alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Kasus Covid di Malang Tinggi, Isoter Jadi Sorotan Deputi Menko Marves

MALANG KOTA – Atensi sedang tertuju ke wilayah Malang Raya dalam penanganan Covid-19. Rencanannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan akan datang dan memberi arahan khusus besok (13/8). Sebagai pemanasan, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto dan tim sudah terlebih dulu datang ke Malang hari ini (12/8).

Pertemuan pun digelar bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan sejumlah pejabat di Gazebo Balai Kota Malang. Dalam paparannya, Septian menyebut bila kasus aktif di Malang Raya memang menjadi atensi karena termasuk tinggi. “Minggu kemarin sebelum ke sini, data dari Kemenkes menyebutkan Malang Raya itu 6.400 kasus aktif, kalau dipecah-pecah mungkin angka tiga ribu itu di Malang Kota atau Kabupaten,” sebutnya.

Dia juga menyamakan Malang Raya seperti wilayah Aglomerasi lainnya seperti Solo Raya yang akan menurun bila transmisi komunitasnya rendah. “Kalau transmisi komunitas sudah banyak itu sulit, seperti Jakarta yang sulit menjangkau tingkatan kecamatan. Sementara Solo Raya ini sudah turun, makanya PPKM Mikro ini bisa menekan,” imbuhnya.

Sorotan lain diungkap terkait pasien isolasi mandiri (isoman) yang disebutnya juga masih tinggi. “Kalau isoman cenderung tinggi, tren kematian pun akan terjadi. Harusnya ini bisa ditarik keluar,” kata dia. Terlebih, banyak juga warga yang terpapar Covid-19 karena memiliki komorbid. “Orang-orang ini kadang bandel, makanya kalau ada satu yang komorbid ada baiknya ditarik keluar, jangan boleh isoman, apalagi varian Delta ini lebih cepat menular kalau tidak di treatment,” tambah Septian.

Hal tersebut akan membahayakan apabila ada ibu hamil di rumah. “Kalau ibu hamil, kalau terpapar risikonya tinggi, saturasinya lebih cepat turun apabila kekurangan oksigen,” ucapnya.

Berdasarkan hal tersebut, fasilitas isoter (isolasi terpadu) harus disediakan dan diisi. “Pertama mungkin isoter itu diisi saja, dan untuk ibu hamil ini ada tempat isolasi sendiri,” ucapnya.

Seperti diketahui, fasilitas isoter di Gedung BKSDM Jl. Kawi telah ditambah kapasitasnya dari 95 hingga 225 tempat tidur pada Juli lalu. Apabila ada permasalahan tenaga kesehatan (nakes), ia mengatakan bisa mengambil nakes dari beberapa kampus. “Nakes dari Universitas Brawijaya atau Politeknik Kesehatan Malang, atau dari kampus lain yang mereka sudah masa lulusan akhir. Karena yang dihadapi gejala ringan saja, jadi tidak perlu harusexpert skill-nya,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Atensi sedang tertuju ke wilayah Malang Raya dalam penanganan Covid-19. Rencanannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan akan datang dan memberi arahan khusus besok (13/8). Sebagai pemanasan, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto dan tim sudah terlebih dulu datang ke Malang hari ini (12/8).

Pertemuan pun digelar bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan sejumlah pejabat di Gazebo Balai Kota Malang. Dalam paparannya, Septian menyebut bila kasus aktif di Malang Raya memang menjadi atensi karena termasuk tinggi. “Minggu kemarin sebelum ke sini, data dari Kemenkes menyebutkan Malang Raya itu 6.400 kasus aktif, kalau dipecah-pecah mungkin angka tiga ribu itu di Malang Kota atau Kabupaten,” sebutnya.

Dia juga menyamakan Malang Raya seperti wilayah Aglomerasi lainnya seperti Solo Raya yang akan menurun bila transmisi komunitasnya rendah. “Kalau transmisi komunitas sudah banyak itu sulit, seperti Jakarta yang sulit menjangkau tingkatan kecamatan. Sementara Solo Raya ini sudah turun, makanya PPKM Mikro ini bisa menekan,” imbuhnya.

Sorotan lain diungkap terkait pasien isolasi mandiri (isoman) yang disebutnya juga masih tinggi. “Kalau isoman cenderung tinggi, tren kematian pun akan terjadi. Harusnya ini bisa ditarik keluar,” kata dia. Terlebih, banyak juga warga yang terpapar Covid-19 karena memiliki komorbid. “Orang-orang ini kadang bandel, makanya kalau ada satu yang komorbid ada baiknya ditarik keluar, jangan boleh isoman, apalagi varian Delta ini lebih cepat menular kalau tidak di treatment,” tambah Septian.

Hal tersebut akan membahayakan apabila ada ibu hamil di rumah. “Kalau ibu hamil, kalau terpapar risikonya tinggi, saturasinya lebih cepat turun apabila kekurangan oksigen,” ucapnya.

Berdasarkan hal tersebut, fasilitas isoter (isolasi terpadu) harus disediakan dan diisi. “Pertama mungkin isoter itu diisi saja, dan untuk ibu hamil ini ada tempat isolasi sendiri,” ucapnya.

Seperti diketahui, fasilitas isoter di Gedung BKSDM Jl. Kawi telah ditambah kapasitasnya dari 95 hingga 225 tempat tidur pada Juli lalu. Apabila ada permasalahan tenaga kesehatan (nakes), ia mengatakan bisa mengambil nakes dari beberapa kampus. “Nakes dari Universitas Brawijaya atau Politeknik Kesehatan Malang, atau dari kampus lain yang mereka sudah masa lulusan akhir. Karena yang dihadapi gejala ringan saja, jadi tidak perlu harusexpert skill-nya,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/