alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Dinkes Kota Malang Suplai Ribuan Paket Gizi Untuk Ibu Hamil & Balita

KOTA MALANG – Sudah dua tahun terakhir, Dinas Kesehatan Kota Malang aktif memberikan bantuan gizi untuk ibu hamil yang menderita Kurang Energi Kronik (KEK) dan balita mengalami berat badan di Bawah Garis Merah (BGM). Total bantuan yang diberikan tahun ini berjumlah 1200 paket untuk balita dan 744 paket untuk ibu hamil yang pembagiannya disebar di 16 Puskesmas di Kota Malang.

Puskesmas Siaga Covid

Hari ini (10/6) giliran Puskesmas Arjuno yang mendapat kunjungan dari Dinas Kesehatan sekaligus dengan acara penyerahan bantuan paket gizi. Kasie Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Malang dr. Dyah Inarsih menerangkan tiap paket gizi yang diberikan berisi mengandung nilai gizi yang besar dan semuanya merupakan protein hewani.
“Paketnya untuk konsumsi 7 hari itu isinya ada telur ayam 500 gram, telur puyuh 250 gram, Hati ampela 250 gram, lele 500 gram dan daging ayam 250 gram itu untuk ibu hamil, kalau balita paketnya sama bedanya ada tambahan VCO 250 ml,” terangnya.
Dyah juga menerangkan untuk paket gizi yang diterima 40 balita/batita dan 16 Ibu hamil yang ada di Puskesmas Arjuno mendapat dua kali bantuan paket gizi, untuk paket bantuan selanjutnya diterangkannya bakal diberikan minggu depan.
“Dalam rangka membantu ibu hamil dan balita yang kebetulan saat ini kesehatannya kurang optimal, (bantuan) ini adalah cara meningkatkan status gizinya. Semoga tahun depan Dinas Kesehatan bisa memberikan secara berkelanjutan agar bayi dan balita sehat semua,” jelas Kepala Puskesmas Arjuno dr Ida Megawati.
Ida juga menambahkan kalau yang mendapatkan bantuan sudah didata yang benar-benar membutuhkan dan ikut terdampak Covid 19.
“Sasarannya yang betul membutuhkan dari segi kesehatan seperti ibu hami KEK yang ukuran lingkar lengan atasnya di bawah 23,5 cm dan Non KEK yang kurang asupan bergizi dan balita yang tidak naik berat badan setelah dua kali penimbangan tiap bulan serta terdampak Covid 19,” terangnya.
Selain ada bantuan paket gizi, para ibu yang hadir dalam acara itu juga mendapatkan ilmu dari nutrisionis untuk memperhatikan cara mengolah jatah gizi tersebut agar tak membosankan tapi tetap mencukupi Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Pewarta: Adella Okina
Foto: Rofia
penyunting: Fia

KOTA MALANG – Sudah dua tahun terakhir, Dinas Kesehatan Kota Malang aktif memberikan bantuan gizi untuk ibu hamil yang menderita Kurang Energi Kronik (KEK) dan balita mengalami berat badan di Bawah Garis Merah (BGM). Total bantuan yang diberikan tahun ini berjumlah 1200 paket untuk balita dan 744 paket untuk ibu hamil yang pembagiannya disebar di 16 Puskesmas di Kota Malang.

Puskesmas Siaga Covid

Hari ini (10/6) giliran Puskesmas Arjuno yang mendapat kunjungan dari Dinas Kesehatan sekaligus dengan acara penyerahan bantuan paket gizi. Kasie Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Malang dr. Dyah Inarsih menerangkan tiap paket gizi yang diberikan berisi mengandung nilai gizi yang besar dan semuanya merupakan protein hewani.
“Paketnya untuk konsumsi 7 hari itu isinya ada telur ayam 500 gram, telur puyuh 250 gram, Hati ampela 250 gram, lele 500 gram dan daging ayam 250 gram itu untuk ibu hamil, kalau balita paketnya sama bedanya ada tambahan VCO 250 ml,” terangnya.
Dyah juga menerangkan untuk paket gizi yang diterima 40 balita/batita dan 16 Ibu hamil yang ada di Puskesmas Arjuno mendapat dua kali bantuan paket gizi, untuk paket bantuan selanjutnya diterangkannya bakal diberikan minggu depan.
“Dalam rangka membantu ibu hamil dan balita yang kebetulan saat ini kesehatannya kurang optimal, (bantuan) ini adalah cara meningkatkan status gizinya. Semoga tahun depan Dinas Kesehatan bisa memberikan secara berkelanjutan agar bayi dan balita sehat semua,” jelas Kepala Puskesmas Arjuno dr Ida Megawati.
Ida juga menambahkan kalau yang mendapatkan bantuan sudah didata yang benar-benar membutuhkan dan ikut terdampak Covid 19.
“Sasarannya yang betul membutuhkan dari segi kesehatan seperti ibu hami KEK yang ukuran lingkar lengan atasnya di bawah 23,5 cm dan Non KEK yang kurang asupan bergizi dan balita yang tidak naik berat badan setelah dua kali penimbangan tiap bulan serta terdampak Covid 19,” terangnya.
Selain ada bantuan paket gizi, para ibu yang hadir dalam acara itu juga mendapatkan ilmu dari nutrisionis untuk memperhatikan cara mengolah jatah gizi tersebut agar tak membosankan tapi tetap mencukupi Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Pewarta: Adella Okina
Foto: Rofia
penyunting: Fia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/