alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Curi Mobil, Lalu Minta Tebusan Rp 100 Ribu

PAKIS – Dikasih hati minta jantung. Peribahasa itu cocok untuk menggambarkan perilaku Zakaria, terdakwa kasus pencurian mobil. Kemarin, warga Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis itu menjalani sidang putusan di pengadilan negeri (PN) Kepanjen.

“Menjatuhi hukuman pidana selama satu tahun enam bulan penjara dikurangi masa tahanan,” ujar Hakim Ketua Rubiyanto Budiman SH saat membacakan vonis terhadap Zakaria, kemarin.

Pada 2 Desember 2021 lalu, Zakaria mencuri mobil Grand Livina milik temannya berinisial DH. Mulanya, terdakwa main ke rumah korban. ”Kemudian ketika korban sedang ke kamar mandi, dia (terdakwa) beraksi,” kata Humas PN Kepanjen Reza Aulia Utama SH.

Terdakwa mengambil kunci mobil Nissan Grand Livina, kemudian membawa mobil tersebut kabur. Korban yang mengetahui mobilnya raib, langsung menghubungi terdakwa. Korban meminta agar mobilnya segera dikembalikan.

Bukannya mengembalikan, terdakwa malah meminta korban memberi uang tebusan sekitar Rp 25 juta. “Korban tidak mau, kemudian terdakwa menurunkan tarif tebusan,” ungkap Reza.

Harga kemudian turun menjadi Rp 12,5 juta. Lalu turun lagi sampai Rp 100 ribu. Meski begitu, korban tetap menolak memberikan uang. Akhirnya korban melaporkan terdakwa ke Polsek Pakis atas dugaan pencurian mobil. Usai menerima laporan, polisi lantas melacak lokasi terdakwa dan menangkapnya.

Atas vonis pengadilan ini, terdakwa tidak mengajukan banding. “Saya terima yang mulia. Semoga apa yang diberikan bisa mengubah hidup saya. Terima kasih,” kata Zakaria usai mendengar vonis majelis hakim.(biy/dan)

PAKIS – Dikasih hati minta jantung. Peribahasa itu cocok untuk menggambarkan perilaku Zakaria, terdakwa kasus pencurian mobil. Kemarin, warga Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis itu menjalani sidang putusan di pengadilan negeri (PN) Kepanjen.

“Menjatuhi hukuman pidana selama satu tahun enam bulan penjara dikurangi masa tahanan,” ujar Hakim Ketua Rubiyanto Budiman SH saat membacakan vonis terhadap Zakaria, kemarin.

Pada 2 Desember 2021 lalu, Zakaria mencuri mobil Grand Livina milik temannya berinisial DH. Mulanya, terdakwa main ke rumah korban. ”Kemudian ketika korban sedang ke kamar mandi, dia (terdakwa) beraksi,” kata Humas PN Kepanjen Reza Aulia Utama SH.

Terdakwa mengambil kunci mobil Nissan Grand Livina, kemudian membawa mobil tersebut kabur. Korban yang mengetahui mobilnya raib, langsung menghubungi terdakwa. Korban meminta agar mobilnya segera dikembalikan.

Bukannya mengembalikan, terdakwa malah meminta korban memberi uang tebusan sekitar Rp 25 juta. “Korban tidak mau, kemudian terdakwa menurunkan tarif tebusan,” ungkap Reza.

Harga kemudian turun menjadi Rp 12,5 juta. Lalu turun lagi sampai Rp 100 ribu. Meski begitu, korban tetap menolak memberikan uang. Akhirnya korban melaporkan terdakwa ke Polsek Pakis atas dugaan pencurian mobil. Usai menerima laporan, polisi lantas melacak lokasi terdakwa dan menangkapnya.

Atas vonis pengadilan ini, terdakwa tidak mengajukan banding. “Saya terima yang mulia. Semoga apa yang diberikan bisa mengubah hidup saya. Terima kasih,” kata Zakaria usai mendengar vonis majelis hakim.(biy/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/