alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Komunitas Ibu Berdaya Jatim Sambangi Janda Tangguh di Malang

BULULAWANG – Di Kabupaten Malang, ada ribuan janda yang hidup di bawah garis kemiskinan. Apalagi di tengah situasi tak menentu imbas pandemi korona.
Komunitas Ibu Berdaya Jatim pun bergerak. Mereka membantu 5.101 janda yang tersebar di 183 desa di Malang Raya.
Di antaranya di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Sasarannya adalah janda tangguh atau KRTP (kepala rumah tangga perempuan) yang suaminya meninggal, cerai. Ada pula yang berstatus sebagai istri, namun suaminya sakit menahun.
“(kegiatan komunitas Ibu Berdaya Jatim) Sangat membantu. Saya juga pernah dibantu perbaikan gerobak dan dagangan (modal) bensin (bahan bakar),” kata Salia, 63, salah satu warga penerima manfaat kepada Jawa Pos Radar Malang, Selasa (7/7).

Komunitas Ibu Berdaya Jatim bersama Duta Hijab Radar Malang menyerahkan bantuan kepada salah satu warga Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang.

Hal yang sama juga disampaikan Luluk Khoiriyah, warga penerima manfaat lain. Perempuan yang awalnya berjualan keliling ini juga mengaku terbantu dari modal yang diberikan komunitas tersebut. “Sekarang bisa melayani katering sampai Kota Malang. Ada nasi kotak, tumpeng, dan nasi empok. Kalau pagi jualan di depan laku keras,” jelas ibu dua anak ini.
Sementara itu, Kepala Desa Sudimoro Mualik menyampaikan terima kasih banyak kepada komunitas Ibu Berdaya Jatim. Karena kegiatan tersebut sangat membantu warganya dalam mengentaskan kemiskinan.

Duta Hijab Radar Malang bersama salah seorang warga penerima bantuan.

“Saya mewakili warga Sudimoro menyampaikan terimkasih banyak kepada teman-teman komunitas. Kegiatan ini bisa membantu para perempuan memenuhi kebutuhannya. Juga membantu mengatasi kemiskinan,” kata pria yang sudah tiga periode menjadi kades ini.
Terpisah, Wakil Koordinator Pemprov Jatim Komunitas Ibu Berdaya Jatim Nur Rois Ahmad mengatakan, kegiatan berjalan di hampir semua wilayah di Jatim. “Kalau di Jatim hampir semua daerah ada binaan kami. Tapi kalau di Malang ada 5.101 binaan,” terangnya.
Lebih lanjut, kegiatan untuk KRTP tersebut juga beragam tiap tahunnya. Seperti bulan puasa kemarin santunan anak yatim (anak KTRP), cek kesehatan dan pemberian obat gratis. “Kebetulan ini lagi pandemi (covid-19), kami kasih bantuan paket sembako dan ada sedikit uang untuk memenuhi kebutuhan. Karena jualannya menurun saat pandemi ini,” imbuh dia.
Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga memberikan pendampingan kepada penerima manfaat. Hal ini dilakukan agar usaha yang sudah diberi modal tersebut bisa terus berjalan. “Bantuan modal sudah dikasihkan pada tahun 2014 sampai 2019, sekarang para mathercare (pendamping) berusaha mendampingi mereka agar terus jalan usahanya,” ujarnya.
Pewarta: Imam Nasrodin
Foto: Imam Nasrodin
Editor: Indra M

BULULAWANG – Di Kabupaten Malang, ada ribuan janda yang hidup di bawah garis kemiskinan. Apalagi di tengah situasi tak menentu imbas pandemi korona.
Komunitas Ibu Berdaya Jatim pun bergerak. Mereka membantu 5.101 janda yang tersebar di 183 desa di Malang Raya.
Di antaranya di Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Sasarannya adalah janda tangguh atau KRTP (kepala rumah tangga perempuan) yang suaminya meninggal, cerai. Ada pula yang berstatus sebagai istri, namun suaminya sakit menahun.
“(kegiatan komunitas Ibu Berdaya Jatim) Sangat membantu. Saya juga pernah dibantu perbaikan gerobak dan dagangan (modal) bensin (bahan bakar),” kata Salia, 63, salah satu warga penerima manfaat kepada Jawa Pos Radar Malang, Selasa (7/7).

Komunitas Ibu Berdaya Jatim bersama Duta Hijab Radar Malang menyerahkan bantuan kepada salah satu warga Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang.

Hal yang sama juga disampaikan Luluk Khoiriyah, warga penerima manfaat lain. Perempuan yang awalnya berjualan keliling ini juga mengaku terbantu dari modal yang diberikan komunitas tersebut. “Sekarang bisa melayani katering sampai Kota Malang. Ada nasi kotak, tumpeng, dan nasi empok. Kalau pagi jualan di depan laku keras,” jelas ibu dua anak ini.
Sementara itu, Kepala Desa Sudimoro Mualik menyampaikan terima kasih banyak kepada komunitas Ibu Berdaya Jatim. Karena kegiatan tersebut sangat membantu warganya dalam mengentaskan kemiskinan.

Duta Hijab Radar Malang bersama salah seorang warga penerima bantuan.

“Saya mewakili warga Sudimoro menyampaikan terimkasih banyak kepada teman-teman komunitas. Kegiatan ini bisa membantu para perempuan memenuhi kebutuhannya. Juga membantu mengatasi kemiskinan,” kata pria yang sudah tiga periode menjadi kades ini.
Terpisah, Wakil Koordinator Pemprov Jatim Komunitas Ibu Berdaya Jatim Nur Rois Ahmad mengatakan, kegiatan berjalan di hampir semua wilayah di Jatim. “Kalau di Jatim hampir semua daerah ada binaan kami. Tapi kalau di Malang ada 5.101 binaan,” terangnya.
Lebih lanjut, kegiatan untuk KRTP tersebut juga beragam tiap tahunnya. Seperti bulan puasa kemarin santunan anak yatim (anak KTRP), cek kesehatan dan pemberian obat gratis. “Kebetulan ini lagi pandemi (covid-19), kami kasih bantuan paket sembako dan ada sedikit uang untuk memenuhi kebutuhan. Karena jualannya menurun saat pandemi ini,” imbuh dia.
Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga memberikan pendampingan kepada penerima manfaat. Hal ini dilakukan agar usaha yang sudah diberi modal tersebut bisa terus berjalan. “Bantuan modal sudah dikasihkan pada tahun 2014 sampai 2019, sekarang para mathercare (pendamping) berusaha mendampingi mereka agar terus jalan usahanya,” ujarnya.
Pewarta: Imam Nasrodin
Foto: Imam Nasrodin
Editor: Indra M

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/