alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Simak! Begini Rencana Gubernur Jatim Kendalikan Covid di Malang Raya

RADAR MALANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kian serius mencermati penanganan Covid-19 di Malang Raya. Maklum saja, kondisi di wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu masih menjadi sorotan dari hasil evaluasi perpanjangan PPKM oleh Pemerintah Pusat.

Khofifah menyatakan, salah satu problem yang masih menjadi kendala adalah warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Karena dari data angka kematian yang didapatkan, sebanyak 40 persen merupakan pasien yang menjalani isoman. Karena itu, Gubernur Jatim memerintahkan kepada tiga kepala daerah minta untuk segera mengambil tindakan. ”Mereka (warga yang isoman) harus dievakuasi,” ujar Khofifah.

Mantan menteri sosial itu juga mengungkapkan vaksinasi harus digenjot di Malang Raya. Data dari kementerian kesehatan menunjukkan, cakupan vaksinasi di Malang Raya masih jauh dari target. Karena ada wilayah dengan cakupan vaksinasi tinggi. Namun sebaliknya, beberapa wilayah memiliki cakupan vaksinasi yang sangat rendah.

”Ini data dari Kementerian Kesehatan yang bersumber dari daerah, cakupan vaksinasi harus diperhatikan,” kata Khofifah.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Kohar Hari Santoso menyatakan ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 atau bed occupancy rate (BOR) cukup dinamis. Ada yang menurun dan ada pula yang meningkat.

Menurut dia, peningkatan terjadi di Kabupaten Malang, BOR ICU sebesar 87 persen. Dibandingkan dengan awal PPKM, BOR sebesar 82 persen. Sementara itu, di Kota Batu, BOR ICU tidak berubah. ”Yakni masih di angka 100 persen,” terang Kohar.

Untuk itu, lanjut Kohar, pihaknya akan menambah kapasitas di rumah sakit. Dengan begitu diharapkan angka BOR akan membaik. ”Yang akan dilakukan berikutnya adalah menambah kapasitas rumah sakit,” ucap Kohar.

Sumber: JawaPos.Com

RADAR MALANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kian serius mencermati penanganan Covid-19 di Malang Raya. Maklum saja, kondisi di wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu masih menjadi sorotan dari hasil evaluasi perpanjangan PPKM oleh Pemerintah Pusat.

Khofifah menyatakan, salah satu problem yang masih menjadi kendala adalah warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Karena dari data angka kematian yang didapatkan, sebanyak 40 persen merupakan pasien yang menjalani isoman. Karena itu, Gubernur Jatim memerintahkan kepada tiga kepala daerah minta untuk segera mengambil tindakan. ”Mereka (warga yang isoman) harus dievakuasi,” ujar Khofifah.

Mantan menteri sosial itu juga mengungkapkan vaksinasi harus digenjot di Malang Raya. Data dari kementerian kesehatan menunjukkan, cakupan vaksinasi di Malang Raya masih jauh dari target. Karena ada wilayah dengan cakupan vaksinasi tinggi. Namun sebaliknya, beberapa wilayah memiliki cakupan vaksinasi yang sangat rendah.

”Ini data dari Kementerian Kesehatan yang bersumber dari daerah, cakupan vaksinasi harus diperhatikan,” kata Khofifah.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Kohar Hari Santoso menyatakan ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 atau bed occupancy rate (BOR) cukup dinamis. Ada yang menurun dan ada pula yang meningkat.

Menurut dia, peningkatan terjadi di Kabupaten Malang, BOR ICU sebesar 87 persen. Dibandingkan dengan awal PPKM, BOR sebesar 82 persen. Sementara itu, di Kota Batu, BOR ICU tidak berubah. ”Yakni masih di angka 100 persen,” terang Kohar.

Untuk itu, lanjut Kohar, pihaknya akan menambah kapasitas di rumah sakit. Dengan begitu diharapkan angka BOR akan membaik. ”Yang akan dilakukan berikutnya adalah menambah kapasitas rumah sakit,” ucap Kohar.

Sumber: JawaPos.Com

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/