alexametrics
21.4 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Akomodasi Operasi Jantung, Pemda Malang Raya Kucurkan Rp 450 Juta

KOTA BATU – Diperkirakan di Malang Raya ada ribuan orang menderita sakit jantung. Pemerintah dari tiga daerah yakni Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu terus mengucurkan dana bantuan kepada penderita yang membutuhkan operasi. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Malang Raya Mudjiono Adi SH dalam kegiatan pemeriksaan dini penderita jantung bawaan usia 0 – 30 tahun untuk memperingati Hari Jantung Sedunia di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Kota Batu 9 Oktober lalu.

Menurut dia, untuk tahun 2021, anggaran yang diberikan dari masing-masing pemda bervariasi. Yang mana dari Pemkab Malang sebesar Rp 200 juta, lalu Pemkot Batu sekitar Rp 100 juta dan rencananya akan mengajukan tambahan alokasi anggaran lagi. Kemudian dari Pemkot Malang sejumlah Rp 150 juta.

Mudjiono mengatakan bantuan yang diberikan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena untuk yang saat ini hanya dibantu untuk operasional akomodasi dari keberangkatan hingga kepulangan penderita penyakit jantung. Karena untuk kegiatan operasi jantung sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan dilakukan di rumah sakit yang ada di Jakarta.

“Saat ini rata-rata penderita mendapat bantuan dari Rp 10 juta sampai Rp 12 juta, itu untuk cost nya saja menginap satu kamar selama beberapa hari sudah habis jutaan rupiah, belum makannya,” jelasnya. Untuk sumber bantuan yang didapatkan berasal dari masing-masing pemerintah daerah (pemda) dan disesuaikan dengan asal penderita. “Kalau penderita yang butuh operasi dari warga Kabupaten Malang maka saya ambilkan dana dari pemda setempat yang dialokasikan ke YJI Malang Raya,” terangnya.

Berbeda, pada tahun 2004 hingga 2019, YJI Cabang Malang Raya juga men-support kegiatan operasi bagi penderita penyakit jantung. Total dalam kurun waktu tersebut ada 97 orang yang telah dibantu. Lalu untuk setiap orang dulu membutuhkan biaya operasi sebesar Rp 50 juta hingga Rp 250 juta. “Operasi jantung yang dimaksud, ada yang jantungnya bocor atau bermasalah sehingga butuh dioperasi, ada yang pasang klep, pasang baterai dan lainnya tapi sekarang ditanggung BPJS,” katanya.

Dia mengatakan untuk tahun ini baru satu penderita penyakit jantung yang dibantu operasi asal Kota Batu. Karena pada tahun lalu ada pandemi Covid-19, sehingga aktivitas kegiatan yang ada dihentikan sementara waktu. “Kemudian yang antre mau berangkat operasi ada 11 orang, yaitu 4 orang dari Kabupaten Malang dan 7 orang dari Kota Batu,” paparnya.

Di sisi lain, Mudjiono mengatakan untuk langkah pencegahan, YJI Cabang Malang Raya memiliki 70 klub jantung sehat dengan total sebanyak 5.383 anggota. Selain itu juga ada 472 anggota klub jantung remaja. Lalu kegiatan yang dilakukan secara rutin yakni senam sehat sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu.
“Kegiatan Klub Jantung Sehat pertama pencegahan supaya tidak sakit jantung sebagai pelopor gaya hidup sehat, tidak hanya senam, tapi pelopor gaya hidup sehat bagaimana merawat jantungnya itu. Kami juga fasilitasi semuanya untuk kebutuhan senam, tensi, alat ukur lingkar pinggang dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, dalam kegiatan pemeriksaan dini penderita jantung bawaan usia 0-30 tahun tersebut diikuti 150 orang. Termasuk pemeriksaan ekokardiografi atau foto keadaan jantungnya. “Untuk tanggal 16 Oktober nanti di Balai Kota Among Tani Batu jam tujuh pagi diadakan senam terbatas sekitar 100 orang dan pelatihan penanganan penderita penyakit jantung,” jelasnya. (nug/lid/rmc)

KOTA BATU – Diperkirakan di Malang Raya ada ribuan orang menderita sakit jantung. Pemerintah dari tiga daerah yakni Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu terus mengucurkan dana bantuan kepada penderita yang membutuhkan operasi. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Malang Raya Mudjiono Adi SH dalam kegiatan pemeriksaan dini penderita jantung bawaan usia 0 – 30 tahun untuk memperingati Hari Jantung Sedunia di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Kota Batu 9 Oktober lalu.

