alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Polres Malang Amankan Dua Kurir Narkoba, Diduga dari Jaringan Lapas

MALANG – Polres Malang berhasil menggagalkan distribusi narkoba jenis sabu-sabu seberat 114.5 gram. Ada dua orang yang diringkus oleh petugas kepolisian.

Dua orang yang diringkus tersebut adalah Mambaul Huda alias Bedel (46) warga Desa Sepanjang, Gondanglegi dan Tajuddin (47) warga Desa Pagelaran, Pagelaran. Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan, salah satu tersangka, yaitu Bedel merupakan residivis narkoba, alias terpidana yang pernah dijerat kasus yang sama. Sebelum menjadi pengedar, keduanya diketahui adalah pengguna narkoba.

Hendri memaparkan, penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat bahwa di salah satu rumah, tepatnya di Kendayaan, Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi terdapat satu warga yang diduga menyimpan narkoba jenis sabu.

“Kemudian akhirnya kami lakukan penggerebekan, dan diamankan satu orang berinsial MH,” jelasnya.

Dari hasil penggeledahan rumah tersangka tersebut, polisi menemukan paket sabu yang dibungkus dalam plastik. “Terdapat 3 poket sabu dalam ukuran plastik kecil seberat 2 gram,” terangnya.

Perwira kelahiran Solok, Sumatera Barat ini memaparkan, melalui keterangan tersangka MH, Polres Malang melakukan pengembangan ke tersangka lain berinisial T yang notabene adalah warga Pagelaran

Hendri menjelaskan, Polres Malang kemudian melakukan penggeledahan di rumah T. Sayangnya, tersangka saat itu tidak berada di rumah. Namun, polisi menemukan barang bukti berupa sabu-sabu.

“Saat kami lakukan penggeledahan, terdapat barang bukti narkoba jenis sabu, seberat 8,5 gram. Itu 19 paket dalam plastik sabu yang siap diedarkan,” paparnya.

Polisi pun nyanggong di rumah tersangka T. Saat tersangka tiba di rumah, polisi langsung meringkus dan kembali menemukan sabu seberat 101 gram. “Ditemukan di bagasi motor, juga telah siap diedarkan,” ungkapnya.

Hendri memaparkan, peredaran sabu tersebut didasari oleh petunjuk dari pemimpin kedua tersangka. “Bosnya hingga sekarang masih belum kita amankan,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka, sabu tersebut diperoleh secara ranjau
dari Syarif yang diduga merupakan jaringan yang berasal dari dalam lapas. Syarif diduga memerintahkan kedua tersangka untuk mengambil sabu tadi di kawasan RSI Gondanglegi.

“Apabila 100 gram ini bisa dijualkan atau dipasarkan semuanya, nanti akan mendapatkan komisi uang Rp 10 juta,” bebernya.

Hendri menuturkan, hingga kini pihaknya sedang melalukan pengembangan lebih lanjut dari dua terngka tersebut untuk melacak lebib lanjut dari mana barang bukti itu berasal. “Harganya Rp 400 sampai 500 ribu untuk satu paket seberat 0.3 gram,” lanjut Hendri.

Dalam penangkapan kedua tersangka ini, ditemukan 33 Poket Sabu dalm klip plastik transparan seberat 114. 95 gram. Akibat perbuatannya kedua tersangka tersebut dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dan 2 subsider pasal 112 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukumannya maksimal seumur hidup

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG – Polres Malang berhasil menggagalkan distribusi narkoba jenis sabu-sabu seberat 114.5 gram. Ada dua orang yang diringkus oleh petugas kepolisian.

Dua orang yang diringkus tersebut adalah Mambaul Huda alias Bedel (46) warga Desa Sepanjang, Gondanglegi dan Tajuddin (47) warga Desa Pagelaran, Pagelaran. Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan, salah satu tersangka, yaitu Bedel merupakan residivis narkoba, alias terpidana yang pernah dijerat kasus yang sama. Sebelum menjadi pengedar, keduanya diketahui adalah pengguna narkoba.

Hendri memaparkan, penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat bahwa di salah satu rumah, tepatnya di Kendayaan, Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi terdapat satu warga yang diduga menyimpan narkoba jenis sabu.

“Kemudian akhirnya kami lakukan penggerebekan, dan diamankan satu orang berinsial MH,” jelasnya.

Dari hasil penggeledahan rumah tersangka tersebut, polisi menemukan paket sabu yang dibungkus dalam plastik. “Terdapat 3 poket sabu dalam ukuran plastik kecil seberat 2 gram,” terangnya.

Perwira kelahiran Solok, Sumatera Barat ini memaparkan, melalui keterangan tersangka MH, Polres Malang melakukan pengembangan ke tersangka lain berinisial T yang notabene adalah warga Pagelaran

Hendri menjelaskan, Polres Malang kemudian melakukan penggeledahan di rumah T. Sayangnya, tersangka saat itu tidak berada di rumah. Namun, polisi menemukan barang bukti berupa sabu-sabu.

“Saat kami lakukan penggeledahan, terdapat barang bukti narkoba jenis sabu, seberat 8,5 gram. Itu 19 paket dalam plastik sabu yang siap diedarkan,” paparnya.

Polisi pun nyanggong di rumah tersangka T. Saat tersangka tiba di rumah, polisi langsung meringkus dan kembali menemukan sabu seberat 101 gram. “Ditemukan di bagasi motor, juga telah siap diedarkan,” ungkapnya.

Hendri memaparkan, peredaran sabu tersebut didasari oleh petunjuk dari pemimpin kedua tersangka. “Bosnya hingga sekarang masih belum kita amankan,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka, sabu tersebut diperoleh secara ranjau
dari Syarif yang diduga merupakan jaringan yang berasal dari dalam lapas. Syarif diduga memerintahkan kedua tersangka untuk mengambil sabu tadi di kawasan RSI Gondanglegi.

“Apabila 100 gram ini bisa dijualkan atau dipasarkan semuanya, nanti akan mendapatkan komisi uang Rp 10 juta,” bebernya.

Hendri menuturkan, hingga kini pihaknya sedang melalukan pengembangan lebih lanjut dari dua terngka tersebut untuk melacak lebib lanjut dari mana barang bukti itu berasal. “Harganya Rp 400 sampai 500 ribu untuk satu paket seberat 0.3 gram,” lanjut Hendri.

Dalam penangkapan kedua tersangka ini, ditemukan 33 Poket Sabu dalm klip plastik transparan seberat 114. 95 gram. Akibat perbuatannya kedua tersangka tersebut dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dan 2 subsider pasal 112 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukumannya maksimal seumur hidup

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/