alexametrics
30.7 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Tegas, Tempat Usaha Disegel jika Tak Prokes

KEPANJEN – Banyaknya warga yang melanggar protokol kesehatan (prokes) membuat petugas menyiapkan sanksi tegas. Bagi tempat usaha yang tidak menyiapkan aplikasi PeduliLindungi, terancam disegel.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang mengatakan, dalam satu kali operasi, rata-rata pihaknya menemukan 30 sampai 50 orang yang melanggar prokes. Karena dalam satu hari tim biasa melakukan operasi tiga kali, ada sekitar 150 warga yang melanggar protokol kesehatan.

“Kami melihat jumlah orang-orang yang sudah mulai abai dan tidak menggunakan masker itu meningkat,” kata Mando-sapaan akrabnya.

Namun belum banyak langkah yang dilakukan. Termasuk menjatuhkan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) berupa denda. Kondisi perekonomian yang masih sulit disinyalir menjadi penyebabnya. Meski begitu, bukan berarti pengawasan kendor.

Bersama jajaran TNI dan Polri, Mantan Camat Pakis itu bakal menambah jumlah regu patroli dalam operasi pamor keris. “Kalau sebelumnya ada 3 tim, sekarang kami tambah mejadi 6 (tim). Mereka akan bertugas di wilayah selatan dan utara,” sambung Mando.

Adapun wilayah yang menjadi fokus patroli yakni tempat-tempat dengan tingkat risiko keramaian tinggi. Seperti Kecamatan Singosari, Kepanjen, Lawang, dan Dau. Tempat-tempat yang disasar seperti warung, kafe, pasar, terminal, dan tempat nongkrong lainnya.

Selain itu, pihaknya juga menyisir tempat-tempat publik terkait dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Selama 2 minggu ke depan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi aplikasi PeduliLindungi di tempat usaha. “Setelah sosialisasi itu akan kami lakukan pengecekan. Kalau ada sudah mengurus, kami minta menunjukkan buktinya. Kalau tidak mengurus maka kami segel,” tegas mantan Camat Wajak itu. (iik/dan)

KEPANJEN – Banyaknya warga yang melanggar protokol kesehatan (prokes) membuat petugas menyiapkan sanksi tegas. Bagi tempat usaha yang tidak menyiapkan aplikasi PeduliLindungi, terancam disegel.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang mengatakan, dalam satu kali operasi, rata-rata pihaknya menemukan 30 sampai 50 orang yang melanggar prokes. Karena dalam satu hari tim biasa melakukan operasi tiga kali, ada sekitar 150 warga yang melanggar protokol kesehatan.

“Kami melihat jumlah orang-orang yang sudah mulai abai dan tidak menggunakan masker itu meningkat,” kata Mando-sapaan akrabnya.

Namun belum banyak langkah yang dilakukan. Termasuk menjatuhkan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) berupa denda. Kondisi perekonomian yang masih sulit disinyalir menjadi penyebabnya. Meski begitu, bukan berarti pengawasan kendor.

Bersama jajaran TNI dan Polri, Mantan Camat Pakis itu bakal menambah jumlah regu patroli dalam operasi pamor keris. “Kalau sebelumnya ada 3 tim, sekarang kami tambah mejadi 6 (tim). Mereka akan bertugas di wilayah selatan dan utara,” sambung Mando.

Adapun wilayah yang menjadi fokus patroli yakni tempat-tempat dengan tingkat risiko keramaian tinggi. Seperti Kecamatan Singosari, Kepanjen, Lawang, dan Dau. Tempat-tempat yang disasar seperti warung, kafe, pasar, terminal, dan tempat nongkrong lainnya.

Selain itu, pihaknya juga menyisir tempat-tempat publik terkait dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Selama 2 minggu ke depan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi aplikasi PeduliLindungi di tempat usaha. “Setelah sosialisasi itu akan kami lakukan pengecekan. Kalau ada sudah mengurus, kami minta menunjukkan buktinya. Kalau tidak mengurus maka kami segel,” tegas mantan Camat Wajak itu. (iik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/