alexametrics
19.9 C
Malang
Monday, 23 May 2022

22 RS Disiapkan untuk Tangani Lonjakan Covid

KEPANJEN – Ketersediaan tempat isolasi terpadu (Isoter) menjadi salah satu fokus utama Satgas Covid-19 Kabupaten Malang. Di tengah melonjaknya penularan virus korona ini, satgas menargetkan setiap kecamatan punya Isoter.

Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol Inf Taufik Hidayat menuturkan, untuk sementara isoter yang tersedia dipusatkan di rusunawa ASN Kepanjen. ”Beberapa rumah sakit dan puskesmas juga kami siapkan ketika ada lonjakan yang signifikan,” kata Taufik.

Mantan Komandan Batalyon Infanteri Mekanik 512/QY itu menyebut, pihaknya juga akan meningkatkan 3T yakni tracing, testing dan treatment. Utamanya bagi mereka yang terindikasi memiliki riwayat bepergian dari luar wilayah kabupaten. “Seperti yang sudah kami laksanakan sebelumnya, kebijakan PPKM mikro baik di tingkat RT dan desa sampai kecamatan dan kabupaten akan kami tingkatkan agar bisa kami mengontrol penyebarannya,” terang Taufik.

Optimalisasi personel juga bakal mereka lakukan. Selain pengamanan, pihaknya juga menugaskan seluruh jajaran prajurit di bawah komando Kodim 0818 untuk turut memantau perkembangan kondisi di lapangan. “Bersinergi dengan Polri, juga satpol PP, dishub dan stakeholder lainnya. Kami akan kedepankan testing dan tracing ketika ditemukan pasien Covid. Apalagi varian omicron ini cukup signifikan peningkatan kasusnya, sampai empat kali lipat,” sambung perwira dengan dua melati di pundaknya itu.

Sedangkan Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM menambahkan, pihaknya kini dalam status siaga untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. “Ada 22 rumah sakit yang sudah kami siapkan, juga isoter. Nanti masing-masing kecamatan juga akan bikin (isoter),” kata Sanusi.

Lokasinya diserahkan pada masing-masing musyawarah pimpinan kecamatan (muspika). Bisa menggunakan gedung pertemuan atau fasilitas lainnya yang dapat digunakan untuk menampung pasien dengan gejala ringan serta orang  tanpa gejala.

Namun sesuai standar, testing yang ditetapkan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) angka testing yang dilaksanakan belum memenuhi. “Ya itu nanti akan kami tingkatkan, perlu ada tambahan tenaga (kesehatan) dan alat penunjangnya,” sambung Sanusi.

Upaya lainnya, mulai kemarin pihaknya juga  telah menginstruksikan kepada seluruh muspika untuk menggelar operasi masker. Sebanyak 99 ribu masker didistribusikan ke 33 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten. Artinya, setiap kecamatan mendapat jatah 3 ribu masker untuk mereka bagikan kepada warga.

Begitu pun untuk vaksinasi. Meski kasus terus melonjak, Sanusi menekankan pada seluruh puskesmas untuk terus mendorong target vaksinasi baik pada kalangan dewasa, lansia, juga anak-anak. “Kami juga minta kepada RT dan RW agar semakin intens dalam mengawasi warganya, jika ada yang menunjukkan gejala segera laporkan, dan jika positif segera tangani serta lakukan tracing,” tandas dia.(iik/dan)

 

KEPANJEN – Ketersediaan tempat isolasi terpadu (Isoter) menjadi salah satu fokus utama Satgas Covid-19 Kabupaten Malang. Di tengah melonjaknya penularan virus korona ini, satgas menargetkan setiap kecamatan punya Isoter.

Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol Inf Taufik Hidayat menuturkan, untuk sementara isoter yang tersedia dipusatkan di rusunawa ASN Kepanjen. ”Beberapa rumah sakit dan puskesmas juga kami siapkan ketika ada lonjakan yang signifikan,” kata Taufik.

Mantan Komandan Batalyon Infanteri Mekanik 512/QY itu menyebut, pihaknya juga akan meningkatkan 3T yakni tracing, testing dan treatment. Utamanya bagi mereka yang terindikasi memiliki riwayat bepergian dari luar wilayah kabupaten. “Seperti yang sudah kami laksanakan sebelumnya, kebijakan PPKM mikro baik di tingkat RT dan desa sampai kecamatan dan kabupaten akan kami tingkatkan agar bisa kami mengontrol penyebarannya,” terang Taufik.

Optimalisasi personel juga bakal mereka lakukan. Selain pengamanan, pihaknya juga menugaskan seluruh jajaran prajurit di bawah komando Kodim 0818 untuk turut memantau perkembangan kondisi di lapangan. “Bersinergi dengan Polri, juga satpol PP, dishub dan stakeholder lainnya. Kami akan kedepankan testing dan tracing ketika ditemukan pasien Covid. Apalagi varian omicron ini cukup signifikan peningkatan kasusnya, sampai empat kali lipat,” sambung perwira dengan dua melati di pundaknya itu.

Sedangkan Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM menambahkan, pihaknya kini dalam status siaga untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. “Ada 22 rumah sakit yang sudah kami siapkan, juga isoter. Nanti masing-masing kecamatan juga akan bikin (isoter),” kata Sanusi.

Lokasinya diserahkan pada masing-masing musyawarah pimpinan kecamatan (muspika). Bisa menggunakan gedung pertemuan atau fasilitas lainnya yang dapat digunakan untuk menampung pasien dengan gejala ringan serta orang  tanpa gejala.

Namun sesuai standar, testing yang ditetapkan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) angka testing yang dilaksanakan belum memenuhi. “Ya itu nanti akan kami tingkatkan, perlu ada tambahan tenaga (kesehatan) dan alat penunjangnya,” sambung Sanusi.

Upaya lainnya, mulai kemarin pihaknya juga  telah menginstruksikan kepada seluruh muspika untuk menggelar operasi masker. Sebanyak 99 ribu masker didistribusikan ke 33 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten. Artinya, setiap kecamatan mendapat jatah 3 ribu masker untuk mereka bagikan kepada warga.

Begitu pun untuk vaksinasi. Meski kasus terus melonjak, Sanusi menekankan pada seluruh puskesmas untuk terus mendorong target vaksinasi baik pada kalangan dewasa, lansia, juga anak-anak. “Kami juga minta kepada RT dan RW agar semakin intens dalam mengawasi warganya, jika ada yang menunjukkan gejala segera laporkan, dan jika positif segera tangani serta lakukan tracing,” tandas dia.(iik/dan)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/