alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Yuk, Kenali Apa Itu Hipospadia dan Penyebabnya

RADAR MALANG – Hipospadia merupakan salah satu jenis kelainan penis bawaan pada bayi laki-laki. Kelainan bawaan ini membuat tampilan serta fungsi penis tidak normal seperti alat kelamin pria pada umumnya.

Hipospadia membuat pengidapnya kesulitan kencing dengan posisi berdiri dan harus buang air kecil dengan posisi jongkok atau duduk. Hal ini seperti yang dialami oleh mantan pemain voli putri Indonesia, Aprilia Manganang.

Melansir dari Mayoclinic (10/3), selain menyulitkan bagi pengidapnya untuk buang air kecil, penderita hipospadia juga akan sulit untuk melakukan seks karena menyebabkan gangguan ereksi dan ejakulasi.

Hipospadia adalah kelainan bawaan di mana lubang pembukaan uretra tidak berada di ujung penis. Uretra adalah saluran kemih untuk mengalirkan urine dari kandung kemih keluar tubuh. Pada pengidap hipospadia, uretra terbentuk secara tidak normal selama minggu ke delapan sampai ke-14 kehamilan. “Hipospadia ini kondisi bawaan sejak lahir yang terjadi apabila lubang bukaan uretra atau lubang kencing terdapat di bagian bawah penis, bukan pada ujung penis seperti pada umumnya. Hal ini bisa disebabkan beberapa faktor, bisa disembuhkan dengan operasi yang bertujuan mengoreksi atau membuat penis lurus dan saluran kemih berakhir di ujung penis,” ujar dr Mikhael Yosia.

Selain berbeda lokasi bukaan uretra, kelainan penis ini ada yang sifatnya ringan sampai parah. Terkadang, kelainan bawaan ini membuat penis sedikit melengkung ke bawah. Ada juga yang tampilan penisnya jadi tertutup kulup.

Hipospadia terkadang disebabkan kelainan genetik, tapi ada juga faktor lingkungan yang menyebabkan kelainan bawaan ini. Seperti riwayat keluarga ada yang mengalami kelainan hipospadia, ibu hamil di atas usia 35 tahun atau saat ibu hamil terpapar zat kimia seperti pestisida atau bahan kimia industri lainnya. Selain itu, ibu hamil yang mengalami obesitas hingga kelebihan hormon sebelum atau selama hamil juga bisa menjadi penyebabnya. ”Hipospadia biasanya diketahui atau didiagnosis selama pemeriksaan fisik setelah bayi lahir,” tambahnya.

Hipospadia tetap bisa disembuhkan dengan melakukan operasi yang bertujuan untuk membuat penis lurus, dan saluran kemih berakhir di ujung penis.

Penulis: Khrisna Ambar

RADAR MALANG – Hipospadia merupakan salah satu jenis kelainan penis bawaan pada bayi laki-laki. Kelainan bawaan ini membuat tampilan serta fungsi penis tidak normal seperti alat kelamin pria pada umumnya.

Hipospadia membuat pengidapnya kesulitan kencing dengan posisi berdiri dan harus buang air kecil dengan posisi jongkok atau duduk. Hal ini seperti yang dialami oleh mantan pemain voli putri Indonesia, Aprilia Manganang.

Melansir dari Mayoclinic (10/3), selain menyulitkan bagi pengidapnya untuk buang air kecil, penderita hipospadia juga akan sulit untuk melakukan seks karena menyebabkan gangguan ereksi dan ejakulasi.

Hipospadia adalah kelainan bawaan di mana lubang pembukaan uretra tidak berada di ujung penis. Uretra adalah saluran kemih untuk mengalirkan urine dari kandung kemih keluar tubuh. Pada pengidap hipospadia, uretra terbentuk secara tidak normal selama minggu ke delapan sampai ke-14 kehamilan. “Hipospadia ini kondisi bawaan sejak lahir yang terjadi apabila lubang bukaan uretra atau lubang kencing terdapat di bagian bawah penis, bukan pada ujung penis seperti pada umumnya. Hal ini bisa disebabkan beberapa faktor, bisa disembuhkan dengan operasi yang bertujuan mengoreksi atau membuat penis lurus dan saluran kemih berakhir di ujung penis,” ujar dr Mikhael Yosia.

Selain berbeda lokasi bukaan uretra, kelainan penis ini ada yang sifatnya ringan sampai parah. Terkadang, kelainan bawaan ini membuat penis sedikit melengkung ke bawah. Ada juga yang tampilan penisnya jadi tertutup kulup.

Hipospadia terkadang disebabkan kelainan genetik, tapi ada juga faktor lingkungan yang menyebabkan kelainan bawaan ini. Seperti riwayat keluarga ada yang mengalami kelainan hipospadia, ibu hamil di atas usia 35 tahun atau saat ibu hamil terpapar zat kimia seperti pestisida atau bahan kimia industri lainnya. Selain itu, ibu hamil yang mengalami obesitas hingga kelebihan hormon sebelum atau selama hamil juga bisa menjadi penyebabnya. ”Hipospadia biasanya diketahui atau didiagnosis selama pemeriksaan fisik setelah bayi lahir,” tambahnya.

Hipospadia tetap bisa disembuhkan dengan melakukan operasi yang bertujuan untuk membuat penis lurus, dan saluran kemih berakhir di ujung penis.

Penulis: Khrisna Ambar

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/