alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Pandemi, Penjual Pernak Pernik Imlek Merana

MALANG KOTA – Pandemi Covid-19 yang belum usai, membuat penjualan pernak-pernik Imlek menurun drastis. Jika beberapa tahun lalu berjajar penjual cheongsam, baju anak, dan mainan Barongsai di depan Klenteng Eng Ang Kiong dan area Pasar Besar. Pada perayaan Tahun Baru Imlek 2021 ini, hanya nampak satu orang penjual saja di depan Klenteng Eng Ang Kiong.

“Kalau dibandingkan tahun lalu ya menurun seratus persen. Karena sepi ini saya menurunkan stok jualan hingga 75 persen,” ujar Erni Sugiyani, Penjual Pernak-pernik Imlek di depan Klenteng Eng Ang Kiong.

Penurunan drastisi ini disebabkan karena salah satunya sektor perbankan dan perhotelan tak lagi memesan cheongsam kepadanya. “Biasanya bank-bank dan hotel-hotel jelang Imlek pesan minimal 15 pasang baju. Tapi tahun ini hanya satu bank saja yang pesan,” keluhnya sambil menghela napas.

Bukan hanya penjualannya saja yang menurun, tetapi para perajin langganannya pun juga tidak lagi menitipkan produk ke lapaknya. “Saya biasanya pesan di Jakarta dan Semarang, tetapi tahun ini saya hanya menjual stok lama dan tambahan dari perajin lokal. Tapi yang dari lokal juga ayem (sepi) gini,” ujar wanita beranak dua itu.

Padahal pada tahun-tahun sebelumnya ,ia mampu menjual 60 hingga 70 pasang baju dan mainan per harinya. “Ini tadi masih ada satu dua orang yang beli baju anak. Kalau baju anak-anak, pasti ada saja yang beli. Karena pas Imlek biasanya buat foto dan lucu-lucuan,” ujar Erni.

Menurut Erni, ditiadakannya pertunjukan Barongsai juga mempengaruhi penjualan mainan di lapaknya. “Karena kalau habis lihat Barongsai kan mereka jadi pengin beli mainannya. Kemudian ibunya juga pengin beli baju buat anaknya,” pungkasnya.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Pandemi Covid-19 yang belum usai, membuat penjualan pernak-pernik Imlek menurun drastis. Jika beberapa tahun lalu berjajar penjual cheongsam, baju anak, dan mainan Barongsai di depan Klenteng Eng Ang Kiong dan area Pasar Besar. Pada perayaan Tahun Baru Imlek 2021 ini, hanya nampak satu orang penjual saja di depan Klenteng Eng Ang Kiong.

“Kalau dibandingkan tahun lalu ya menurun seratus persen. Karena sepi ini saya menurunkan stok jualan hingga 75 persen,” ujar Erni Sugiyani, Penjual Pernak-pernik Imlek di depan Klenteng Eng Ang Kiong.

Penurunan drastisi ini disebabkan karena salah satunya sektor perbankan dan perhotelan tak lagi memesan cheongsam kepadanya. “Biasanya bank-bank dan hotel-hotel jelang Imlek pesan minimal 15 pasang baju. Tapi tahun ini hanya satu bank saja yang pesan,” keluhnya sambil menghela napas.

Bukan hanya penjualannya saja yang menurun, tetapi para perajin langganannya pun juga tidak lagi menitipkan produk ke lapaknya. “Saya biasanya pesan di Jakarta dan Semarang, tetapi tahun ini saya hanya menjual stok lama dan tambahan dari perajin lokal. Tapi yang dari lokal juga ayem (sepi) gini,” ujar wanita beranak dua itu.

Padahal pada tahun-tahun sebelumnya ,ia mampu menjual 60 hingga 70 pasang baju dan mainan per harinya. “Ini tadi masih ada satu dua orang yang beli baju anak. Kalau baju anak-anak, pasti ada saja yang beli. Karena pas Imlek biasanya buat foto dan lucu-lucuan,” ujar Erni.

Menurut Erni, ditiadakannya pertunjukan Barongsai juga mempengaruhi penjualan mainan di lapaknya. “Karena kalau habis lihat Barongsai kan mereka jadi pengin beli mainannya. Kemudian ibunya juga pengin beli baju buat anaknya,” pungkasnya.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/