abutment (kepala jembatan) 1, dua pilar, serta fondasi abutment 2.

Tahun berikutnya, pemerintah daerah mendirikan penyambung jalan-jembatan (opritan) utara dan selatan. Serta membangun abutment 2 jembatan bentang 1. Tahun ketiga, Pemkab memasang jembatan bentang 2 dan bentang 3. Tahun keempat, dibangun rangka pengangkat serta instalasi rangka baja, serta pengecoran lantai jembatan.

Terakhir, Pemkab Malang merapikan trotoar dan overlay. Proyek tersebut merupakan upaya Pemkab Malang mendukung pemerintah pusat. Karena area pantai Malang Selatan masuk dalam kawasan strategis pariwisata nasional. Selain itu, jembatan ini juga menghapus stigma berbahaya jurang Mayit. “Jembatan ini menyambung akses menuju banyak pantai andalan di Kabupaten Malang,” tambahnya.

Selain itu, Pemkab Malang berharap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa meningkat. Karena sekarang wisatawan semakin mudah mengakses pantai di Malang Selatan. Belum lagi ada sekitar puluhan kilometer Jalur Lintas Selatan (JLS) yang turut mendukung pengembangan pantai. Jalur ini membentang di sepanjang pantai selatan Malang dari Pantai Sendangbiru (Kecamatan Sumbermanjing Wetan) menuju Desa Kedungsalam (Kecamatan Donomulyo).

Desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar. Rencananya, siang ini gubernur Jatim sudah tiba di jembatan untuk peresmian. Dengan harapan akan semakin banyak wisatawan yang mau melintasi kawasan Bantur untuk menuju pantai.(fin/dan)

KEPANJEN – Jembatan Pelangi di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur bakal diresmikan hari ini (7/4). Jika tidak ada aral melintang, peresmian akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM.

Jembatan yang biaya pembangunannya menghabiskan Rp 24,7 miliar tersebut merupakan akses utama menuju wisata Pantai Balekambang. Sebelum jembatan pelangi dibangun, para wisatawan kerap mengeluhkan akses menuju Pantai Balekambang, terutama saat melintasi jurang mayit di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Kawasan jurang mayit sangat membahayakan karena melintasi turunan terlalu curam. Saat berada di turunan curam, tidak sedikit kendaraan yang tidak kuat menanjak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Romdhoni melalui Sekdin Suwignyo mengatakan, jembatan ini dibangun menggunakan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sistem penganggarannya multiyear (tahun jamak).

“Proyek berlangsung sejak 2017 dan berakhir pada 2021. Jika tak ada perubahan, maka besok (hari ini) akan diresmikan oleh Bu Gubernur bersama Pak Bupati,” ujar Suwignyo, kemarin.

Dari data yang dihimpun koran ini, jembatan ini sepanjang 120 meter dengan lebar sekitar 7 meter. Proses pembangunannya melalui lima tahap. Tahun pertama, DPUBM membangun abutment (kepala jembatan) 1, dua pilar, serta fondasi abutment 2.

Tahun berikutnya, pemerintah daerah mendirikan penyambung jalan-jembatan (opritan) utara dan selatan. Serta membangun abutment 2 jembatan bentang 1. Tahun ketiga, Pemkab memasang jembatan bentang 2 dan bentang 3. Tahun keempat, dibangun rangka pengangkat serta instalasi rangka baja, serta pengecoran lantai jembatan.

Terakhir, Pemkab Malang merapikan trotoar dan overlay. Proyek tersebut merupakan upaya Pemkab Malang mendukung pemerintah pusat. Karena area pantai Malang Selatan masuk dalam kawasan strategis pariwisata nasional. Selain itu, jembatan ini juga menghapus stigma berbahaya jurang Mayit. “Jembatan ini menyambung akses menuju banyak pantai andalan di Kabupaten Malang,” tambahnya.

Selain itu, Pemkab Malang berharap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa meningkat. Karena sekarang wisatawan semakin mudah mengakses pantai di Malang Selatan. Belum lagi ada sekitar puluhan kilometer Jalur Lintas Selatan (JLS) yang turut mendukung pengembangan pantai. Jalur ini membentang di sepanjang pantai selatan Malang dari Pantai Sendangbiru (Kecamatan Sumbermanjing Wetan) menuju Desa Kedungsalam (Kecamatan Donomulyo).

Desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar. Rencananya, siang ini gubernur Jatim sudah tiba di jembatan untuk peresmian. Dengan harapan akan semakin banyak wisatawan yang mau melintasi kawasan Bantur untuk menuju pantai.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/