alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Luhut Ungkap Alasan Mall di Malang Belum Boleh Buka

RADAR MALANG – Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 16 Agustus 2021. Keputusan tersebut berlaku untuk wilayah Jawa dan Bali. Namun, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga ketua koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan beberapa pelonggaran.

Luhut memaparkan, dalam opsi perpanjangan PPKM hingga 16 Agustus mendatang, terdapat dua road map yang memiliki penyesuaian dan akan diuji cobakan. Yakni sektor perbelanjaan atau mal dan industri esensial yang berbasis Ekspor atau penunjangnya.

”Pemerintah akan melakukan uji coba pembukaan secara gradual untuk mall atau pusat perbelanjaan di wilayah dengan level 4 dengan memperhatikan implementasi protokol kesehatan,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (9/8).

Uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mall tersebut akan dilakukan di kota Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang dengan kapasitas 25 persen selama seminggu kedepan, dengan protokol kesehatan yang ketat. “Hanya mereka yang sudah divaksinasi dapat masuk ke mall dan harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, anak umur di bawah 12 tahun dan diatas 70 tahun akan dilarang untuk masuk ke dalam mall atau pusat perbelanjaan,” ucapnya.

Luhut menambahkan, ujicoba pembukaan mall tersebut belum akan dilakukan di wilayah Malang Raya dan juga Bali. Menurutnya, hal itu karena kasus Covid-19 masih dianggap cukup mengkhawatirkan hingga dibutuhkan penanganan khusus. ”Kami akan berkunjung ke sana dalam waktu dekat ini,” terangnya. Pemerintah juga akan membentuk tim khusus agar penanganan Covid-19 di wilayah yang mengkhawatirkan bisa lebih optimal ditangani.

Selain itu, penyesuaian di level 4 dilakukan juga untuk tempat ibadah. Dalam perpanjangan mulai 10 Agustus, kabupaten kota di wilayah level 4 dapat melakukan ibadah dengan kapasitas maksimum 25 persen atau maksimal 20 orang.

“Kami ingin menekankan sekali lagi bahwa ada 3 pilar utama dalam hal penanganan pandemi Covid-19 ini, Pertama adalah peningkatan coverage vaksinasi secara cepat, Kedua penerapan 3T yang tinggi, dan kepatuhan 3M terutama soal masker yang baik,” pungkasnya.

Sumber: JawaPos.Com

RADAR MALANG – Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 16 Agustus 2021. Keputusan tersebut berlaku untuk wilayah Jawa dan Bali. Namun, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga ketua koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan beberapa pelonggaran.

Luhut memaparkan, dalam opsi perpanjangan PPKM hingga 16 Agustus mendatang, terdapat dua road map yang memiliki penyesuaian dan akan diuji cobakan. Yakni sektor perbelanjaan atau mal dan industri esensial yang berbasis Ekspor atau penunjangnya.

”Pemerintah akan melakukan uji coba pembukaan secara gradual untuk mall atau pusat perbelanjaan di wilayah dengan level 4 dengan memperhatikan implementasi protokol kesehatan,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (9/8).

Uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mall tersebut akan dilakukan di kota Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang dengan kapasitas 25 persen selama seminggu kedepan, dengan protokol kesehatan yang ketat. “Hanya mereka yang sudah divaksinasi dapat masuk ke mall dan harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, anak umur di bawah 12 tahun dan diatas 70 tahun akan dilarang untuk masuk ke dalam mall atau pusat perbelanjaan,” ucapnya.

Luhut menambahkan, ujicoba pembukaan mall tersebut belum akan dilakukan di wilayah Malang Raya dan juga Bali. Menurutnya, hal itu karena kasus Covid-19 masih dianggap cukup mengkhawatirkan hingga dibutuhkan penanganan khusus. ”Kami akan berkunjung ke sana dalam waktu dekat ini,” terangnya. Pemerintah juga akan membentuk tim khusus agar penanganan Covid-19 di wilayah yang mengkhawatirkan bisa lebih optimal ditangani.

Selain itu, penyesuaian di level 4 dilakukan juga untuk tempat ibadah. Dalam perpanjangan mulai 10 Agustus, kabupaten kota di wilayah level 4 dapat melakukan ibadah dengan kapasitas maksimum 25 persen atau maksimal 20 orang.

“Kami ingin menekankan sekali lagi bahwa ada 3 pilar utama dalam hal penanganan pandemi Covid-19 ini, Pertama adalah peningkatan coverage vaksinasi secara cepat, Kedua penerapan 3T yang tinggi, dan kepatuhan 3M terutama soal masker yang baik,” pungkasnya.

Sumber: JawaPos.Com

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/