alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Wali Kota Sebut Tidak Ada PPKM Mikro Di Kota Batu

KOTA BATU – Mulai hari ini (9/2) Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap melanjutkan tahapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat mikro. Namun tidak bagi Kota Batu karena tidak sesuai dengan kriteria yang ada. Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Batu Hj Dra Dewanti Rumpoko seusai ikut menyimak rapat koordinasi secara virtual bersama Gubernur Jawa Timur kemarin Senin (8/02) malam.

Dia mengatakan, untuk Kota Batu sendiri, dalam lingkup RT/RW tidak ada yang berada dalam zona merah. Sehingga hal tersebut menjadi dasar tidak diberlakukannya PPKM Mikro pada tingkat RT/RW.

“Dari lima Desa/Kelurahan yang masuk zona merah, kita tidak memberlakukan PPKM Mikro RT/RW, karena setelah dilacak, penyebaran kasus tidak berada dalam satu RT/RW,” katanya.

Lima Desa/Kelurahan di Kota Batu yang masuk dalam zona merah diantaranya, Kelurahan Ngaglik, Kelurahan Temas, Desa Junrejo, Kelurahan Songgokerto dan Desa Pesanggrahan.

Meski begitu pihaknya tetap mengimbau untuk seluruh masyarakat waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Pemkot Batu akan mengefektifkan melalui Kampung Tangguh Semeru yang rencananya akan diterapkan di 24 desa/ kelurahan.

Selain itu, Kota Batu akan melakukan PPKM lingkup Kota seperti pemberlakukan sebelumnya dengan sedikit perubahan. “Kita akan melakukan PPKM lingkup kota seperti kemarin, hanya saja jam operasional diperpanjang 1 jam, yang kemarin sampai jam 20.00, menjadi jam 21.00. Untuk Kuota WFH juga ditambah menjadi 50 persen,” katanya.

Pewarta : Nugraha Perdana

KOTA BATU – Mulai hari ini (9/2) Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap melanjutkan tahapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat mikro. Namun tidak bagi Kota Batu karena tidak sesuai dengan kriteria yang ada. Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Batu Hj Dra Dewanti Rumpoko seusai ikut menyimak rapat koordinasi secara virtual bersama Gubernur Jawa Timur kemarin Senin (8/02) malam.

Dia mengatakan, untuk Kota Batu sendiri, dalam lingkup RT/RW tidak ada yang berada dalam zona merah. Sehingga hal tersebut menjadi dasar tidak diberlakukannya PPKM Mikro pada tingkat RT/RW.

“Dari lima Desa/Kelurahan yang masuk zona merah, kita tidak memberlakukan PPKM Mikro RT/RW, karena setelah dilacak, penyebaran kasus tidak berada dalam satu RT/RW,” katanya.

Lima Desa/Kelurahan di Kota Batu yang masuk dalam zona merah diantaranya, Kelurahan Ngaglik, Kelurahan Temas, Desa Junrejo, Kelurahan Songgokerto dan Desa Pesanggrahan.

Meski begitu pihaknya tetap mengimbau untuk seluruh masyarakat waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Pemkot Batu akan mengefektifkan melalui Kampung Tangguh Semeru yang rencananya akan diterapkan di 24 desa/ kelurahan.

Selain itu, Kota Batu akan melakukan PPKM lingkup Kota seperti pemberlakukan sebelumnya dengan sedikit perubahan. “Kita akan melakukan PPKM lingkup kota seperti kemarin, hanya saja jam operasional diperpanjang 1 jam, yang kemarin sampai jam 20.00, menjadi jam 21.00. Untuk Kuota WFH juga ditambah menjadi 50 persen,” katanya.

Pewarta : Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/