alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Ini Penyebab Migor Langka, Harga Cabai-Daging Naik

KEPANJEN – Jelang Ramadan ini, harga kedelai, cabai, dan daging terus menanjak. Sementara minyak goreng (migor) langka di pasaran. Diperkirakan, ke depan harga-harga komoditas tersebut akan terus menanjak.

”Sulit sekali mendapatkan minyak goreng,” keluh Akus Tris, 36 pemilik warung di Jalan Tirto Rahayu, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, kemarin.

Tris mengaku, setiap harinya dia membutuhkan 5 liter minyak goreng. Namun dia kesulitan mendapatkan minyak goreng, termasuk setelah berburu ke pasar tradisional. ”Terkadang saya hanya bisa mendapatkan 2-3 liter saja. Padahal kebutuhan saya kan 5 liter,” kata dia.

Menanggapi kelangkaan minyak goreng dan naiknya harga sejumlah komoditas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto mengatakan, secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil, kecuali kedelai, minyak goreg, dan cabai.

Naiknya harga sejumlah komoditas dipicu banyak faktor. Di antaranya pengaruh situasi ekonomi, iklim, dan politik luar negeri. ”Untuk saat ini minyak goreng sudah terkendali. Itu karena digelontorkan minyak goreng curah ke pasar-pasar,” kata Agung, kemarin.

”Sedangkan untuk (kenaikan harga) cabai sendiri karena pengaruh cuaca,” tambah pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Untuk mengatasi itu, pihaknya terus melakukan pemantauan, monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala. Juga melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi Jatim dan pemerintah pusat agar problem tersebut tertangani.

Dia mengimbau masyarakat tidak panik. Jelang Ramadan ini, Agung mengimbau masyarakat tetap belanja secara wajar. ”Soal kedelai mungkin karena faktor impor. Kalau minyak goreng, mungkin ada masalah dari distribusinya. Kemungkinan juga kebijakan pemerintah pusat perlu dievaluasi. Jadi bukan murni faktor mau memasuki bulan Ramadan,” tutup Agung.(rb1/dan)

KEPANJEN – Jelang Ramadan ini, harga kedelai, cabai, dan daging terus menanjak. Sementara minyak goreng (migor) langka di pasaran. Diperkirakan, ke depan harga-harga komoditas tersebut akan terus menanjak.

”Sulit sekali mendapatkan minyak goreng,” keluh Akus Tris, 36 pemilik warung di Jalan Tirto Rahayu, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, kemarin.

Tris mengaku, setiap harinya dia membutuhkan 5 liter minyak goreng. Namun dia kesulitan mendapatkan minyak goreng, termasuk setelah berburu ke pasar tradisional. ”Terkadang saya hanya bisa mendapatkan 2-3 liter saja. Padahal kebutuhan saya kan 5 liter,” kata dia.

Menanggapi kelangkaan minyak goreng dan naiknya harga sejumlah komoditas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto mengatakan, secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil, kecuali kedelai, minyak goreg, dan cabai.

Naiknya harga sejumlah komoditas dipicu banyak faktor. Di antaranya pengaruh situasi ekonomi, iklim, dan politik luar negeri. ”Untuk saat ini minyak goreng sudah terkendali. Itu karena digelontorkan minyak goreng curah ke pasar-pasar,” kata Agung, kemarin.

”Sedangkan untuk (kenaikan harga) cabai sendiri karena pengaruh cuaca,” tambah pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Untuk mengatasi itu, pihaknya terus melakukan pemantauan, monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala. Juga melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi Jatim dan pemerintah pusat agar problem tersebut tertangani.

Dia mengimbau masyarakat tidak panik. Jelang Ramadan ini, Agung mengimbau masyarakat tetap belanja secara wajar. ”Soal kedelai mungkin karena faktor impor. Kalau minyak goreng, mungkin ada masalah dari distribusinya. Kemungkinan juga kebijakan pemerintah pusat perlu dievaluasi. Jadi bukan murni faktor mau memasuki bulan Ramadan,” tutup Agung.(rb1/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/