alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Setiap Jam, 50 Pemotor di Malang Nekat Melintasi Flyover

MALANG KOTA – Bagi banyak pemotor, rambu lantaran melintas flyover mungkin dianggap sebagai hiasan saja. Terbukti, masih banyak pemotor di Malang yang nekat melintasi flyover.

Seperti yang terlihat di flyover Kotalama, Minggu siang (9/8).  Dalam satu jam, tak kurang dari 50 bikers yang melintasi flyover. ”Kalau memang sepeda motor boleh melintas, sebaiknya rambunya dicopot. Sehingga tidak menjadi jebakan Batman saat ada razia,” ujar Faisal, salah seorang warga Kotalama.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution mengaku sudah mengetahui ada banyak pengguna kendaraan roda dua yang melanggar rambu larangan melintas di flyover. ”Kalau dari laporan sih memang banyak yang melanggar. Karena semestinya flyover bebas kendaraan roda dua,” kata dia.

Menurut Rama, pengguna jalan yang melanggar memang kucing-kucingan dengan petugas. Biasanya bila terlihat ada petugas di lapangan, ada kecenderungan warga tak melintas di atas flyover. ”Ya begitu, kalau kelihatan petugas biasanya langsung putar balik,” tambahnya.

Menurut Rama, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengendara yang kedapatan melanggar aturan melintas di flyover terancam hukuman kurungan atau denda maksimal Rp 500 ribu. ”Kalau merujuk undang-undang itu, lebih tepatnya di Pasal 287 ayat 1, hukuman kurungannya itu paling lama dua bulan. Namun selama ini kami hanya menerapkan sanksi tilang saja,” terangnya.

Meskipun begitu, Rama tetap mengimbau masyarakat untuk lebih tertib dalam berlalu lintas. ”Memang hukuman tilang itu masih ada dalam operasi yang kami lakukan secara acak dan tersebar. Hanya, kami mengharapkan rambu itu jangan hanya jadi pajangan, pelajari dan mulailah tertib berlalu lintas dari sekarang,” ujar Rama.

Pewarta: Biyan Mudzakiy

MALANG KOTA – Bagi banyak pemotor, rambu lantaran melintas flyover mungkin dianggap sebagai hiasan saja. Terbukti, masih banyak pemotor di Malang yang nekat melintasi flyover.

Seperti yang terlihat di flyover Kotalama, Minggu siang (9/8).  Dalam satu jam, tak kurang dari 50 bikers yang melintasi flyover. ”Kalau memang sepeda motor boleh melintas, sebaiknya rambunya dicopot. Sehingga tidak menjadi jebakan Batman saat ada razia,” ujar Faisal, salah seorang warga Kotalama.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution mengaku sudah mengetahui ada banyak pengguna kendaraan roda dua yang melanggar rambu larangan melintas di flyover. ”Kalau dari laporan sih memang banyak yang melanggar. Karena semestinya flyover bebas kendaraan roda dua,” kata dia.

Menurut Rama, pengguna jalan yang melanggar memang kucing-kucingan dengan petugas. Biasanya bila terlihat ada petugas di lapangan, ada kecenderungan warga tak melintas di atas flyover. ”Ya begitu, kalau kelihatan petugas biasanya langsung putar balik,” tambahnya.

Menurut Rama, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengendara yang kedapatan melanggar aturan melintas di flyover terancam hukuman kurungan atau denda maksimal Rp 500 ribu. ”Kalau merujuk undang-undang itu, lebih tepatnya di Pasal 287 ayat 1, hukuman kurungannya itu paling lama dua bulan. Namun selama ini kami hanya menerapkan sanksi tilang saja,” terangnya.

Meskipun begitu, Rama tetap mengimbau masyarakat untuk lebih tertib dalam berlalu lintas. ”Memang hukuman tilang itu masih ada dalam operasi yang kami lakukan secara acak dan tersebar. Hanya, kami mengharapkan rambu itu jangan hanya jadi pajangan, pelajari dan mulailah tertib berlalu lintas dari sekarang,” ujar Rama.

Pewarta: Biyan Mudzakiy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/