alexametrics
Friday, August 14, 2020

Heboh Pesan Berantai 30 Karyawan BRI Malang Terpapar Covid-19

- Advertisement -
- Advertisement -

MALANG KOTA – Jagad maya dihebohkan dengan adanya pesan yang tersebar di grup WhatsApp (WA) mengenai adanya sekitar 30 karyawan BRI Malang yang terjangkit Covid-19.
Dalam pesan yang tersebar juga tertulis bahwa ada dua karyawan BRI Kanwil Malang yang meninggal karena Covid-19 sehingga layanan di BRI Malang serta cabang BRI lainnya di kota Malang ditutup hari ini (7/7).

Dikonfirmasi terkait hal ini, juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang dr Husnul Muarif membenarkan adanya karyawan BRI yang meninggal, statusnya adalah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang mendapatkan perawatan di salah satu RS.
“Yang baru terkonfirmasi satu meninggal PDP tapi swab belum ada hasilnya,” ujar Husnul siang ini (7/7).
Data ini diketahui setelah adanya laporan data PDP ke Dinkes Kota Malang.
“Dia kan sebagai PDP, kalau PDP kan terlaporkan ke Dinkes, sehingga bisa kita lacak, artinya keberadaannya di RS. Setelah dari RS, dilaporkan ada kematian, oke RS lapor kita ada kematian,” terang Husnul.
Pihaknya mengatakan bahwa petugas puskesmas setempat telah melakukan tracing kepada kontak erat dari PDP tersebut.
“Jadi dia kan tinggal di sini hanya bersama istrinya hanya berdua, sudah dilakukan penelusuran teman-teman puskesmas, tracing sudah dilakukan,” kata Husnul.
Ditanya kebenaran kabar bahwa ada sekitar 30 karyawan lain yang juga positif Covid-19, pihaknya mengatakan masih akan mengkonfirmasi kabar tersebut.
“Tracingnya baru satu rumah saja, karena kita kan dilingkupi kontak erat, sedangkan untuk di pekerjaannya ini wes kadung keburu ada kabar 30 itu jadi saya masih memastikan apakah benar kabar seperti itu,” jelas Husnul.
Pewarta: Arlita Ulya
Foto: Screenshot
Editor: Hendarmono Al Sidarto

- Advertisement -

Latest news

Kaget Pengumuman Dimajukan, Peserta SBMPTN Deg-degan

“Deg-degan sampai sekarang. Tahu informasi perubahan dari internet,” kata gadis asal Kelurahan Sawojajar, Kota Malang ini kepada Radar Malang, Kamis (13/8).
- Advertisement -

Layanan Medis Komprehensif RSPH Raih Predikat Terbaik di RMA 2020

Rumah Sakit Prima Husada (RSPH) berhasil menyabet penghargaan sebagai “Type C Hospital with The Most Comprehensive Healthcare Facilities” di Radar Malang Award 2020. Penghargaan diberikan Kamis (13/8) oleh Direktur Radar Malang Kurniawan Muhammad, kepada Komisaris Utama PT Disa Prima Medika (RSHP), dr Sadi Hariono MMRS didampingi Direktur Utama PT Disa Prima Medika Endang Susilowati.

Bawa 32 Tabung Elpiji dan Bensin, Espass Meledak Bakar Pengemudi

Mobil bernopol N 541 DR tersebut tengah mengangkut 32 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dan 2 buah jeriken berisi bensin.

OJK Malang: Per 30 Juli, Kredit 282.510 Nasabah Direstrukturisasi

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri merinci, dari total nilai restrukturisasi kredit tersebut, industri perbankan di wilayah kerja OJK Malang menyasar 85.402 debitor dengan total baki debet sebesar Rp 8,58 triliun.

Related news

Layanan Medis Komprehensif RSPH Raih Predikat Terbaik di RMA 2020

Rumah Sakit Prima Husada (RSPH) berhasil menyabet penghargaan sebagai “Type C Hospital with The Most Comprehensive Healthcare Facilities” di Radar Malang Award 2020. Penghargaan diberikan Kamis (13/8) oleh Direktur Radar Malang Kurniawan Muhammad, kepada Komisaris Utama PT Disa Prima Medika (RSHP), dr Sadi Hariono MMRS didampingi Direktur Utama PT Disa Prima Medika Endang Susilowati.

Bawa 32 Tabung Elpiji dan Bensin, Espass Meledak Bakar Pengemudi

Mobil bernopol N 541 DR tersebut tengah mengangkut 32 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dan 2 buah jeriken berisi bensin.

Wacana Sirkuit Balap, Wakil Wali Kota Malang Beri Lampu Hijau

KOTA MALANG - Belum lama ini, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana melontarkan wacana pembangunan sirkuit balap di Kecamatan Kedungkandang. Usul itu direspon positif Pemkot Malang. 

Insentif untuk 18.157 Karyawan di Malang Cair Mulai September

KOTA MALANG - Kabar baik bagi karyawan di Malang Raya yang gajinya kurang dari Rp 5 juta per bulan. Insentif Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah, bakal dicairkan mulai bulan depan.
- Advertisement -