alexametrics
30 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Begini Kesaksian Cucu Korban Meninggal Akibat Gempa Malang

MALANG – Wahyudi menghela nafas saat mengingat kejadian pascagempa yang menewaskan Munadi, 80, kakeknya Sabtu kemarin (10/4). Pria warga Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang ini tak mengira, goncangan gempa yang dirasakan telah membuat rumahnya ambruk dan juga menyebabkan kakeknya meninggal dunia.

Jawa Pos Radar Malang mendatangi kediaman mendiang yang berada di RT 12 / RW 03, Desa Wirotaman, Ampelgading siang ini (11/4). Terlihat reruntuhan dua rumah yang kondisinya mengenaskan. Bangunan rumah ambruk menyisakan rangka atapnya saja. Sementara di halaman depan berdiri tenda kecil tempat Wahyudi, cucu korban beristirahat tadi malam. “Waktu kejadian gempa saya sedang bekerja di Pal Tirtoyudo, dan pada kejadian itu saya telpon ke rumah, tapi tidak ada jawaban,” kata dia.

Wahyudi pun bergegas pulang dan mendapati rumah orang tua dan juga kakeknya telah rata dengan tanah. “Sudah hancur, dan saya tahunya kakek saya berada di ruang tengah, dekat dapur,” ungkap dia. Saat ditemukan, Munadi dalam kondisi tak bernyawa dengan posisi duduk di depan meja kecil. Korban juga tertimpa tiang penyanggah atau cepogo.

Wahyudi masih ingat, pagi sebelum berangkat kerja sempat menanyai sang kakek barangkali menitip sesuatu untuk dibeli. “Biasanya nitip permen, rokok atau keperluan lain kalau saya berangkat kerja,” ucap dia. Namun kemarin pagi, sang kakek menyatakan lagi tak ingin apa-apa.

Munadi juga dikenal sebagai orang yang ramah terhadap tetangga. “Apikan orangnya, dia juga sering sambang tetangga,” ujarnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG – Wahyudi menghela nafas saat mengingat kejadian pascagempa yang menewaskan Munadi, 80, kakeknya Sabtu kemarin (10/4). Pria warga Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang ini tak mengira, goncangan gempa yang dirasakan telah membuat rumahnya ambruk dan juga menyebabkan kakeknya meninggal dunia.

Jawa Pos Radar Malang mendatangi kediaman mendiang yang berada di RT 12 / RW 03, Desa Wirotaman, Ampelgading siang ini (11/4). Terlihat reruntuhan dua rumah yang kondisinya mengenaskan. Bangunan rumah ambruk menyisakan rangka atapnya saja. Sementara di halaman depan berdiri tenda kecil tempat Wahyudi, cucu korban beristirahat tadi malam. “Waktu kejadian gempa saya sedang bekerja di Pal Tirtoyudo, dan pada kejadian itu saya telpon ke rumah, tapi tidak ada jawaban,” kata dia.

Wahyudi pun bergegas pulang dan mendapati rumah orang tua dan juga kakeknya telah rata dengan tanah. “Sudah hancur, dan saya tahunya kakek saya berada di ruang tengah, dekat dapur,” ungkap dia. Saat ditemukan, Munadi dalam kondisi tak bernyawa dengan posisi duduk di depan meja kecil. Korban juga tertimpa tiang penyanggah atau cepogo.

Wahyudi masih ingat, pagi sebelum berangkat kerja sempat menanyai sang kakek barangkali menitip sesuatu untuk dibeli. “Biasanya nitip permen, rokok atau keperluan lain kalau saya berangkat kerja,” ucap dia. Namun kemarin pagi, sang kakek menyatakan lagi tak ingin apa-apa.

Munadi juga dikenal sebagai orang yang ramah terhadap tetangga. “Apikan orangnya, dia juga sering sambang tetangga,” ujarnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/