alexametrics
30.7 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Perbaikan Jalan Berlubang Menuai Kritikan

KEPANJEN – Keputusan Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM yang melakukan percepatan perbaikan jalan menuai kritik. Sanusi dan jajaran dinas pekerjaan umum dan bina marga (DPUBM) Kabupaten Malang dituding monopoli proyek lantaran tidak menggunakan sistem lelang. Padahal niat Sanusi memprioritaskan PL (Penunjukan Langsung) adalah demi percepatan pengerjaan.

”Yang soal pembangunan jalan-jalan, PU (supaya cepat) kerjakan PL). Selalu banyak pihak yang mempersoalkan. Padahal kalau tender itu kan lama prosesnya,” ujar Sanusi, kemarin (12/4).

Sanusi menyayangkan pihak-pihak yang ”menyerang” DPUBM. Menurut Sanusi, penggunaan sistem PL tersebut sudah pas. Apalagi selama ini yang pengerjaannya menggunakan sistem PL didominasi tambal sulam jalan berlubang. Menurut dia, penanganan jalan berlubang harus cepat. Sebab jika tidak segera ditangani, bisa membahayakan pengendara.

Dalam paripurna, DPRD Kabupaten Malang menyinggung jalan berlubang di perbatasan kecamatan. Tepatnya di tapal batas Desa Sidorejo (Kecamatan Pagelaran) dan Desa Sawahan, Kecamatan Turen. Kemudian, Sanusi juga menyebut, ada lintasan hancur total di perbatasan Desa Krisik, Kabupaten Blitar. ”Kalau naik mobil dari Blitar pasti tahu. Tanda pengendara sudah memasuki Malang adalah jalannya geronjal-geronjal di perbatasan Desa Krisik itu,” katanya.

Selain itu, beberapa hari terakhir, jalan berlubang di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) mendapat sorotan. Termasuk, jalan rusak di kawasan Gunung Geger, Kecamatan Pagak. Sebagai kepala daerah, Sanusi ingin perbaikan berlangsung cepat.(fin/dan)

 

KEPANJEN – Keputusan Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM yang melakukan percepatan perbaikan jalan menuai kritik. Sanusi dan jajaran dinas pekerjaan umum dan bina marga (DPUBM) Kabupaten Malang dituding monopoli proyek lantaran tidak menggunakan sistem lelang. Padahal niat Sanusi memprioritaskan PL (Penunjukan Langsung) adalah demi percepatan pengerjaan.

”Yang soal pembangunan jalan-jalan, PU (supaya cepat) kerjakan PL). Selalu banyak pihak yang mempersoalkan. Padahal kalau tender itu kan lama prosesnya,” ujar Sanusi, kemarin (12/4).

Sanusi menyayangkan pihak-pihak yang ”menyerang” DPUBM. Menurut Sanusi, penggunaan sistem PL tersebut sudah pas. Apalagi selama ini yang pengerjaannya menggunakan sistem PL didominasi tambal sulam jalan berlubang. Menurut dia, penanganan jalan berlubang harus cepat. Sebab jika tidak segera ditangani, bisa membahayakan pengendara.

Dalam paripurna, DPRD Kabupaten Malang menyinggung jalan berlubang di perbatasan kecamatan. Tepatnya di tapal batas Desa Sidorejo (Kecamatan Pagelaran) dan Desa Sawahan, Kecamatan Turen. Kemudian, Sanusi juga menyebut, ada lintasan hancur total di perbatasan Desa Krisik, Kabupaten Blitar. ”Kalau naik mobil dari Blitar pasti tahu. Tanda pengendara sudah memasuki Malang adalah jalannya geronjal-geronjal di perbatasan Desa Krisik itu,” katanya.

Selain itu, beberapa hari terakhir, jalan berlubang di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) mendapat sorotan. Termasuk, jalan rusak di kawasan Gunung Geger, Kecamatan Pagak. Sebagai kepala daerah, Sanusi ingin perbaikan berlangsung cepat.(fin/dan)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/