alexametrics
22.3 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Kompetisi Urban Farming Dispangtan, Jamin Ketahanan Gizi Keluarga

MALANG KOTA – Pemkot Malang tampaknya begitu getol menggerakkan urban farming sampai ke akar rumput. Setelah Dinas Lingkungan Hidup dengan Kampung Bersinarnya, kali ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) juga hendak menggelar hal serupa.

“Ada dua lomba urban farming, satu terkait kelompok dasawisma kelurahan dan satu lagi kelompok organisasi perangkat daerah,” kata Sekretaris Dispangtan Eny Handayani.

Rencananya, lomba ini akan digelar setelah lebaran yakni mulai 24 Mei sampai 21 Juni mendatang. Hal terkait teknis acara tersebut disosialisasikan hari ini (12/4) di Hotel Atria. Seluruh kelurahan di Kota Malang yang berjumlah 57 akan mengeluarkan satu dasawisma yang menjadi perwakilan.

“Tanggal 19 April kita sosialisasi untuk organisasi perangkat daerah,” kata Eny.

Perlombaan ini menurut Eny bertujuan untuk menyikapi berkurangnya lahan pertanian di Kota Malang. Di samping menjamin ketahanan keluarga, utamanya pada gizi.

Selain itu juga urban farming akan bisa menjadi nilai tambah pendapatan keluarga, seperti di Arjowinangun. Kelompok dasawisma menjadi sasaran Dispangtan, karena menurutnya kelompok ini terdiri atas ibu-ibu yang diharapkan menjadi motor penggerak membudayanya urban farming sampai di akar rumput.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Pemkot Malang tampaknya begitu getol menggerakkan urban farming sampai ke akar rumput. Setelah Dinas Lingkungan Hidup dengan Kampung Bersinarnya, kali ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) juga hendak menggelar hal serupa.

“Ada dua lomba urban farming, satu terkait kelompok dasawisma kelurahan dan satu lagi kelompok organisasi perangkat daerah,” kata Sekretaris Dispangtan Eny Handayani.

Rencananya, lomba ini akan digelar setelah lebaran yakni mulai 24 Mei sampai 21 Juni mendatang. Hal terkait teknis acara tersebut disosialisasikan hari ini (12/4) di Hotel Atria. Seluruh kelurahan di Kota Malang yang berjumlah 57 akan mengeluarkan satu dasawisma yang menjadi perwakilan.

“Tanggal 19 April kita sosialisasi untuk organisasi perangkat daerah,” kata Eny.

Perlombaan ini menurut Eny bertujuan untuk menyikapi berkurangnya lahan pertanian di Kota Malang. Di samping menjamin ketahanan keluarga, utamanya pada gizi.

Selain itu juga urban farming akan bisa menjadi nilai tambah pendapatan keluarga, seperti di Arjowinangun. Kelompok dasawisma menjadi sasaran Dispangtan, karena menurutnya kelompok ini terdiri atas ibu-ibu yang diharapkan menjadi motor penggerak membudayanya urban farming sampai di akar rumput.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/