alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Pascagempa di Malang, Ini Ancaman Bahaya Yang Harus Diwaspadai

RADAR MALANG – Gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang telah menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah daerah hingga jatuh korban jiwa. Namun masyarakat masih harus mewaspadai bahaya lain yang bisa terjadi pascagempa.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan, warga Malang Raya harus tetap meningkatakn kewaspadaannya. Karena lereng, batuan, dan bangunan yang rapuh setelah gempa bisa sangat berbahaya. ” Lereng dan batuan setelah gempa jadi agak rapuh. Masih tingginya potensi hujan disertai angin bisa menyebabkan terjadinya longsor yang berbahaya,” tutur Dwikorita ketika konferensi pers Sabtu (10/4) sore.

Peringatan tersebut, sebenarnya terjadi tidak hanya karena gempa. Namun juga karena hujan lebat atau hujan dalam waktu lama. ”Takutnya ini dapat memicu bencana lanjutan hidrometeorologi seperti bencana longsor dan banjir bandang. Kemarin kami baru saja di wilayah NTT tropikal cyclone, ada hujan lebat. Ternyata tanggal 3, sehari sebelumnya di Ende gempa kekuatan 4,1. Dari data empiris, wilayah yang baru saja diguyur hujan akan ada longsor dan banjir,” papar Dwikorita.

Beberapa wilayah yang dimaksud itu di antaranya di wilayah Provinsi Jawa Timur yakni Kabupaten dan Kota Malang, Kota Batu, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, Jember, , Blitar, Tulungagung, Kediri, Gresik, Lamongan, Madiun, dan Ponorogo.

Selain itu, Dwikorita juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengikuti berita yang tidak benar. Dia mengajak warga untuk tetap mengikuti informasi dari pemberitaan resmi. ”Bisa di Twitter ada di @infoBMKG dan juga aplikasi resmi,” tutur Dwikorita.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang telah menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah daerah hingga jatuh korban jiwa. Namun masyarakat masih harus mewaspadai bahaya lain yang bisa terjadi pascagempa.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan, warga Malang Raya harus tetap meningkatakn kewaspadaannya. Karena lereng, batuan, dan bangunan yang rapuh setelah gempa bisa sangat berbahaya. ” Lereng dan batuan setelah gempa jadi agak rapuh. Masih tingginya potensi hujan disertai angin bisa menyebabkan terjadinya longsor yang berbahaya,” tutur Dwikorita ketika konferensi pers Sabtu (10/4) sore.

Peringatan tersebut, sebenarnya terjadi tidak hanya karena gempa. Namun juga karena hujan lebat atau hujan dalam waktu lama. ”Takutnya ini dapat memicu bencana lanjutan hidrometeorologi seperti bencana longsor dan banjir bandang. Kemarin kami baru saja di wilayah NTT tropikal cyclone, ada hujan lebat. Ternyata tanggal 3, sehari sebelumnya di Ende gempa kekuatan 4,1. Dari data empiris, wilayah yang baru saja diguyur hujan akan ada longsor dan banjir,” papar Dwikorita.

Beberapa wilayah yang dimaksud itu di antaranya di wilayah Provinsi Jawa Timur yakni Kabupaten dan Kota Malang, Kota Batu, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, Jember, , Blitar, Tulungagung, Kediri, Gresik, Lamongan, Madiun, dan Ponorogo.

Selain itu, Dwikorita juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengikuti berita yang tidak benar. Dia mengajak warga untuk tetap mengikuti informasi dari pemberitaan resmi. ”Bisa di Twitter ada di @infoBMKG dan juga aplikasi resmi,” tutur Dwikorita.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/