Menurut dia, untuk tahun 2021, anggaran yang diberikan dari masing-masing pemda bervariasi. Yang mana dari Pemkab Malang sebesar Rp 200 juta, lalu Pemkot Batu sekitar Rp 100 juta dan rencananya akan mengajukan tambahan alokasi anggaran lagi. Kemudian dari Pemkot Malang sejumlah Rp 150 juta.

Mudjiono mengatakan bantuan yang diberikan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena untuk yang saat ini hanya dibantu untuk operasional akomodasi dari keberangkatan hingga kepulangan penderita penyakit jantung. Karena untuk kegiatan operasi jantung sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan dilakukan di rumah sakit yang ada di Jakarta.

“Saat ini rata-rata penderita mendapat bantuan dari Rp 10 juta sampai Rp 12 juta, itu untuk cost nya saja menginap satu kamar selama beberapa hari sudah habis jutaan rupiah, belum makannya,” jelasnya. Untuk sumber bantuan yang didapatkan berasal dari masing-masing pemerintah daerah (pemda) dan disesuaikan dengan asal penderita. “Kalau penderita yang butuh operasi dari warga Kabupaten Malang maka saya ambilkan dana dari pemda setempat yang dialokasikan ke YJI Malang Raya,” terangnya.

Berbeda, pada tahun 2004 hingga 2019, YJI Cabang Malang Raya juga men-support kegiatan operasi bagi penderita penyakit jantung. Total dalam kurun waktu tersebut ada 97 orang yang telah dibantu. Lalu untuk setiap orang dulu membutuhkan biaya operasi sebesar Rp 50 juta hingga Rp 250 juta. “Operasi jantung yang dimaksud, ada yang jantungnya bocor atau bermasalah sehingga butuh dioperasi, ada yang pasang klep, pasang baterai dan lainnya tapi sekarang ditanggung BPJS,” katanya.

Dia mengatakan untuk tahun ini baru satu penderita penyakit jantung yang dibantu operasi asal Kota Batu. Karena pada tahun lalu ada pandemi Covid-19, sehingga aktivitas kegiatan yang ada dihentikan sementara waktu. “Kemudian yang antre mau berangkat operasi ada 11 orang, yaitu 4 orang dari Kabupaten Malang dan 7 orang dari Kota Batu,” paparnya.

Di sisi lain, Mudjiono mengatakan untuk langkah pencegahan, YJI Cabang Malang Raya memiliki 70 klub jantung sehat dengan total sebanyak 5.383 anggota. Selain itu juga ada 472 anggota klub jantung remaja. Lalu kegiatan yang dilakukan secara rutin yakni senam sehat sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu.
“Kegiatan Klub Jantung Sehat pertama pencegahan supaya tidak sakit jantung sebagai pelopor gaya hidup sehat, tidak hanya senam, tapi pelopor gaya hidup sehat bagaimana merawat jantungnya itu. Kami juga fasilitasi semuanya untuk kebutuhan senam, tensi, alat ukur lingkar pinggang dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, dalam kegiatan pemeriksaan dini penderita jantung bawaan usia 0-30 tahun tersebut diikuti 150 orang. Termasuk pemeriksaan ekokardiografi atau foto keadaan jantungnya. “Untuk tanggal 16 Oktober nanti di Balai Kota Among Tani Batu jam tujuh pagi diadakan senam terbatas sekitar 100 orang dan pelatihan penanganan penderita penyakit jantung,” jelasnya. (nug/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/