alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Kabupaten Malang Tampung Korban Erupsi Semeru

KABUPATEN- Warga korban erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang dan sekitarnya yang kehilangan rumah bisa mengungsi ke Ampelgading, Kabupaten Malang. Di sana, sudah disiapkan posko utama yang dibangun Pemkab Malang. Bahkan posko lain juga disiagakan Pemkab Malang. Di antaranya di Tirtoyudo, Dampit, Turen, Wajak dan Poncokusumo. Bahkan dilaporkan, sudah ada 24 warga Lumajang yang mengungsi di Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Camat Jabung Hadi Sucipto menuturkan, sebanyak 24 pengungsi dari Desa Oro Oro Dowo, Kecamatan Pronojiwo kini tinggal di wilayah tersebut. “Ada salah satu warga kami yang bernama Wawan, dia ini asli Desa Slamparejo yang menikah dengan orang Lumajang,” kata Hadi.

Total, terdapat 3 kepala keluarga yang termasuk dalam rombongan tersebut. Hadi menuturkan, Wawan membawa keluarga besarnya mengungsi ke Jabung sejak Sabtu (4/12) lalu. “Dia (Wawan) ini sopir truk penambang pasir di Lumajang, saat kejadian dia sedang mengangkut muatan pasir, tapi begitu muntahan erupsi turun langsung dia buang pasirnya,” ujar Hadi.

Dalam kondisi darurat tersebut lalu putar balik untuk menjemput istri, anak juga keluarga besarnya. “Malam itu juga Wawan membawa keluarganya ke Jabung,” imbuh dia.

Saat ini, para pengungsi tersebut tinggal di rumah orang tuanya di Slamparejo. Mereka terdiri dari 10 laki-laki dan 14 wanita. Rinciannya yakni 3 bayi, 1 balita, 2 anak-anak, 5 remaja, dan 13 orang dewasa.

Kemarin (8/12) empat orang dari pengungsi kembali untuk sementara ke Desa Oro Oro Dowo Ombo untuk memeriksa kondisi ternak yang mereka tinggalkan selama 5 hari belakangan. “Kondisi mereka baik, seluruhnya sudah dicek petugas kesehatan dan dinyatakan sehat,” tambah suami dari Erfaniah Zuhriah itu.

Terkait logistik, Hadi memastikan bahwa kebutuhan mereka sudah terpenuhi. “Dari PMI dan beberapa paguyuban juga pihak swasta sudah kami salurkan kepada mereka,” jelas Hadi.

Sampai saat ini, pihaknya belum memutuskan untuk mendirikan posko. Namun jika nantinya ada pergerakan pengungsi, Hadi menuturkan bahwa pendirian posko pengungsian akan dia laksanakan. (iik/abm)

KABUPATEN- Warga korban erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang dan sekitarnya yang kehilangan rumah bisa mengungsi ke Ampelgading, Kabupaten Malang. Di sana, sudah disiapkan posko utama yang dibangun Pemkab Malang. Bahkan posko lain juga disiagakan Pemkab Malang. Di antaranya di Tirtoyudo, Dampit, Turen, Wajak dan Poncokusumo. Bahkan dilaporkan, sudah ada 24 warga Lumajang yang mengungsi di Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Camat Jabung Hadi Sucipto menuturkan, sebanyak 24 pengungsi dari Desa Oro Oro Dowo, Kecamatan Pronojiwo kini tinggal di wilayah tersebut. “Ada salah satu warga kami yang bernama Wawan, dia ini asli Desa Slamparejo yang menikah dengan orang Lumajang,” kata Hadi.

Total, terdapat 3 kepala keluarga yang termasuk dalam rombongan tersebut. Hadi menuturkan, Wawan membawa keluarga besarnya mengungsi ke Jabung sejak Sabtu (4/12) lalu. “Dia (Wawan) ini sopir truk penambang pasir di Lumajang, saat kejadian dia sedang mengangkut muatan pasir, tapi begitu muntahan erupsi turun langsung dia buang pasirnya,” ujar Hadi.

Dalam kondisi darurat tersebut lalu putar balik untuk menjemput istri, anak juga keluarga besarnya. “Malam itu juga Wawan membawa keluarganya ke Jabung,” imbuh dia.

Saat ini, para pengungsi tersebut tinggal di rumah orang tuanya di Slamparejo. Mereka terdiri dari 10 laki-laki dan 14 wanita. Rinciannya yakni 3 bayi, 1 balita, 2 anak-anak, 5 remaja, dan 13 orang dewasa.

Kemarin (8/12) empat orang dari pengungsi kembali untuk sementara ke Desa Oro Oro Dowo Ombo untuk memeriksa kondisi ternak yang mereka tinggalkan selama 5 hari belakangan. “Kondisi mereka baik, seluruhnya sudah dicek petugas kesehatan dan dinyatakan sehat,” tambah suami dari Erfaniah Zuhriah itu.

Terkait logistik, Hadi memastikan bahwa kebutuhan mereka sudah terpenuhi. “Dari PMI dan beberapa paguyuban juga pihak swasta sudah kami salurkan kepada mereka,” jelas Hadi.

Sampai saat ini, pihaknya belum memutuskan untuk mendirikan posko. Namun jika nantinya ada pergerakan pengungsi, Hadi menuturkan bahwa pendirian posko pengungsian akan dia laksanakan. (iik/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/