alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Per Tahun, Ekspor Kopi Bumi Kanjuruhan Tembus Rp 710 Miliar

KABUPATEN – Kekuatan komoditas kopi asa; Kabupaten Malang patut diperhitungkan. Sebab setiap tahunnya, eksportir mampu mengirim puluhan ribu ton kopi ke mancanegara. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang mencatat, kekuatan ekspor Bumi Kanjuruhan mencapai 44.317,7 ton per tahun.

“Ekspor kopi kita 44 ribu ton. Sedangkan nilai ekspornya bisa sampai 71,669 juta USD,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kadisperindag Kabupaten Malang Agung Purwanto, kemarin.

Per 7 April ini, 1 USD setara Rp 14.000. Dengan demikian, ekspor kopi asal Bumi Kanjuruhan ini menembus sekitar Rp 710 miliar per tahun. Kopi tersebut diekspor ke 45 negara di dunia.

Dengan besarnya potensi ekspor, Pemkab Malang bakal terus mendorong perbaikan tata niaga kopi. Agung menyebut, perubahan tren konsumsi kopi di Malang Raya juga turut mendukung popularitas kopi. Ini terlihat dari peningkatan kapasitas produksi kopi Kabupaten Malang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang menunjukkan, tahun 2020 lalu produksi kopi mencapai 12.849 ton per tahun. Kecamatan Tirtoyudo menjadi penyumbang produksi kopi terbanyak, yakni 3.504 ton. Kemudian diikuti Kecamatan Dampit dan Ampelgading.

Kemudian, pada 2021 lalu terjadi lonjakan produksi kopi. Total produksi mencapai 29.728 ton kopi. Sementara, Kecamatan Dampit menjadi yang terbanyak memproduksi kopi, dengan 5.464 ton kopi. Ada lonjakan besar produksi kopi di Dampit. Sementara di Tirtoyudo masih tetap di angka 3500-an ton kopi.(fin/dan)

KABUPATEN – Kekuatan komoditas kopi asa; Kabupaten Malang patut diperhitungkan. Sebab setiap tahunnya, eksportir mampu mengirim puluhan ribu ton kopi ke mancanegara. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang mencatat, kekuatan ekspor Bumi Kanjuruhan mencapai 44.317,7 ton per tahun.

“Ekspor kopi kita 44 ribu ton. Sedangkan nilai ekspornya bisa sampai 71,669 juta USD,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kadisperindag Kabupaten Malang Agung Purwanto, kemarin.

Per 7 April ini, 1 USD setara Rp 14.000. Dengan demikian, ekspor kopi asal Bumi Kanjuruhan ini menembus sekitar Rp 710 miliar per tahun. Kopi tersebut diekspor ke 45 negara di dunia.

Dengan besarnya potensi ekspor, Pemkab Malang bakal terus mendorong perbaikan tata niaga kopi. Agung menyebut, perubahan tren konsumsi kopi di Malang Raya juga turut mendukung popularitas kopi. Ini terlihat dari peningkatan kapasitas produksi kopi Kabupaten Malang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang menunjukkan, tahun 2020 lalu produksi kopi mencapai 12.849 ton per tahun. Kecamatan Tirtoyudo menjadi penyumbang produksi kopi terbanyak, yakni 3.504 ton. Kemudian diikuti Kecamatan Dampit dan Ampelgading.

Kemudian, pada 2021 lalu terjadi lonjakan produksi kopi. Total produksi mencapai 29.728 ton kopi. Sementara, Kecamatan Dampit menjadi yang terbanyak memproduksi kopi, dengan 5.464 ton kopi. Ada lonjakan besar produksi kopi di Dampit. Sementara di Tirtoyudo masih tetap di angka 3500-an ton kopi.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/