alexametrics
26.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Alhamdulillah… Jembatan Sengkaling Dibangun Tahun Ini

DAU – Setelah hancur diterjang banjir sejak November 2021 lalu, dam sekaligus jembatan Sengkaling akan diperbaiki tahun ini. Anggaran perbaikannya bukan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, tapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Untuk memperbaiki jembatan yang menghubungkan Tlogomas (Kota Malang) dengan Tegalgondo (Kabupaten Malang) dialokasikan sekitar Rp 200 juta. ”Ada sejumlah item yang perbaikannya memakai dana provinsi,” ujar Juru Pengairan di Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Provinsi Jatim kantor wilayah (Korwil) Malang Prasetyo, kemarin (12/4).

”Dam ini sepanjang 30 meter. Yang rusak sekitar 12 meter. Kerusakan terletak pada badan jembatan. Penyambung betonnya ambrol,” tambah Prasetyo.

Sebelumnya, Pemkab Malang memastikan tidak akan mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan Sengakaling. Alasannya, jembatan tersebut milik Pemprov dan pengoperasiannya menjadi kewenangan Pemprov Jatim.

Prasetyo mengatakan, jembatan beton tersebut ambrol akibat besi rangka yang penyok. Penyebabnya, material yang terbawa ketika banjir bandang menerjang. Selain itu, penyangga jembatan juga retak. Walhasil, tidak ada lagi kendaraan roda dua yang bisa melewatinya.

Prasetyo menegaskan, mulanya proyek itu hanya untuk dam. Tapi atasnya jam terdapat penutup yang kerap dilintasi warga sekitar. Khususnya mobilitas dari Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang menuju Kota Malang atau sebaliknya.

”Sebenarnya itu ruang pengoperasian pintu air untuk petugas. Kami pastikan bukan jalan umum. Karena dam ini mengontrol air aliran Kali Brantas. Tetapi warga sudah telanjur memakainya menjadi jalan tikus,” kata Prasetyo.

Disinggung mengenai kapan pengerjaan dilakukan, Prasetyo mengupayakan secepatnya. Kemungkinan pengerjaannya bisa melalui penunjukan langsung (PL), sehingga tidak membutuhkan waktu lama. Berbeda jika anggarannya di atas Rp 200 juta, maka harus melalui proses lelang. Penuntasan pengerjaan pun bisa jadi akan terhambat karena proses menunggu lelang rampung.

Prasetyo menyebut, Pemprov Jatim menunggu musim kemarau tiba, baru diperbaiki. Sebab untuk memaksimalkan perbaikan, kata dia, sungai harus kering. Selain itu, Pemprov juga mengantisipasi potensi banjir dan luapan air susulan.

Bulan-bulan ini, kata dia, hujan masih merundung di Malang Raya. Saat hujan, debit air di kali brantas bakal naik. Hal ini akan mengganggu perbaikan dam plus jembatan Sengkaling. ”Memang sudah ada rencana pembangunan. Kami menunggu musim kemarau tiba. Supaya, tidak ada kekhawatiran banjir atau luapan air saat perbaikan,” ucapnya.(fin/dan)

DAU – Setelah hancur diterjang banjir sejak November 2021 lalu, dam sekaligus jembatan Sengkaling akan diperbaiki tahun ini. Anggaran perbaikannya bukan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, tapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Untuk memperbaiki jembatan yang menghubungkan Tlogomas (Kota Malang) dengan Tegalgondo (Kabupaten Malang) dialokasikan sekitar Rp 200 juta. ”Ada sejumlah item yang perbaikannya memakai dana provinsi,” ujar Juru Pengairan di Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Provinsi Jatim kantor wilayah (Korwil) Malang Prasetyo, kemarin (12/4).

”Dam ini sepanjang 30 meter. Yang rusak sekitar 12 meter. Kerusakan terletak pada badan jembatan. Penyambung betonnya ambrol,” tambah Prasetyo.

Sebelumnya, Pemkab Malang memastikan tidak akan mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan Sengakaling. Alasannya, jembatan tersebut milik Pemprov dan pengoperasiannya menjadi kewenangan Pemprov Jatim.

Prasetyo mengatakan, jembatan beton tersebut ambrol akibat besi rangka yang penyok. Penyebabnya, material yang terbawa ketika banjir bandang menerjang. Selain itu, penyangga jembatan juga retak. Walhasil, tidak ada lagi kendaraan roda dua yang bisa melewatinya.

Prasetyo menegaskan, mulanya proyek itu hanya untuk dam. Tapi atasnya jam terdapat penutup yang kerap dilintasi warga sekitar. Khususnya mobilitas dari Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang menuju Kota Malang atau sebaliknya.

”Sebenarnya itu ruang pengoperasian pintu air untuk petugas. Kami pastikan bukan jalan umum. Karena dam ini mengontrol air aliran Kali Brantas. Tetapi warga sudah telanjur memakainya menjadi jalan tikus,” kata Prasetyo.

Disinggung mengenai kapan pengerjaan dilakukan, Prasetyo mengupayakan secepatnya. Kemungkinan pengerjaannya bisa melalui penunjukan langsung (PL), sehingga tidak membutuhkan waktu lama. Berbeda jika anggarannya di atas Rp 200 juta, maka harus melalui proses lelang. Penuntasan pengerjaan pun bisa jadi akan terhambat karena proses menunggu lelang rampung.

Prasetyo menyebut, Pemprov Jatim menunggu musim kemarau tiba, baru diperbaiki. Sebab untuk memaksimalkan perbaikan, kata dia, sungai harus kering. Selain itu, Pemprov juga mengantisipasi potensi banjir dan luapan air susulan.

Bulan-bulan ini, kata dia, hujan masih merundung di Malang Raya. Saat hujan, debit air di kali brantas bakal naik. Hal ini akan mengganggu perbaikan dam plus jembatan Sengkaling. ”Memang sudah ada rencana pembangunan. Kami menunggu musim kemarau tiba. Supaya, tidak ada kekhawatiran banjir atau luapan air saat perbaikan,” ucapnya.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/